Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Bayimu Sering Menangis Saat Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Hakam Alghivari • Senin, 19 Mei 2025 | 14:30 WIB

 

Kenali penyebab umum bayi memangis di malam hari
Kenali penyebab umum bayi memangis di malam hari

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi para orang tua, khususnya yang baru pertama kali memiliki bayi, menangisnya Si Kecil di malam hari bisa menjadi tantangan tersendiri. Saat malam menjelang dan harapan untuk beristirahat muncul, justru tangisan bayi sering kali terdengar. Hal ini bukan hanya membuat orang tua kurang tidur, tapi juga bisa menimbulkan kekhawatiran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sang buah hati.

Perlu diketahui bahwa menangis adalah cara utama bayi untuk berkomunikasi. Tidak seperti orang dewasa yang bisa mengungkapkan keinginan dengan kata-kata, bayi hanya memiliki satu “bahasa” universal, yaitu tangisan. Sehari, bayi setidaknya bisa menangis setiap 1–3 jam sekali atau bahkan lebih sering dari itu. Tangisan ini bisa menandakan banyak hal—mulai dari rasa lapar, ketidaknyamanan, hingga kebutuhan emosional.

Melansir dari laman Alodokter, berikut ini adalah beberapa penyebab umum bayi menangis di malam hari, yang perlu dipahami oleh para orang tua:

1. Lapar

Salah satu penyebab paling umum mengapa bayi menangis di malam hari adalah karena lapar. Bayi yang lapar biasanya akan menangis sambil menunjukkan tanda-tanda lain seperti mengisap jari, membuka mulut mencari puting, atau memasukkan tangan ke mulut. Karena bayi memiliki kapasitas lambung yang kecil dan sistem pencernaan yang cepat, mereka perlu menyusu lebih sering, termasuk di malam hari.

Agar tangisan karena lapar bisa diminimalkan, orang tua dapat mencoba mencatat waktu menyusu Si Kecil, terutama pada malam hari. Dengan mengetahui jadwal makannya, orang tua bisa mengantisipasi dan memberikan susu sebelum bayi menangis kelaparan.

2. Lelah

Bayi yang terlalu lelah justru akan lebih sulit untuk tidur dan cenderung menjadi rewel. Ini bisa terjadi karena otaknya sedang aktif memproses berbagai hal baru yang ia lihat dan dengar setelah keluar dari rahim. Dunia luar yang penuh stimulasi bisa membuat bayi mudah merasa kewalahan.

Saat Si Kecil merasa terlalu lelah, ia bisa menangis di malam hari sebagai cara untuk melepaskan ketegangan. Memberikan rutinitas tidur yang konsisten dan suasana yang tenang sebelum tidur bisa membantu bayi lebih cepat merasa nyaman dan tertidur.

3. Kolik

Kolik adalah kondisi yang kerap membuat bayi menangis keras dalam durasi yang panjang, biasanya mulai muncul saat usia 3 minggu dan bisa semakin sering terjadi ketika bayi berusia 4–6 minggu. Tangisan akibat kolik umumnya terjadi di sore hingga malam hari.

Penyebab kolik belum sepenuhnya diketahui, tetapi salah satu faktor yang diduga berperan adalah sistem pencernaan bayi yang belum berkembang sempurna. Akibatnya, proses pencernaan nutrisi seperti protein tidak berjalan dengan optimal, menghasilkan gas dalam perut yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

Untuk menenangkan bayi yang mengalami kolik, orang tua bisa mencoba menggendongnya, membaringkan di pangkuan, lalu mengusap punggungnya secara lembut. Suasana yang tenang dan sentuhan hangat bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut.

4. Popok Basah

Popok yang basah atau kotor bisa membuat bayi merasa tidak nyaman dan akhirnya menangis. Kulit bayi yang sensitif akan mudah mengalami iritasi jika popok dibiarkan terlalu lama dalam kondisi lembap.

Mengecek popok secara rutin, terutama di malam hari, dapat menjadi langkah penting untuk memastikan kenyamanan Si Kecil saat tidur. Pilihlah popok yang sesuai ukuran dan daya serapnya agar kulit bayi tetap kering sepanjang malam.

5. Ingin Bergerak

Bayi yang terlalu lama berbaring di tempat tidur bisa merasa bosan atau bahkan tidak nyaman. Karena belum bisa berganti posisi sendiri, mereka akan menangis untuk menyampaikan bahwa mereka ingin digendong, diayun, atau hanya ingin merasakan perubahan posisi.

Aktivitas ringan seperti menggendong atau mengajak bayi bergerak pelan-pelan sebelum tidur bisa menjadi solusi agar bayi tidak merasa jenuh saat malam. 

6. Kesepian

Malam hari yang hening bisa membuat bayi merasa sendirian, apalagi jika ia bangun dan tidak melihat atau mendengar suara orang tuanya. Rasa kesepian ini bisa membuatnya menangis sebagai bentuk permintaan untuk diperhatikan.

Dalam kondisi seperti ini, mendekap bayi atau menenangkannya dengan suara lembut bisa membuatnya merasa aman dan kembali tertidur.

Menangis di malam hari adalah hal yang wajar dan umum terjadi pada bayi. Meski terkadang melelahkan, orang tua tidak perlu merasa cemas berlebihan. Dengan memahami berbagai penyebab tangisan tersebut, orang tua bisa lebih siap dalam memberikan respons yang tepat. Setiap bayi unik, dan tangisannya bisa menjadi sinyal penting akan kebutuhan fisik maupun emosionalnya. Maka dari itu, kunci utama adalah kesabaran, pengamatan yang cermat, dan pemberian kasih sayang secara konsisten. Dengan begitu, orang tua dan bayi bisa melalui masa-masa awal kehidupan ini dengan lebih tenang dan penuh kedekatan. (oss/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#orang tua #buah hati #menangis #parenting #Bayi