RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Demi menekan angka pengangguran dari lulusan SMA/SMK, cabang dinas pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro mendorong sekolah untuk memberikan bekal bagi siswa. Mulai dari mempersiapkan siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja, maupaun berwirausaha.
Pada SMA didorong untuk berpacu mengembangkan double track. Sementara, di SMK harus mendekatkan kemitraaan melalui MoU dengan dunia industri dan dunia usaha (iduka). Juga melakukan tracer study untuk mengetahui jejak karir lulusan.
Kepala Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman mengatakan, pada akhir tahun ajaran 2024/2025, tentu para lulusan ada yang diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Ada yang bekerja, bahkan berwraswasta.
Rahman mengaku, terus mendorong agar SMA terus berpacu untuk mengembangkan double track. Sehingga, lulusan dari SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi bisa bekerja, juga berwirausaha.
‘’Begitu juga, SMK agar mendekatkan kemitraan melaui mou dengan para iduka yang ada di lokal maupun regional bahkan internasional,” jelasnya. Menurut Rahman, untuk menyikapi keterserapan lulusan harus ada data antara tracer study di sekolah yang disinkronkan dengan data ketenagakerjaan.
Sehingga, ada tolok ukur lulusan yang bekerja. Telebih saat ini menjadi pekerja lepas banyak dilakukan. ‘’Kami setiap tahun tracer study lulusan yang ada di lingkup cabdindik,” ungkapnya.
Kepala SMKN 2 Bojonegoro Suyono mengatakan, mendorong keterserapan lulusan melalui program BWM (Bekerja, Wirausaha, dan Melanjutkan). Selain itu, peningkatan peran BKK (Bursa Kerja Khusus) terus berkesinambungan demi menyalurkan lulusan ke iduka.
‘’Ada juga program tracer study untuk siswa kami. Program ini untuk melacak seberapa banyak siswa yg terserap di dudika, berwirausaha, dan melanjutkan ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Kepala SMAN 1 Kedungadem Mas Edy Masrur mengatakan, pihaknya menyelenggarakan beragam kegiatan untuk menguatkan peluang siswa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). Seperti bimbingan intensif, try out, kunjungan kampus, dan ekspo kampus.
Para siswa juga dimotivasi memilih perguruan tinggi swasta jika tidak berkesempatan kuliah di PTN. ‘’Upaya parenting juga dilakukan agar orang tua siswa memiliki visi yang sama dengan sekolah,” ungkapnya.
Menurut Mas Edy, untuk membekali jiwa kewirausahaan, SMAN 1 Kedungadem memberikan mata pelajaran kewirausahaan di kelas XII. Selain itu, melaksanakan program double track, yakni kelas untuk para siswa berlatih menjadi pengusaha.
‘’Ada tiga jenis keterampilan yang dapat dipilih, yakni tata boga makanan Indonesia, tata boga pastry bakery, dan tata rias pengantin berhijab. Para siswa berlatih memproduksi hingga memasarkan karya mereka melalui kelompok usaha siswa,” jelasnya. (irv/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko