Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mom, Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap? Cari Tahu Penyebab dan Cara Efektif Melatihnya di Sini!

Hakam Alghivari • Selasa, 20 Mei 2025 | 14:40 WIB
Ilustrasi ibu melatih bayinya tengkurap
Ilustrasi ibu melatih bayinya tengkurap

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perjalanan tumbuh kembang bayi adalah momen yang penuh kebahagiaan dan antusiasme bagi orang tua. Setiap pencapaian kecil, seperti mengangkat kepala, menggenggam mainan, hingga akhirnya bisa tengkurap, menjadi langkah penting dalam perkembangan motorik bayi. Namun, tidak semua bayi mencapai tahap-tahap ini di waktu yang sama.

Salah satu kekhawatiran yang kerap muncul adalah ketika bayi berusia 4 bulan belum menunjukkan kemampuan untuk tengkurap. Kondisi ini sering menimbulkan rasa cemas, terutama karena sebagian orang tua membandingkan perkembangan anak mereka dengan bayi lain yang seumuran. Padahal, perlu dipahami bahwa perkembangan motorik setiap anak bisa sangat bervariasi.

Dikutip dari laman ibudanbalita.com, bayi yang belum bisa tengkurap di usia 4 bulan belum tentu mengalami gangguan. Bisa jadi hal ini merupakan bagian dari variasi perkembangan yang masih dalam batas wajar. Artikel ini akan mengulas penyebab umumnya serta memberikan beberapa tips yang bisa Ibu praktikkan di rumah untuk membantu si Kecil belajar tengkurap.

Penyebab Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap

1. Kelahiran Prematur

Bayi yang dilahirkan sebelum usia kandungan cukup bulan umumnya mengalami perkembangan yang sedikit berbeda dari bayi cukup bulan. Salah satunya adalah keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan seperti tengkurap. Ini karena sistem saraf dan otot bayi prematur belum berkembang secara maksimal saat dilahirkan.

Bayi prematur biasanya dinilai berdasarkan usia koreksinya, bukan usia kronologis. Jadi, jika si Kecil lahir lebih awal dari jadwal seharusnya, wajar jika ia membutuhkan waktu lebih untuk mencapai tahap seperti tengkurap. Meskipun demikian, pemantauan tetap perlu dilakukan untuk memastikan bahwa perkembangan tetap berjalan dengan progres yang baik.

2. Kurangnya Latihan Tummy Time

Tummy time atau waktu bermain dalam posisi tengkurap saat bayi terjaga sangat penting untuk memperkuat otot leher, bahu, dan punggung. Ketika bayi tidak cukup mendapatkan waktu tummy time, maka perkembangan otot yang dibutuhkan untuk berguling dan tengkurap pun bisa tertunda.

Melatih tummy time sejak dini, bahkan sejak usia beberapa minggu, sangat dianjurkan oleh para ahli seperti dari American Academy of Pediatrics. Mulailah dengan durasi singkat sekitar 3–5 menit dan tingkatkan secara bertahap sesuai kenyamanan bayi. Rutinitas ini secara perlahan akan membangun kekuatan otot yang diperlukan bayi untuk bergerak lebih aktif.

3. Keterlambatan Motorik Kasar

Perkembangan motorik kasar, seperti mengangkat kepala, berguling, atau tengkurap, tidak selalu berkembang seragam pada semua bayi. Beberapa bayi bisa menunjukkan progres lebih lambat tanpa adanya masalah medis tertentu. Keterlambatan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stimulasi yang kurang, kepribadian bayi yang lebih pasif, atau hanya sekadar variasi alami dari pertumbuhan.

Namun, jika keterlambatan ini disertai dengan kurangnya kontrol kepala atau kelemahan otot yang mencolok, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dengan evaluasi yang tepat, orang tua bisa mendapatkan arahan lebih lanjut apakah si Kecil perlu stimulasi tambahan atau terapi perkembangan.

 

4.Faktor Medis atau Kondisi Tertentu

Dalam beberapa kasus yang lebih jarang, bayi yang belum bisa tengkurap hingga usia 4–6 bulan bisa saja mengalami gangguan neurologis ringan atau kelemahan otot (hipotonia). Gejala ini biasanya terlihat dari postur bayi yang terlalu lemas, sulit mengangkat kepala, atau minim respon terhadap rangsangan.

Bila orang tua merasa ada sesuatu yang tidak biasa pada gerakan atau perkembangan bayi, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Deteksi dini terhadap gangguan tumbuh kembang bisa membantu proses terapi menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Tips Melatih Bayi Agar Cepat Bisa Tengkurap

1.Tingkatkan Frekuensi Tummy Time

Salah satu cara paling efektif melatih bayi agar bisa tengkurap adalah memperbanyak sesi tummy time setiap harinya. Letakkan bayi pada permukaan datar dan aman saat terjaga, lalu awasi ia sambil berinteraksi secara aktif.

Tummy time dapat dimulai beberapa menit, lalu ditambah seiring bertambahnya usia dan kekuatan bayi. Selain memperkuat otot, aktivitas ini juga membantu bayi mengenali gravitasi dan koordinasi tubuhnya sendiri.

2. Gunakan Mainan Sebagai Stimulasi

Agar tummy time lebih menyenangkan dan menarik, gunakan mainan yang berwarna mencolok atau bisa berbunyi untuk memotivasi bayi mengangkat kepala dan mencoba menggapainya. Letakkan mainan tersebut di hadapan bayi, dalam jarak yang aman, dan sesekali ubah posisi mainan agar bayi tertarik untuk bergerak.

Menurut Parents.com, penggunaan mainan selama tummy time juga mendukung perkembangan koordinasi antara mata dan tangan bayi serta mendorong rasa ingin tahu dan eksplorasi.

3. Ajak Bermain di Lantai Secara Aktif

Membiarkan bayi bermain di lantai memberikan ruang lebih luas untuk mengeksplorasi gerakan tubuhnya. Ajak si Kecil bermain sambil membacakan buku, menyanyi, atau menempatkan mainan favorit di sekitarnya.

Aktivitas ini bukan hanya melatih motorik kasar, tetapi juga membantu bayi belajar orientasi tubuh dan memperkuat ikatan emosional antara bayi dan orang tua. Menurut BabyCenter, bayi yang aktif diajak bermain di lantai cenderung memiliki kontrol tubuh yang lebih cepat berkembang.

4. Gunakan Dada Sebagai Alas Tummy Time

Jika bayi belum nyaman tummy time di lantai, posisikan ia di atas dada Anda saat Anda dalam posisi berbaring telentang. Cara ini memberikan permukaan yang lebih empuk dan membuat bayi merasa lebih dekat secara emosional dengan orang tuanya.

Posisi ini juga membantu melatih bayi mengangkat kepala secara alami karena ia akan tertarik untuk menatap wajah Anda. Kegiatan ini sangat cocok bagi bayi yang rewel saat tummy time di matras.

5. Hindari Posisi Tengkurap Saat Tidur

Meski latihan tengkurap penting, jangan biarkan bayi tidur dalam posisi ini. Bayi yang tidur dalam posisi tengkurap memiliki risiko lebih tinggi mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Oleh karena itu, pastikan bayi selalu tidur dalam posisi terlentang, sesuai rekomendasi dari American Academy of Pediatrics.

Tummy time hanya boleh dilakukan saat bayi dalam kondisi bangun dan diawasi penuh oleh orang tua.

Tidak semua bayi mencapai kemampuan tengkurap di usia yang sama. Beberapa bayi memang membutuhkan waktu lebih, apalagi jika faktor seperti kelahiran prematur, minimnya stimulasi, atau kondisi fisik tertentu ikut memengaruhi. Selama bayi menunjukkan tanda-tanda perkembangan lain yang normal dan aktif, umumnya tidak perlu terlalu cemas.

Namun, bila orang tua merasa khawatir atau melihat tanda-tanda lain yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan lebih lanjut. Dukungan dan stimulasi dari orang tua adalah kunci agar si Kecil bisa berkembang dengan optimal. (nnd/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#tengkurap #melatih #perkembangan motorik #penyebab #tips #Bayi 4 Bulan #tummy time