RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – SMK Negeri Trucuk di bawah kepemimpinan Imam Cahyanto, S.Pd., atau yang akrab disapa Pak Yayan, terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan semangat belajar siswa. Sekolah ini menghadirkan berbagai program yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Pak Yayan menekankan pentingnya kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua. Salah satu bentuk nyata dari semangat keterbukaan dan kedisiplinan adalah diberikannya hak kepada siswa untuk mencatat guru yang tidak hadir. Hal ini menunjukkan bahwa disiplin adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada siswa. Dengan cara ini, siswa diajarkan nilai tanggungjawab dan keberanian untuk bersuara secara positif.
Di bidang pengembangan diri, SMKN Trucuk aktif melaksanakan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Program ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Berbagai kegiatan seni, budaya, dan keterampilan ditampilkan oleh siswa dalam event yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga membentuk rasa percaya diri karena siswa tampil langsung di depan banyak orang.
Selain itu, sekolah juga mengadakan Pekan Kebekerjaan sebagai upaya membekali siswa menghadapi dunia kerja setelah lulus. Dalam pekan ini, siswa belajar cara membuat surat lamaran kerja, mengikuti pelatihan fisik, serta simulasi wawancara kerja. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan saat mereka memasuki dunia industri atau melanjutkan ke jenjang karier lainnya.
Aspek keagamaan juga tidak luput dari perhatian. Setiap hari Jumat, saat siswa laki-laki menjalankan ibadah salat Jumat, siswi putri mengikuti Program Keputrian. Dalam kegiatan ini, mereka mendapatkan pembinaan rohani serta edukasi agama yang relevan dengan kehidupan remaja. Di samping itu, pembiasaan keagamaan seperti tadarus, doa bersama, dan kegiatan spiritual lainnya menjadi bagian dari rutinitas sekolah.
Untuk mendukung siswa yang kurang mampu, para guru di SMKN Trucuk juga menjalankan program GN-OTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) dengan menyisihkan sebagian rezekinya secara sukarela setiap bulan. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu siswa yang membutuhkan, serta mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti PHBI (Peringatan Hari Besar Islam).
Dari sisi pencapaian akademik, SMKN Trucuk mencatatkan hasil positif pada tahun 2025. Dari total 46 siswa yang mendaftar ke perguruan tinggi, 10 siswa berhasil diterima di berbagai universitas dan politeknik. Hal ini menunjukkan bahwa selain membekali siswa dengan keterampilan kerja, sekolah juga mendukung mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dengan berbagai program tersebut, SMKN Trucuk menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana menumbuhkan semangat belajar, membentuk karakter, dan mempersiapkan siswa agar siap menghadapi masa depan. Semangat kolaborasi dan inovasi yang diusung oleh Pak Yayan menjadi bukti bahwa sekolah ini terus berbenah menuju pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan tantangan zaman. (*)
Editor : M. Nurkhozim