RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Titik terang mulai terlihat dari kasus dugaan keracunan massal makanan bergizi gratis (MBG) yang melanda tiga sekolah di Kecamatan Kedungadem. Hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bojonegoro mengungkapkan, penyebab keracunan dari air yang tercemar.
Diketahui, dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pemasok MBG ke tiga sekolah tersebut yakni SPPG Desa Sidorejo dan SPPG Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem.
’’Hasil uji Labkesda Bojonegoro menunjukkan sampel MBG dari SPPG Sidorejo dan SPPG Drokilo mengandung bakteri E. Coli (Escherichia coli),” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati.
Dua dapur tersebut diketahui memasok ransum MBG untuk SMA Negeri 1 Kedungadem, MTS Plus Nabawi Kedungadem, dan SD Negeri Tumbrasanom. Ketiga sekolah itu sebelumnya mengalami kejadian beruntun dugaan keracunan massal pada Rabu (1/10) dan Kamis (2/10), yang menyebabkan ratusan siswa mengalami mual, pusing, hingga diare.
Menurut Ninik, keberadaan bakteri E. Coli menandakan adanya kontaminasi dari air yang tidak higienis. ’’Air yang ada di dapur dua SPPG tersebut juga mengandung bakteri,” imbuhnya. Dengan hasil ini, Dinkes Bojonegoro menegaskan akan melakukan pembinaan dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan MBG.
Diketahui, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak), dan pemantauan langsung di SPPG Sunan Kalijaga, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, dan SDN Kadipaten 3 Bojonegoro pada Senin (6/10).
Dalam kesempatan itu, Bupati berpesan agar seluruh SPPG hingga sekolah selalu menjaga kebersihan. ’’Kebersihan dan ketelitian adalah kunci utama agar makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan bergizi,” ujarnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana