Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Sekolah Keluhkan Pembagian Menu MBG Potong Jam Pembelajaran

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 8 Oktober 2025 | 02:26 WIB
MENU MBG: Siswa MTs Plus Sunan Drajat Kedungsantren Bojonegoro lahap menyantap menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Campurejo.
MENU MBG: Siswa MTs Plus Sunan Drajat Kedungsantren Bojonegoro lahap menyantap menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Campurejo.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program MBG bagai dua mata pisau. Satu sisi dinilai bagus untuk nutrisi kesehatan siswa, namun di sisi lain dinilai merugikan pihak sekolah atau lembaga, guru, hingga siswa. Sebab, memotong jam pelajaran.

Hal ini diungkapkan Kepala MTs Plus Sunan Drajat Kedungsantren Bojonegoro Ahmad Nashir Falachuddin. Dia mengungkapkan, sebelumnya sudah ada program makan siang bagi para santri di bawah naungan Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan itu.

’’Sudah ada program itu sejak lama, semenjak berdirinya ponpes di 2021. Kami punya dapur sendiri,” kata Fafa, sapaan akrabnya. Dia melanjutkan, kedua program baik dari pondok maupun MBG sama-sama jalan.

Sehingga, yang awalnya dua kali makan sehat pagi dan siang menjadi tiga kali sehari ditambah malam. Namun, per 29 September sistem pembagian makan bagi santra kembali dua kali sehari.

’’Dapur SPPG yang mendistribsikan MBG ke kami, SPPG Desa Campurejo untuk sementara diberhentikan dari Senin (29/9) kemarin. Sedangkan, untuk kondisi di pondok sejaih ini aman. Tidak tahu yang lain,” bebernya.

Pria kelahiran Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu berpendapat, MBG merupakan program yang sangat bagus. Tapi, ada kendala yang menyebabkan kerugian lembaga, guru, dan siswa. Karena pengiriman makanan di tengah-tengah jam pelajaran siswa dan setelah waktu istirahat.

Sehingga, guru dan siswa kehilangan kesempatan belajar yang mestinya dilakukan. ’’Ini sangat bermanfaat untuk kesehatan santri yang ada di pondok. MBG ini program sangat bagus untuk nutrisi siswa, tapi ada beberapa kendala yang sedikit merugikan lembaga, guru, maupun siswa,” ujarnya.

Fafa mengatakan, petugas satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tidak bisa menjamin kedatangan makanan di luar jam pelajaran. Hal ini, tandas dia, sangat dirasakan kerugiannya karena memotong jam pelajaran.

’’Kritik untuk SPPG, menu yang disuguhkan terlihat manis di awal, setelah berjalan dua minggu menu yang diberi cenderung semakin menurun kualitasnya,” ujar dia. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pondok pesantren #MTs #pondok #makan siang #Makan Bergizi Gratis #SPPG #Siswa #bojonegoro #Ponpes #Sekolah #lamongan #Jam pelajaran #Mbg #nutrisi #program mbg