Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Program Baru Berjalan Tiga Hari, MBG di SMA 1 Kedungadem Dihentikan Usai Dugaan Keracunan

M. Irvan Romadhon • Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:00 WIB
KERACUNAN: Salah satu siswa SDN Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem dilarikan ke Puskesmas Kedungadem karena diduga keracunan MBG. Wabup Bojonegoro Nurul Azizah juga turut mengecek kondisi siswa-siswa
KERACUNAN: Salah satu siswa SDN Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem dilarikan ke Puskesmas Kedungadem karena diduga keracunan MBG. Wabup Bojonegoro Nurul Azizah juga turut mengecek kondisi siswa-siswa

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 132 siswa SMAN 1 Kedungadem mengalami diare, diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) kemarin (2/10). Sebanyak 132 siswa tersebut diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG yang dibagikan pada Rabu (9/10) lalu. Terlebih siswa mengalami diare sejak Rabu malam. Adapun program MBG di sekolah tersebut baru berjalan tiga hari.

Dari 132 siswa tersebut, 22 siswa dilarikan ke Puskesmas Kedungadem dan Kesongo. Ada 50 siswa ditangani di sekolah. Sementara, 60 siswa lainnya tak masuk sekolah.

Kepala SMAN 1 Kedungadem Masedy Masrur mengatakan, kemarin pagi jam 07.30 WIB para guru melapor. Saat pelajaran di kelas berlangsung, banyak siswa izin ke toilet. Siswa mengaku sedang diare sejak Rabu malam.

Masedy menjelaskan, mengingat jumlahnya banyak dan sejak Rabu malam, menduga karena mengonsumsi MBG Rabu siang. Kemudian, siswa yang diare tersebut dibawa ke puskesmas. Kemudian sekolah lapor ke SPPG Sidorejo selaku pihak mengirimkan MBG.

’’Ada juga guru yang diare karena ikut mengonsumsi MBG,” terangnya. Lalu, dengan adanya siswa yang dibawa ke puskesmas, dari pihak kecamatan, polsek, dan puskesmas datang ke sekolah untuk menangani siswa keracunan yang masih ada di sekolah.

’’Terlebih siswa diduga keracunan MBG semakin bertambah. Dari semula 8 menjadi 22 siswa. Tidak cukup di Puskesmas Kedungadem, karena antre dibawa ke puskesmas kesongo. Sementara  yang ditangani di sekolah 50 siswa,” ungkapnya.

Infografis kronologi keracunan MBG di Kedungadem
Infografis kronologi keracunan MBG di Kedungadem

Menurut Masedy, juga ada 60 siswa tidak masuk sekolah karena sakit dan tanpa keterangan kemarin. 60 siswa tersebut juga diduga keracunan. Sehingga, pihak kecamatan dan puskesmas meminta data siswa tak masuk sekolah itu.

Tindaklanjutnya, puskesmas dan kecamatan meminta tim medis atau kesehatan di masing-masing untuk mengecek siswa tersebut. Masedy mengatakan, dari pertemuan semua pihak di SMAN 1 Kedungadem, mulai dari wakil bupati, dinas kesehatan, hingga SPPG.

Direkomendasikan MBG dihentikan dulu sampai ada keputusan berikutnya. Juga sampel MBG dari SPPG Sidorejo yang dibagikan Rabu akan diuji laboratorium. Diare siswa juga diuji, apakah memang akibat mengkonsumsi MGB.

’’Gerak cepat semua pihak untuk mengangani kejadian tersebut,” ujarnya. Pihaknya mengaku MBG di SMAN 1 Kedungadem baru berjalan mulai Senin (29/9) lalu. Siswa baru menerima MBG selama tiga hari. Namun, di hari keempat dihentikan karena terjadi dugaan keracunan.

’’Kemarin sudah tidak boleh dikirim,” jelasnya.

Masedy menambahkan, siswa dan pihak sekolah tidak memiliki kecurigaan terhadap MGB pada Rabu. Namun, memang terdapat beberapa siswa yang tak selera dengan ayam atau nasi kuning pada menu MBG.

Semua siswa yang dibawa ke Puskesmas sudah diperbolehkan pulang. Siswa dijemput langsung oleh orang tua. Pihaknya mengatakan, sebernarnya MBG ini ditunggu siswa. Terlebih di sekolah lain sudah berlangsung lama.

Sedangkan, di SMAN 1 Kedungadem baru berkesempatan mendapat MBG sejak Senin lalu.

’’Siswa antusias dan senang menerima MBG,” ujarnya.  Masedy menginginkan pihak SPPG Sidorejo memperbaiki kualitas MBG. Sehingga, kembali diizinkan membagikan MBG ke SMAN 1 Kedungadem.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman meminta semua pihak terkait untuk melakukan evaluasi secara cermat menggunakan SOP (standard operating procedure). Sehingga, siswa atau anak-anak mendapat layanan dan gizi sesuai tujuan MBG dari pemerintah. ’’Berorganisasi dan koordinasi agar hal-hal tidak diinginkan segera di atasi,” jelasnya. (irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #SMAN 1 Kedungadem #toilet #kesongo #diare #Makan Bergizi Gratis #SPPG #Puskesmas #Siswa #bojonegoro #keracunan #Sekolah #Mbg #laboratorium