Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sambut Penerapan Mapel KKA, Dewan Pendidikan Bojonegoro Tekankan Pengelolaan Pengetahuan dan Penyiapan Guru

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 24 Juli 2025 | 19:59 WIB
Seorang guru peserta Pelatihan AI Jawa Pos Radar Bojonegoro menganalisis hasil praktek penggunaan AI olehnya. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
Seorang guru peserta Pelatihan AI Jawa Pos Radar Bojonegoro menganalisis hasil praktek penggunaan AI olehnya. (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Koding dan kecerdasan artifisial (KKA) yang masuk kurikulum pada tahun ajaran baru ini perlu dikawal. Dewan Pendidikan Bojonegoro menekankan pentingnya penyiapan guru hingga pengelolaan pengetahuan. Sehingga dampak negatif KKA bisa diantisipasi lebih dini.

Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali mengatakan, pembelajaran KKA perlu dikelola dengan baik. Guru hingga dosen perlu dibekali tentang koding atau pemograman dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Untungnya pemerintah melalui kementerian pendidikan dasar dan menengah (kemendikdasmen) sudah melakukan langkah-langkah bertahap. Termasuk pelatihan atau diklat untuk guru-guru. Walau belum menyeluruh. Sehingga bisa mengantisipasi dampak-dampak negatif.

‘’Mudah-mudahan yang dilakukan pemerintah baik pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi berdampak positif,” ungkapnya.

Ridlwan menjelaskan, perlu pengawasan bagi siswa-siswa dalam pembelajaran KKA. Tentu jangan sampai siswa teracuni, tidak bisa memanfaatkan kemajuan teknoligi dengan benar.

Sehingga salah satunya menjadikan siswa malas, hanya mengandalkan AI. Selain itu, perlu pengelolaan yang baik. Tak boleh menyerahkan semua pekerjaan atau tugas pada kecerdasan artificial sepenuhnya. 

‘’Tantangan mengolah kecerdasan artifisial,” jelasnya.

Baca Juga: Tenaga Didik Bojonegoro Hadapi Penerapan Mapel KKA: Tak Semua Guru Paham Koding dan AI, Pelatihan Dikhususkan Penerima Boskin

Menurut Ridlwan, tidak boleh pesimistis menerima pembelajaran KKA. Terlebih kementerian sudah melaksanakan beberapa progam terkiat pengelolaan koding dan AI. Guru-guru sudah dipersiapkan.

KKA termasuk perkembangan teknologi. yang menjadi tantangan bukan hanya di level sekolah dasar dan menengah tapi sampai di perguruan tinggi. Semua akan berhadapan dengan koding dan kecerdasan artifisial.

Oleh karena itu, KKA harus bisa dimanfaatkan dan menerimanya sebagai salah satu hal positif. Tentu dengan pengolahan yang baik agar tidak terjabak dalam bias AI.

‘’Ketika menolaknya akan menjadi manusia-manusia yang terpinggirkan. Mau tidak mau harus meresponsnya dan menerimanya dengan satu komitmen dan optimisme. Bahwa apapun yang terjadi terkait per kembangan teknologi tentu akan bisa bermanfaat,” ujarnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Dewan Pendidikan #Guru #kecerdasan buatan #teknologi #Pendidikan #KKA #pengetahuan #kemendikdasmen #koding #artificial intelligence #kecerdasan artifisial #bojonegoro #pendidikan dasar #ai #dosen