RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Proses penilaian 10 karya inovasi terbaik East Java Innovative Education Submit (EJIES) 2025 di masing-masing wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur telah selesai.
Hari ini (16/6), Jawa Pos Radar Bojonegoro telah mengumumkan 10 karya terbaik EJIES 2025 dari Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban. Sebelumnya, dewan juri dari internal Jawa Pos Radar Bojonegoro telah menilai sebanyak total 3.274 karya dari guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan (tendik).
Dewan juri Muhammad Suaeb mengatakan, karya dari para peserta di Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban luar biasa. Sehingga, membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra untuk menentukan yang terbaik.
’’Ada banyak karya yang bagus. Kami harus teliti menyeleksi,” tutur Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Bojonegoro itu. Berikut 10 karya terbaik EJIES 2025 dari Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban.
1. Hisyam Ma`rifi, S.Pd. - SMAIT Al Uswah Tuban
CIKASERA - Cipta Karya Series Ramadhan
Karya inovasi CIKASERA ini memiliki kekuatan dari berbagai sisi. Karena melibatkan seluruh pihak dari internal dan eksternal sekolah. Sehingga, karya film series Ramadan yang dibuat benar-benar memiliki pesan kuat dan kualitas yang bebobot. Utamanya mampu menunjang pengembangan karakter, keterampilan, dan minat.
2. Isna Ni'matus Sholihah, S.Pd, M.Psi – SMKN 2 Bojonegoro
SENADA: Sinergi Edukasi, Advokasi dan Transformasi Anti Kekerasan
SENADA yang dibuat berupa Chatbot WhatsApp bagi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat itu sangat bermanfaat. Slogan SENADA juga sudah mencerminkan pendekatan Sekolah Ramah Anak (SRA). Yakni, sigap, tepat, dan privat.
3. Ady Mahfud Rizal, S.Sos – SMAN 1 Rengel
Si-Tatib: Sistem Pencatatan Skor dan Rekapitulasi Pelanggaran Siswa Berbasis Digital
Aplikasi “Si-Tatib: Sistem Pencatatan Skor dan Rekapitulasi Pelanggaran Siswa Berbasis Digital” bisa menjadi solusi mempermudah proses pengolahan data pelanggaran siswa berbasis online. Sehingga, guru BK, siswa, kepala sekolah, dan orang tua siswa dapat dengan mudah mengolah dan melihat informasi pelanggaran siswa.
4. Anis Fatul Cholis, M.Pd. – Kabupaten Bojonegoro
GEMPAR AI ber-SMART DiDi
Gerakan Masif Pelatihan dan Aksi Realisasi AI (GEMPAR AI) menjadi jawaban atas tantangan perkembangan teknologi masa kini. Sehingga, para guru hingga tenaga kependidikan senantiasa beradaptasi dan memiliki pemahaman literasi digital yang mumpuni.
5. Mas Edy Masrur, S.Pd. – SMAN 1 Kedungadem
Frugal Living sebagai Gaya Hidup Berkelanjutan di SMAN 1 Kedungadem Bojonegoro
Budaya frugal living yang diterapkan tentu memberikan dampak nyata di lingkungan sekolah. Sehingga, budaya tersebut layak direplikasi masing-masing sekolah. Sebab, mampu meningkatkan literasi lingkungan dan finansial sejak dini. Juga menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan hidup sederhana, bertanggung jawab, dan tidak konsumtif.
6. Juwita Ika Wulandari, S.Pd. - SLBN Tumbrasanom Kedungadem
Proyek Mural Digital Kearifan Lokal Desa Tumbrasanom – Bojonegoro
Proyek mural digital mampu mednorong para siswa berkebutuhan khusus lebih termotivasi. Karena mereka terlibat secara aktif dalam proses belajar dan mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam proyek nyata. Selain itu, siswa lebih terdorong untuk bekerja sama dalam tim, mandiri, dan bertanggung jawab. Terpenting, mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan yang merupakan keterampilan sosial.
7. Dinda Ayu Hernawati, S.Pd. - SMAN 1 Bojonegoro
Model Pembelajaran Game Based Learning Menggunakan Kartu Carakan untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Aksara Jawa Kelas X SMA Negeri 1 Bojonegoro
Karya yang dibuat mengimplementasikan slogan Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. Karena memang butuh aneka inovasi untuk menumbuhkan minat siswa untuk ikut serta melestarikan Bahasa Daerah. Metode pembelajaran berbasis permainan bisa menjadi solusi tepat meningkatkan keterampilan baca-tulis aksara Jawa.
8. Nanda Asyukur Munthohirin, S.Pd. - SLB A, B, D Negeri Tuban
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android untuk Meningkatkan Pemahaman Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Inovasi media pembelajaran berbasis aplikasi Android sudah tepat. Khususnya, untuk meningkatkan minat belajar siswa berkebutuhan khusus. Karena selain belajar jadi menyenangkan, para siswa juga menjadi lebih mudah mengerti dan memahami mater pembelajaran.
9. Dina Anggrahini, M.Kom. – SMAN 1 Tambakrejo
KuBoS-IT: Panggung Siswa Berkarya, Berani Bicara dan Berdaya di Dunia Digital
Kumpulan Bocah Senang IT (Kubos-IT) ini aksi nyata yang inovatif. Para siswa diberi wadah untuk belajar semua hal berbau IT. Mengingat semua siswa SMA/SMK masa kini merupakan digital natives. Juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan berwirausaha, komunikasi atau berbicara di depan publik, dan melek aneka teknologi digital.
10. M.Choirur Rofiq, M.Pd. – Kabupaten Tuban
Gerakan Haus Baca Berani Nulis Berbasis Aplikasi Digital Literasi di Sekolah Binaan dan Dampingan
Gerakan atau kampanye Haus Baca Berani Nulis ini layak menjadi slogan seluruh guru dan tenaga kependidikan. Salah satu upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) ialah membaca.
Sepuluh karya terbaik EJIES 2025 dari Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban masih akan bersaing lagi dengan total 250 karya terbaik se-Jawa Timur. Selanjutnya, akan ada pendampingan bagi 250 karya terbaik tersebut.
Lalu, proses penilaian kembali menentukan 50 karya terbaik yang akan diumumkan pada 25 Juli 2025 mendatang. Kemudian, pemilihan 25 karya terbaik yang akan diumumkan pada 14 Agustus 2025. Puncak acaranya ialah malam penganugerahan dan pameran inovasi Pendidikan terbaik di Jawa Timur yang digelar pada 25 Agustus 2025. (*/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko