Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ketika Anak Berani Bilang ‘Tidak’: Ciri Anak Punya Daya Tahan Sosial yang Sehat

Hakam Alghivari • Senin, 30 Juni 2025 | 04:00 WIB
Ilustrasi foto anak.
Ilustrasi foto anak.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah dorongan agar anak-anak bersikap ramah, patuh, dan mudah berbaur, tak sedikit orang tua justru merasa cemas saat anak mereka mulai berkata, “Aku tidak mau,” atau menolak ajakan teman.

Bagi sebagian orang tua, ini dianggap tanda keras kepala atau tidak sopan. Namun dari kacamata psikologi perkembangan, kemampuan anak untuk mengatakan “tidak” bisa menjadi penanda positif: anak sedang membangun daya tahan sosial (social resilience) dan kemampuan asertif.

Anak usia sekolah berada dalam fase penting pembentukan identitas sosial. Mereka mulai belajar menavigasi hubungan, menilai situasi, dan memahami hak-haknya sendiri.

Dalam konteks ini, kemampuan menolak sesuatu yang tidak nyaman bukan sekadar reaksi spontan, tapi bagian dari proses belajar mengenali batas dan mempertahankan integritas pribadi. Justru, anak yang selalu menurut tanpa keberanian berkata “tidak” berisiko kesulitan membela diri di masa depan saat dihadapkan pada tekanan sosial atau situasi yang tak aman.

Asertivitas dan Daya Tahan Sosial: Apa Bedanya dari Membangkang?

Asertivitas adalah kemampuan menyampaikan keinginan atau penolakan secara tegas tanpa menyakiti orang lain. Anak yang asertif tahu batas pribadinya dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan teman sebaya (peer pressure).

Menurut penelitian dalam Journal of Applied Developmental Psychology (2018), anak-anak yang diajarkan keterampilan asertif sejak usia sekolah dasar lebih mampu menolak perilaku berisiko dan menunjukkan kepuasan sosial yang lebih tinggi di masa remaja.

Hal ini berbeda dari pembangkangan. Anak yang membangkang biasanya menolak karena dorongan emosional (marah, kesal), sedangkan anak asertif menolak karena mengenali hak dan kenyamanan dirinya sendiri.

Mengapa Ini Penting di Usia Sekolah?

Usia 6–10 tahun adalah periode di mana anak semakin aktif bersosialisasi di luar keluarga inti. Mereka mulai membentuk identitas sosial melalui interaksi dengan teman sebaya. Dalam periode ini, mereka akan menghadapi berbagai ajakan, tantangan, dan bahkan konflik kecil.
Dalam Child Development Journal (2020), disebutkan bahwa daya tahan sosial berkorelasi dengan:

Berikut beberapa tanda yang sering muncul:

Menurut Social Emotional Learning Framework dari CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning), anak yang mengembangkan kompetensi asertif sejak dini lebih siap menghadapi dinamika pergaulan masa depan.

Bagaimana Peran Orang Tua?

Banyak anak kehilangan kemampuan alami untuk berkata “tidak” karena terlalu sering ditekan untuk selalu menurut. Misalnya: diminta mencium atau memeluk orang dewasa walau tidak nyaman, dipaksa bermain dengan teman yang tak disukainya, atau dimarahi karena menolak ikut kegiatan.

Orang tua justru berperan penting dalam membangun daya tahan sosial anak, dengan:

Dalam penelitian yang diterbitkan di Developmental Psychology (2019), ditemukan bahwa anak yang dibesarkan dalam pola asuh demokratis—di mana pendapat anak dihargai dan batas pribadi dijaga—cenderung memiliki kontrol diri dan regulasi emosi yang lebih kuat.

Kemampuan anak untuk mengatakan “tidak” dengan tenang dan jelas bukanlah tanda kurang ajar, melainkan bentuk kematangan sosial yang sedang tumbuh. Ini adalah fondasi dari ketahanan sosial yang dibutuhkan di kemudian hari—untuk menolak ajakan yang salah, membela dirinya sendiri, dan menjalin relasi yang sehat.

Alih-alih memadamkan keberanian itu, orang tua dapat menjadi pelindung pertama yang menguatkannya—dengan kasih sayang, teladan, dan ruang yang aman untuk bersuara. (kam)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Sosial #kontrol diri #Asertivitas anak #anak #daya tahan #parenting #Anak berani berkata tidak