Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bukan Cuma Disiplin! Ini Cara Orang Jepang Mendidik Anak yang Patut Ditiru Agar Anak Tangguh dan Bertanggung Jawab

Hakam Alghivari • Sabtu, 3 Mei 2025 | 13:45 WIB


ilustrasi orang Jepang yang memillih menggendong anaknya daripada memakai stroller
ilustrasi orang Jepang yang memillih menggendong anaknya daripada memakai stroller

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap negara memiliki gaya pengasuhan anak yang unik, dipengaruhi oleh budaya, nilai sosial, dan pandangan hidup masyarakatnya. Jepang, sebagai negara yang dikenal dengan kedisiplinan, ketertiban, dan penghormatan terhadap orang lain, memiliki pola pengasuhan yang menarik untuk diteladani. Para orang tua di Jepang tidak hanya fokus pada pertumbuhan fisik dan pendidikan formal anak-anak mereka, tetapi juga sangat memperhatikan pembentukan karakter, tanggung jawab, dan kesadaran sosial sejak usia dini.

 

Di tengah arus modernisasi dan gempuran teknologi yang membuat interaksi orang tua dan anak menjadi semakin minim, gaya parenting orang Jepang tetap menunjukkan nilai-nilai luhur yang layak dicontoh. Melansir dari laman Mommies Daily, berikut beberapa kebiasaan parenting khas Jepang yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para orang tua Indonesia.

 

1. Lembut dalam Bertutur dan Bertimbang Rasa

 

Anak-anak di Jepang sejak kecil dibiasakan untuk berbicara dengan lembut, sopan, dan memiliki timbang rasa terhadap orang lain. Kebiasaan ini ditanamkan melalui teladan dari orang tua dan lingkungan sekitar. Di tempat umum, mereka diajarkan untuk tidak membuat keributan, menjaga suasana tetap tenang, dan menghormati kenyamanan orang lain. Etika ini tidak hanya mencerminkan kepribadian yang baik, tetapi juga mendukung terciptanya masyarakat yang harmonis.

 Baca Juga: Kepala Bappeda Paparkan Potensi Geopark Bojonegoro dalam Pembekalan KKN Tematik Unigoro

2. Menjaga Ikatan Antar Generasi

 

Penghormatan terhadap orang yang lebih tua menjadi nilai penting dalam budaya Jepang. Orang tua membiasakan anak untuk berinteraksi dengan kakek-nenek mereka dan melibatkan mereka dalam kegiatan keluarga. Hal ini memperkuat ikatan emosional antar generasi serta menumbuhkan rasa hormat dan empati pada anak.

 

 

3. Hadir Sepenuhnya dalam Momen Bersama Anak

 

Kesibukan tidak menjadi alasan bagi orang tua Jepang untuk abai terhadap kehadiran mereka di tengah anak-anak. Mereka melatih kewaspadaan dan hadir secara penuh saat mendampingi anak. Dengan mengamati kebutuhan anak secara proaktif, mereka dapat mencegah potensi masalah serta membangun ikatan yang kuat dan penuh kepercayaan.

 

4. Ramah Lingkungan Sejak Dini

 

Dalam hal merawat bayi, orang tua Jepang memilih menggunakan handuk kecil yang bisa dicuci ulang untuk mengganti popok, dibandingkan tisu basah sekali pakai. Kebiasaan ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan sekaligus mengenalkan nilai-nilai keberlanjutan kepada anak-anak secara tidak langsung.

 Baca Juga: Mom, Jangan Panik! Ketahui Cara Mengatasi Anak Hiperaktif dengan 7 Strategi Positif Ini

5. Menanamkan Nilai Ketahanan Lewat Konsep “Menboku”

 

Menboku adalah konsep dalam budaya Jepang yang mengajarkan tentang rasa malu yang positif—mendorong anak untuk menjaga kehormatan diri dan tahan terhadap tekanan. Melalui prinsip ini, anak-anak dibiasakan untuk menghadapi tantangan dengan tabah, sabar, dan tidak mudah menyerah, sehingga karakter mereka terbentuk menjadi lebih kuat dan mandiri.

 

6. Melepas Sepatu Sebelum Masuk Rumah

 

Kebiasaan melepas sepatu sebelum masuk ke rumah adalah bentuk disiplin yang mengajarkan anak pentingnya menjaga kebersihan dan menghormati ruang bersama. Mereka juga diajarkan untuk menata sepatu dengan rapi, yang membentuk karakter tertib dan tanggung jawab.

 

7. Mengutamakan Kedekatan Fisik Lewat Skinship

 

Konsep skinship dalam pengasuhan di Jepang menekankan pentingnya kedekatan fisik antara orang tua dan anak, tanpa harus melulu melalui pelukan atau ciuman. Para ibu lebih memilih menggendong anak menggunakan kain gendongan daripada mendorong stroller. Kontak fisik yang erat ini memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak secara alami.

 Baca Juga: Ketahui 10 Kesalahan Parenting yang Sering Tak Disadari Orang Tua Ternyata Bisa Melukai Harga Diri Anak

8. Bertanggung Jawab Setelah Makan

 

Anak-anak Jepang sejak dini diajarkan untuk merapikan meja makan setelah selesai makan. Mereka tidak hanya membersihkan piring dan gelas mereka sendiri, tetapi juga menyatukan peralatan makan yang kotor dan membersihkan sisa makanan dari meja. Kebiasaan ini menanamkan nilai tanggung jawab, rasa hormat terhadap pelayanan orang lain, dan kebiasaan hidup bersih.

 

 

9. Merapikan Mainan Sendiri

 

Berbeda dengan kebiasaan menyerahkan urusan beres-beres kepada asisten rumah tangga, orang tua di Jepang membiasakan anak-anak untuk merapikan mainannya sendiri setelah digunakan. Kedisiplinan ini mengajarkan anak tentang tanggung jawab, pentingnya keteraturan, dan menghargai ruang bersama.

 

 

Pola asuh orang Jepang mengajarkan kita bahwa pengasuhan tidak hanya tentang menyediakan kebutuhan dasar anak, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter. Dari kebiasaan kecil seperti merapikan mainan hingga prinsip mendalam seperti menboku dan skinship, semua praktik tersebut memiliki tujuan yang sama: membentuk anak yang bertanggung jawab, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan dan sesama. Dengan meneladani beberapa kebiasaan positif ini, para orang tua di Indonesia bisa memperkaya cara mereka dalam mendidik anak, menciptakan generasi masa depan yang lebih beretika, disiplin, dan berbudi luhur. (oss/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#Kesadaran Sosial #sopan #karakter #jepang #tanggung jawab #parenting anak