RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto kedatangan tamu istimewa di Istana Merdeka pada Kamis (23/10), yakni Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva. Kunjungan tersebut bertujuan membahas dan menguatkan kerjasama antara Indonesia dan Brazil di berbagai bidang.
Kunjungan tersebut juga menjadi kunjungan balasan Presiden Lula, setelah sebelumnya Presiden Prabowo berkunjung ke negeri sepak bola tersebut pada Juli tahun ini. Menurut Presiden Lula sendiri, kunjungan ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia setelah 17 tahun.
“Saya ingin menyampaikan bahwa dengan penuh sukacita saya kembali ke Indonesia setelah 17 tahun. Pada tahun 2008, kita menjalin kemitraan strategis. Dan sejak saat itu, hubungan kita telah berkembang dengan sangat positif,” jelas Presiden Lula sebagaimana dikutip dari rilis Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Sebagai catatan samping, saat itu merupakan periode kedua Lula menjabat sebagai Presiden Brazil, setelah menjabat kedudukan kepala negara pertama kali sejak 2002. Jabatannya kali ini merupakan periode ketiga Lula sebagai presiden sejak terpilih 2022 silam, menggantikan Jair Bolsonaro.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo dan Lula sepakat untuk membuka dan menguatkan kerjasama di berbagai bidang, dengan keutamaan di bidang ekonomi dan energi. Uniknya, salah satu yang diusulkan oleh Prabowo adalah kerjasama bidang pendidikan dalam bentuk penerapan mata pelajaran Bahasa Portugis untuk pelajar Indonesia.
Klaim tersebut dibuat oleh Presiden Prabowo sebagai wujud penghargaan persahabatan antara Indonesia dan Brazil. “Ini bukti bahwa kami memandang hubungan Brasil dan Indonesia sangat-sangat penting. Saya telah memutuskan bahwa Bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Hal tersebut juga diamini oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono. Dirinya meyakini dengan pendidikan Bahasa Portugis tersebut, hubungan Indonesia dan Brazil bakal semakin erat.
“Presiden mengatakan bahwa beliau akan membentuk suatu hubungan yang beliau sebut hubungan istimewa baru (new special relationship) antara Indonesia dengan Brasil. Oleh karena itu, tadi disampaikan bahwa akan ada pelajaran Bahasa Portugis, karena komunikasi merupakan sesuatu yang penting untuk meningkatkan kerja sama,” jelas Sugiono usai kunjungan tersebut.
Prabowo juga mengklaim telah memberikan arahan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek (Kemendiktisaintek) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Pun demikian, saat ini kedua kementerian belum memiliki tanggapan konkrit atas rencana tersebut. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana