RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masa pertumbuhan anak, terutama pada usia dini, merupakan fase yang sangat penting dan krusial untuk diperhatikan oleh orang tua. Periode 0–6 bulan sering disebut sebagai golden age, yaitu masa emas di mana otak bayi berkembang sangat pesat.
Pada masa ini, perkembangan motorik halus dan kasar mulai terlihat dan bisa dirangsang dengan berbagai cara. Oleh karena itu, memberikan stimulasi yang tepat sejak dini tidak hanya membantu mempercepat tumbuh kembang anak, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara orang tua dan buah hatinya.
Stimulasi dini adalah rangsangan yang diberikan pada bayi untuk mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, serta sosial-emosionalnya. Aktivitas ini sangat disarankan dilakukan secara rutin karena selain mengasah kecerdasan bayi, stimulasi juga menjadi momen berharga yang mempererat ikatan (bonding) antara orang tua dan anak.
Baca Juga: Menggali dan Mengembangkan Potensi Anak Sejak Dini: Peran Aktif Orang Tua dalam Pendidikan Anak
Dikutip dari kanal YouTube Parent University, terdapat beberapa jenis stimulasi yang dapat diberikan pada bayi berusia 0–6 bulan, di antaranya:
1. Sering Memeluk Bayi
Banyak orang tua hanya memeluk bayi saat ia menangis, padahal pelukan seharusnya menjadi rutinitas untuk membangun kedekatan. Pelukan hangat dan gendongan yang lembut memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi.
Gerakan ritmis saat menggendong juga memberikan efek seperti pijatan lembut yang bisa menenangkan dan merangsang perkembangan sensorik bayi. Selain itu, menggendong sambil berjalan-jalan di sekitar rumah dapat memberikan stimulasi visual dan pendengaran yang bermanfaat bagi bayi.
2. Beri Sesuatu untuk Dilihat
Ray Tsay M.D., Presiden dan Chief Medical Officer Children’s Health, menyebutkan bahwa bayi baru lahir hanya bisa melihat dalam jarak 20–30 cm dan itu pun masih buram. Mereka lebih mampu mengenali bentuk dan bayangan dibandingkan detail objek. Oleh karena itu, menempatkan bayi di berbagai sudut rumah dengan pemandangan yang berbeda bisa melatih penglihatannya.
Menggantung mainan berwarna cerah di atas tempat tidur bayi juga bisa merangsang visual bayi. Pastikan mainan tersebut dipindah-pindahkan secara berkala agar bayi tidak bosan dan mendapatkan pengalaman visual yang bervariasi.
3. Mengajak Berbicara
Meski bayi belum bisa merespons dengan kata-kata, berbicara kepadanya secara rutin sangat baik untuk perkembangan bahasanya kelak. Tempatkan keranjang atau boks bayi di area yang sering dilalui anggota keluarga agar setiap orang bisa menyapa atau berbicara dengannya.
Suara orang-orang terdekat akan menjadi stimulasi pendengaran dan membantu bayi mengenali intonasi serta pola bahasa. Aktivitas ini sederhana namun berdampak besar dalam menstimulasi perkembangan sosial dan emosional bayi.
4. Berikan Sesuatu untuk Diraba
Tekstur adalah salah satu sarana belajar yang penting bagi bayi. Memberikan berbagai macam benda dengan tekstur yang berbeda—seperti kain lembut, boneka berbulu, atau mainan karet—membantu bayi mengenali dan membedakan sensasi. Kegiatan ini juga melatih kemampuan motorik halus karena bayi menggunakan tangan dan jari-jarinya untuk meraba, meremas, atau menggenggam.
Baca Juga: Yuk Ajarkan Toilet Training dengan Cara Tepat! 5 Langkah Efektif Ini Bantu Si Kecil Lebih Mandiri
Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa stimulasi dini bukanlah kegiatan yang rumit atau mahal. Justru, stimulasi paling efektif dilakukan melalui interaksi sederhana sehari-hari yang dilakukan dengan penuh kasih sayang. Dengan stimulasi yang konsisten dan tepat, bayi tidak hanya tumbuh sehat secara fisik tetapi juga cerdas secara emosional dan sosial. Maka dari itu, mari manfaatkan masa emas ini sebaik mungkin demi masa depan anak yang gemilang. (oss/mgg)
Editor : Hakam Alghivari