Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mom, Si Kecil Anak Tengah Sering Murung? Yuk, Waspadai Middle-Child Syndrome!

Hakam Alghivari • Kamis, 22 Mei 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi anak tengah yang selalu menyendiri, dan merasa tidak mendapat perhatian cukup dari orang tua
Ilustrasi anak tengah yang selalu menyendiri, dan merasa tidak mendapat perhatian cukup dari orang tua

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Mom pasti setuju, setiap anak punya cara unik dalam mengekspresikan dirinya. Si sulung biasanya dikenal bertanggung jawab, sementara si bungsu sering kali jadi pusat perhatian karena tingkah lucunya. Tapi, bagaimana dengan si anak yang lahir di antara mereka?

Ternyata, posisi di tengah ini bisa membawa dinamika emosional yang berbeda. Tidak sedikit anak yang berada di posisi tersebut merasa kurang diperhatikan atau seolah berada dalam "bayangan" kakak dan adiknya. Dari sinilah istilah middle-child syndrome muncul, yaitu kondisi psikologis yang menggambarkan perasaan tersisih atau tidak dianggap istimewa karena urutan kelahiran.

Dikutip dari Alodokter, middle-child syndrome pertama kali dikemukakan oleh psikolog Alfred Adler. Ia menjelaskan bahwa posisi dalam urutan kelahiran sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan cara anak berkembang secara emosional. Yuk Mom, kenali lebih dalam tentang sindrom ini agar bisa mendampingi si kecil dengan lebih peka dan penuh kasih.

Karakteristik Anak yang Mengalami Middle-Child Syndrome

Sebelum middle-child syndrome berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih dalam, biasanya ada tanda-tanda atau karakteristik tertentu yang bisa diamati. Karakter ini muncul sebagai respons terhadap posisi si kecil dalam keluarga, di mana ia mungkin merasa tidak sepenting saudara kandung lainnya.

1. Cenderung Pendiam dan Lebih Sensitif

Anak yang mengalami middle-child syndrome sering kali tampak lebih pendiam dan sensitif terhadap situasi di sekitarnya. Karena merasa tidak terlalu diperhatikan, ia mungkin lebih memilih untuk menarik diri.

Menurut penelitian yang merujuk pada teori Adler, anak dengan posisi tengah lebih sering mengembangkan sensitivitas tinggi karena tidak ingin konflik, tapi juga merasa tidak punya cukup ruang untuk menyuarakan dirinya.

2. Merasa Tidak Mendapat Perhatian Cukup dari Mom dan Dad

Perasaan "dianaktirikan" atau kurang diperhatikan bukan hal yang jarang ditemukan pada si kecil yang berada di tengah. Ia merasa perhatian lebih banyak tercurah kepada kakaknya yang dianggap bisa diandalkan, atau adiknya yang lebih membutuhkan.

Dalam studi yang dilakukan oleh Michigan State University, banyak anak di posisi tengah mengaku merasa harus berjuang sendiri untuk mendapat validasi dari orang tua.

3. Terlihat Sering Bersaing dengan Kakak atau Adik

Salah satu cara anak menunjukkan keinginannya untuk diperhatikan adalah dengan bersaing. Baik itu dalam hal akademik, olahraga, atau sekadar meminta pujian dari Mom.

Persaingan ini bukan semata-mata karena ambisi, tetapi karena dorongan emosional untuk membuktikan bahwa dirinya juga layak mendapat tempat istimewa di hati orang tua.

4. Sangat Menjunjung Keadilan dan Jadi Penengah

Menariknya, posisi di antara dua saudara membuat anak dengan middle-child syndrome memiliki kepekaan tinggi terhadap ketidakadilan. Ia bisa menjadi pribadi yang adil dan sering kali berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik.

Psikolog Catherine Salmon menyebutkan bahwa anak dengan peran ini justru tumbuh dengan kemampuan diplomasi tinggi karena terbiasa berada dalam situasi netral.

5. Mandiri Sejak Dini

Karena merasa tidak ada yang benar-benar memahami, anak dengan sindrom ini sering terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri. Ia menjadi lebih mandiri, dan bahkan bisa menjadi anak yang paling cepat merantau atau hidup jauh dari keluarga.

Walau terdengar positif, jika tidak disertai dukungan emosional yang cukup, kemandirian ini bisa menjadi bentuk dari perasaan terpaksa, bukan kesiapan mental.

Dampak Middle-Child Syndrome jika Tidak Diatasi

Jika tidak dikenali dan diredam sejak dini, middle-child syndrome bisa menimbulkan dampak jangka panjang. Anak yang tumbuh dengan perasaan kurang dihargai bisa membawa luka emosional hingga dewasa.

1. Rasa Tidak Percaya Diri dan Krisis Identitas

Anak dengan middle-child syndrome cenderung meragukan nilai dirinya. Ia tumbuh dengan pikiran bahwa dirinya tidak sepenting yang lain, dan ini bisa menurunkan kepercayaan diri secara drastis. Dalam jangka panjang, mereka bisa mengalami krisis identitas: merasa tidak tahu siapa dirinya, atau apa yang membuat dirinya istimewa.

2. Selalu Butuh Validasi dari Lingkungan

Karena terbiasa merasa tidak cukup di rumah, anak yang mengalami sindrom ini bisa tumbuh menjadi pribadi yang terus-menerus mencari pengakuan. Ia merasa baru berharga jika dipuji, diberi perhatian, atau diapresiasi secara eksplisit—terutama dari orang luar seperti teman atau atasan kerja saat dewasa nanti.

Cara Mom dan Dad Mencegah Middle-Child Syndrome

Tenang, Mom. Sindrom ini bukan sesuatu yang tidak bisa dicegah. Justru dengan memahami ciri dan dampaknya, Mom bisa memberikan perlakuan yang lebih hangat dan adil kepada si kecil.

1. Luangkan Waktu Eksklusif Hanya Bersama Dia

Sesekali, buat waktu spesial hanya untuknya. Entah itu sekadar menonton film bersama, membacakan buku favorit, atau memasak makanan kesukaannya. Dengan begitu, ia akan merasa bahwa dirinya juga berharga dan diperhatikan secara personal.

2. Libatkan dalam Keputusan Keluarga

Berikan kesempatan untuk si kecil menyumbang pendapat, misalnya dalam memilih destinasi liburan atau menentukan menu makan malam. Ini bukan hanya soal partisipasi, tapi juga tentang memberikan rasa bahwa pendapatnya punya nilai.

3. Dukung Ia untuk Terbuka dan Ekspresif

Ajak ia bercerita setiap hari. Tanggapi dengan antusias, tanpa membandingkan dengan saudara-saudaranya. Beri ruang agar ia merasa aman untuk mengungkapkan isi hati, baik ketika sedang senang maupun sedih.

4. Tunjukkan Kasih Sayang yang Seimbang

Ini penting. Anak perlu tahu bahwa cinta Mom dan Dad tidak dibagi, tapi dilipatgandakan. Ucapkan, tunjukkan, dan ulangi bahwa semua anak punya tempat yang sama di hati orang tua, meskipun ekspresi cintanya bisa berbeda sesuai keunikan masing-masing. (nnd/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#anak #orang tua #anak tengah #pola asuh #Middle Child Syndrome #parenting