RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rencana pembangunan PSDKU UNY di Blora masih berpolemik dan makin memanas. Terpantau, ada dua kubu yang berseberangan.
Masyarakat Blora yang tergabung dalam Aliansi Tukang Becak secara gamblang mendukung pembangunan salah satu kampus terbesar di Yogyakarta itu di Blora.
Sedangkan, Aliansi Mahasiswa Blora bentukan mahasiswa IAI Al Muhammad Cepu menolak adanya pembangunan kampus tersebut.
Koordinator Aliansi Tukang Becak Yayun mengatakan, aspirasi tersebut merupakan suara-suara dari masyarakat umum di Blora. Terlebih terkait pendidikan, menurutnya banyak yang menginginkan adanya peningkatan kualitas SDM dengan cara menggaet universitas besar di Blora.
‘’Kami hanya ingin kampus sebesar UNY ini bisa didirikan di Blora. Biar anak-anak kita bisa kuliah negeri di dekat rumah,’’ ujarnya.
Penggagas Aliansi Tukang Becak, Sujalmo menambahkan, siap menggalang massa untuk diajak diskusi terkait pembangunan kampus tersebut. ‘’Ya dilihat sisi positifnya lah. Orang-orang Blora saya yakin mendukung adanya pembangunan tersebut. Efeknya kan panjang kalau pendidikan. Masa Blora mau gini terus,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Blora, Sujanarko mengatakan, keberatan jika Pemkab Blora memberikan hibah berupa tanah untuk rencana pembangunan PSDKU UNY di Kota Sate itu. ‘’Kami keberatan karena harusnya lebih menitikberatkan kampus lokal. Kampus-kampus asli Blora juga gak kalah bagus kok,’’ ujarnya.
‘’Yang sudah ada ini dirawat ditingkatkan. Gak perlu hibah buat kampus luar,’’ tambahnya.
Sujanarko menambahkan, keberatan jika nantinya kampus tersebut dibuka dengan biaya yang mahal. “Kampus ini kampus besar. Takutnya UKT-nya mahal. Kalau yang lokal kan murah,’’ ujarnya.
‘’Alasan itu lah yang buat kami keberatan. Hibah kan bisa digunakan yang lebih bermanfaat lainnya,’’ tambahnya. (hul/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana