Mom’s Wajib Tahu! Lima Baterai Kasih Sayang Sebagai Fondasi Pola Asuh yang Sehat dan Penuh Cinta

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Kamis, 15 Mei 2025 | 13:50 WIB
Memeluk anak adalah salah satu baterai kasih sayang anak
Memeluk anak adalah salah satu baterai kasih sayang anak

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun, keinginan ini kadang tidak diimbangi dengan pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan emosional anak. Tak jarang, orang tua bersikap egois tanpa disadari, menuntut anak menjadi sempurna dan sesuai harapan mereka, tanpa benar-benar memahami perasaan dan kondisi psikologis sang anak. Padahal, pola asuh yang tepat bukan hanya tentang memberikan yang terbaik secara materi, tapi juga memenuhi kebutuhan emosional anak secara konsisten.

 

Banyak ahli parenting dan psikologi anak yang membahas pentingnya keterhubungan emosional antara orang tua dan anak. Salah satu tokoh yang menekankan hal ini adalah Dr. Aisah Dahlan, seorang praktisi neuparenting Indonesia yang dikenal luas lewat seminar dan podcastnya. Dalam salah satu podcast bersama artis Nikita Willy di kanal YouTube @nikitawilly.IndraPriawan, Dr. Aisah membahas konsep “Lima Baterai Kasih Sayang” yang menjadi fondasi penting dalam membentuk kesehatan mental dan emosional anak.

 Baca Juga: Wajib Tahu, Mom! Masak Sayur Bayam Sembarangan Bisa Bahaya untuk Anak, Ini Tips Amannya

Konsep lima baterai kasih sayang ini sangat sederhana namun memiliki dampak luar biasa. Menurut Dr. Aisah, anak-anak yang sering tantrum, rewel, atau mudah marah bisa jadi sedang mengalami kekosongan dalam salah satu atau lebih dari “baterai” kasih sayang mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui dan memenuhi lima aspek utama ini agar anak merasa dicintai, aman, dan dihargai.

 

1. Word of Affirmation (Kata-Kata Pujian dan Penguatan Positif)

Anak-anak membutuhkan validasi dalam bentuk kata-kata. Kalimat sederhana seperti “kamu hebat,” “ibu bangga sama kamu,” atau “kamu sudah berusaha keras” bisa membangun rasa percaya diri dan kepercayaan anak terhadap dirinya sendiri. Pujian yang tulus dan tidak berlebihan akan membantu anak merasa dihargai atas usahanya, bukan hanya hasilnya.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang justru lebih fokus pada kritik atau koreksi. Ketika anak sering mendengar kalimat negatif seperti “kamu tidak bisa apa-apa” atau “malas sekali kamu,” maka yang terbentuk adalah anak yang takut gagal dan tidak percaya diri.

2. Physical Touch (Sentuhan Fisik yang Hangat)

Pelukan, ciuman, usapan di kepala, atau sekadar menggandeng tangan adalah bentuk kasih sayang yang sangat dibutuhkan anak. Sentuhan fisik yang penuh kasih dapat meningkatkan hormon oksitosin yang membuat anak merasa aman dan dicintai.

Sentuhan fisik bukan hanya untuk anak kecil. Bahkan saat mereka tumbuh remaja, sesekali pelukan atau tepukan hangat di pundak bisa menjadi bentuk dukungan emosional yang bermakna.

 

3. Quality Time (Waktu Berkualitas Bersama Anak)

Waktu berkualitas tidak selalu berarti liburan mewah atau aktivitas mahal. Meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama anak tanpa gangguan gawai atau pekerjaan bisa menjadi cara terbaik menunjukkan cinta. Misalnya, menemani anak bermain, membantu mengerjakan tugas sekolah, atau sekadar mengobrol santai tentang keseharian mereka.

Anak-anak yang merasa ditemani akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka dan dekat secara emosional dengan orang tua.

4. Act of Service (Bantuan atau Tindakan Pelayanan)

Melayani anak bukan berarti memanjakan. Tindakan sederhana seperti menyiapkan sarapan, membantu mereka merapikan mainan, atau memijat saat mereka lelah adalah bentuk cinta yang nyata. Anak yang merasa dilayani akan meniru hal yang sama pada orang lain dan terbiasa menjadi pribadi yang penuh empati.

 

5. Receiving Gift (Pemberian Hadiah atau Kejutan Kecil)

Hadiah bukan berarti harus mahal. Bahkan stiker lucu, bunga dari halaman rumah, atau makanan kesukaan bisa menjadi simbol cinta bagi anak yang memiliki “baterai” ini. Anak akan merasa diperhatikan saat mereka menerima sesuatu yang dipilih khusus untuknya.

Yang terpenting, hadiah diberikan sebagai bentuk kasih sayang, bukan suap atau hadiah karena anak berprestasi saja.

 Baca Juga: Mom, Pahami Fase Terrible Two pada Anak: Tantangan dan Cara Efektif Menghadapinya

Memahami dan memenuhi lima baterai kasih sayang bukan hanya tugas orang tua, tapi sebuah bentuk tanggung jawab emosional untuk memastikan anak tumbuh dengan mental dan kepribadian yang sehat. Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam merasakan cinta, dan tugas orang tua adalah mengenali “baterai” mana yang paling dominan dalam diri anak mereka.

 

Orang tua yang bijak bukan hanya yang memberi fasilitas terbaik, tapi yang mampu hadir secara utuh—baik secara fisik maupun emosional. Karena cinta bukan hanya tentang memberi, tapi juga tentang memahami dan menemani. Dan anak yang tumbuh dengan cinta yang penuh, akan menjadi pribadi yang kuat dan penuh kasih pula kepada orang lain di masa depan. (oss/mgg)

 

Editor : Hakam Alghivari
Baterai Kasih Sayang rewel tantrum anak orang tua pola asuh dr aisah dahlan