RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 1.416 kursi SMP Negeri dari total kuota 8.974 kursi tidak terisi. Tercatat, ada 44 SMP dari total 56 SMP Negeri tidak mampu penuhi pagu rombongan belajar (rombel) pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini.
Jadi, berdasar jumlah keseluruhan keterisian rombel, SPMB SMP tahun ini terisi 7.558 atau 84,2 persen total kuota yang disediakan. Dinas Pendidikan (Disdik) Blora tidak sampai melakukan regrouping.
Kepala Disdik Blora Sunaryo mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan pada SPMB tahun ini. Ia membenarkan, beberapa sekolah tidak penuhi rombel. Namun, tidak sampai mengharuskan rencana regrouping seperti SPMB pada jenjang SD. ’’Untuk SPMB SMP tidak ada regrouping,” katanya.
Sekretaris Disdik Blora Nuril Huda mengatakan, dari data yang telah direkapitulasi, sebanyak 44 SMP tidak memenuhi batas minimum rombel yang telah ditetapkan. ’’Satu rombel ditetapkan 32 murid, jika kurang dianggap tidak memenuhi rombel,” ungkapnya.
Nuril menyampaikan, kuota keseluruhan pada SPMB SMP tahun ini sebanyak 8.974 kursi, sementara jumlah keterisian tercatat 7.558 kursi. Sehingga tahun ini, ada 1.416 kuota SMP yang kosong.
’’Memang secara umum SPMB tahun ini mengalami penurunan, namun tidak signifikan,” tegasnya. Ia menambahkan, untuk SMP Negeri yang dianggap favorit itu sudah memenuhi rombel. Sedangkan, untuk SMP Negeri yang berada di pinggir wilayah banyak yang kekurangan rombel.
’’Rata-rata SMP Negeri 1 di kota atau kecamatan itu pasti memenuhi rombel. Dalam melihat kondisi ini, kami merasa orang tua masih memilih SMP Negeri menjadi pilihan ketimbang sekolah swasta,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau, agar seluruh satuan pendidikan di kecamatan untuk meningkatkan pelayanan. Ketika pelayanan sudah baik, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMP Negeri. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko