RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pelaku dan provokator kasus bullying atau perundungan di SMPN 1 Blora segera pindah sekolah. Dinas Pendidikan setempat pun memfasilitasi para siswa tersebut untuk bisa pindah sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Nuril Huda mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi agar pelaku dan provokator pindah dari SMP semula.’’Itu sesuai permintaan korban ya. Ada empat siswa yang bakal dipindah imbas dari kasus perundungan itu,” jelasnya.
Diketahui, orang tua pelaku pun siap memindahkan anaknya untuk pindah dari sekolah tersebut. Nuril juga menyebut, ada beberapa alternatif untuk keempat siswa itu. ’’Bisa di Negeri atau Swasta. Kami memastikan para pelaku juga berhak untuk melanjutkan sekolahnya agar tidak menjadi anak tidak sekolah (ATS),” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora Sunaryo mengaku telah menerima informasi terhadap langkah pihak sekolah melakukan pemindahan. Langkah itu atas persetujuan dari keluarga pelaku untuk memperbaiki perilaku siswa.
’’Solusi kemarin kan begini, itu kesepakatan antar orang tua, jadi kalau proses hukumnya, syarat damai untuk kedua belah pihak kan minta untuk anak itu dimutasi,” terang Sunaryo. Sunaryo akui tak mendukung pemindahan pelajar di lingkungan sekolah baru.
Namun, atas persetujuan kedua belah pihak, dengan tujuan yang baik, ia berharap dapat sesuai harapan kedua belah pihak. ’’Kami berharap tidak dimutasi, karena permintaan korban untuk dimutasi. Akhirnya, kepala sekolah kemarin dan orang tua sudah sampai titik temu," jelasnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana