Banyak yang Tak Tahu, Ini 5 Alasan Menyusui Lebih Lama Sangat Dianjurkan

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Minggu, 25 Mei 2025 | 13:55 WIB
Ilustrasi ibu yang menyusui anaknya hingga dua tahun
Ilustrasi ibu yang menyusui anaknya hingga dua tahun

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menyusui adalah proses alami yang bukan hanya menyediakan nutrisi terbaik bagi bayi, tetapi juga menciptakan ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak. Dalam praktiknya, banyak ibu mulai menyapih anak ketika memasuki usia dua tahun. Namun, sebagian lainnya memilih untuk terus menyusui lebih lama dari usia tersebut. Praktik ini dikenal dengan istilah extended breastfeeding, atau menyusui dalam jangka waktu lebih panjang dari umumnya.

Sayangnya, extended breastfeeding masih sering mendapat stigma negatif. Beberapa orang menganggapnya sebagai kebiasaan yang "tidak wajar" atau bahkan "memanjakan anak terlalu lama". Padahal, pandangan semacam ini sangat bergantung pada budaya, lingkungan, dan pengetahuan masing-masing individu. Di berbagai belahan dunia, menyusui hingga usia 3–4 tahun adalah hal yang normal dan bahkan dianjurkan.

Menurut Dr. Eyla G. Boies dalam AAP News & Journals Gateway, rentang usia menyapih anak secara global berkisar antara 2 hingga 4 tahun. Di Guinea Bissau, misalnya, usia rata-rata menyapih adalah sekitar 22,6 bulan. Di India, anak biasanya disapih pada usia 2 hingga 4 tahun, sedangkan masyarakat Yunani, Ibrani, dan Muslim kerap menyusui anak hingga usia 3 atau 4 tahun sebagaimana disebutkan dalam tulisan Aristoteles, Talmud, dan Alquran. Data ini menunjukkan bahwa extended breastfeeding bukanlah hal yang baru atau aneh, melainkan tradisi alami yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Baca Juga: Depresi Anak yang Tak Terlihat: Peran Orang tua dalam Menjadi Penjaga Emosional Si Kecil

Berikut adalah beberapa manfaat dari extended breastfeeding yang perlu diketahui para ibu:

1. Meningkatkan Sistem Imunitas Anak

ASI mengandung antibodi alami yang membantu tubuh anak melawan berbagai penyakit. Ketika balita sakit, mereka seringkali kehilangan nafsu makan terhadap makanan padat. Dalam kondisi ini, ASI menjadi satu-satunya sumber nutrisi dan cairan yang bisa diterima tubuhnya. Ini tidak hanya membantu anak tetap terhidrasi, tetapi juga memperkuat sistem kekebalan tubuhnya.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa anak yang disusui lebih lama cenderung memiliki sistem imun yang lebih baik. ASI akan terus menyesuaikan kandungan nutrisinya berdasarkan kebutuhan tubuh anak. Maka dari itu, extended breastfeeding dapat menjadi cara alami untuk membantu anak melawan infeksi dan mempercepat proses pemulihan ketika sakit.

2. Membantu Ibu Menjaga Berat Badan

Proses menyusui membakar kalori secara signifikan. Ketika dilakukan dalam jangka waktu lebih lama, kegiatan ini membantu ibu dalam proses pengembalian bentuk tubuh pasca melahirkan. Meskipun bukan satu-satunya faktor, menyusui yang berkelanjutan disertai pola makan sehat dan olahraga dapat membantu ibu menjaga berat badan ideal.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang menyusui dalam durasi panjang cenderung memiliki massa tubuh yang lebih stabil. Ini tentu menjadi keuntungan tambahan, selain dari manfaat psikologis dan kedekatan emosional yang terbangun antara ibu dan anak selama proses menyusui berlangsung.

3. ASI Tetap Kaya Nutrisi

Meskipun anak yang lebih besar telah mengkonsumsi makanan padat, ASI tetap merupakan sumber gizi penting. ASI mengandung kalori, lemak sehat, hormon pertumbuhan, antibodi, serta berbagai vitamin dan enzim yang masih dibutuhkan oleh tubuh anak untuk pertumbuhan optimal.

Balita yang masih menyusu juga dilaporkan lebih jarang sakit. Ini karena kandungan dalam ASI tidak hanya menutrisi tetapi juga melindungi. Seiring pertambahan usia anak, kandungan ASI terus menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya yang terus berkembang.

4. Menurunkan Risiko Penyakit pada Ibu

Extended breastfeeding tidak hanya bermanfaat bagi anak, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan ibu. Penelitian telah menunjukkan bahwa ibu yang menyusui lebih lama memiliki resiko lebih rendah terkena berbagai penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung.

Selain itu, durasi menyusui yang panjang juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara, terutama pada wanita premenopause. Ini menunjukkan bahwa extended breastfeeding bukan hanya pilihan emosional atau nutrisi, tetapi juga pilihan yang sehat bagi ibu di jangka panjang.

5. Menjadi Sumber Dukungan Emosi bagi Anak

Menyusui bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang rasa aman, kenyamanan, dan kasih sayang. Ketika anak menghadapi situasi baru, stres, atau kelelahan, menyusui bisa menjadi cara yang ampuh untuk menenangkan dirinya. Ini membantu anak merasa aman dan terhubung dengan ibu, bahkan ketika ia mulai lebih mandiri secara fisik.

Hubungan emosional yang kuat yang terbentuk dari kegiatan menyusui ini justru mendukung perkembangan kemandirian anak. Anak yang merasa aman secara emosional cenderung lebih percaya diri dalam mengeksplorasi dunia sekitarnya.

Extended breastfeeding adalah keputusan personal yang didasari oleh kebutuhan anak dan kesiapan ibu. Terlepas dari pandangan masyarakat, menyusui dalam jangka panjang terbukti membawa manfaat besar bagi kesehatan fisik dan emosional baik untuk anak maupun ibu. Alih-alih merasa ragu, ibu sebaiknya mendapatkan dukungan dan informasi yang cukup agar bisa membuat pilihan terbaik bagi dirinya dan si kecil. Menyusui lebih lama bukan berarti memanjakan anak, tetapi memberikan fondasi kuat bagi tumbuh kembangnya yang optimal. (oss/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
manfaat extended emosi menyusui asi imunitas anak Menyapih Anak