BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Bojonegoro yang sebelumnya SMAN 2 Bojonegoro, tidak akan menerima siswa reguler mulai tahun ajaran 2025.
Alasannya, nomenklatur perubahan tersebut telah diturunkan. Sehingga, hanya menerima siswa khusus taruna-taruni.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Hidayat Rahman mengatakan, secara umum kuota SMAN 2 Bojonegoro sebanyak 324 siswa.
Namun, setelah berubah menjadi SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Bojonegoro. Untuk tahap pertama ini mengambil 200 siswa.
Sehingga, ada 124 (kuota) siswa yang nantinya akan ditaruh di sekolah terdekat, atau sekolah penyangga. Di antaranya, SMAN 1 Bojonegoro, SMAN 3 Bojonegoro, hingga SMAN Model Terpadu Bojonegoro.
‘’Untuk kurikulum akan dibahas dalam waktu dekat ini. Maka, akan ada guru dari SMAN 2 Bojonegoro dan guru-guru spesifik dari IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri). Kemudian, dari Kodam untuk pengasuh dan pelatihan,’’ bebernya.
Kepala SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Bojonegoro Sumarmin mengatakan, nomenklatur sudah berubah. Jadi, sudah tidak menerima siswa reguler. Untuk daya tampung nantinya terdapat 200 siswa, tidak boleh mengambil reguler.
‘’Jadi, khusus kelas 10 ini adalah taruna-taruni. Sementara, kelas 12 tetap jalan sampai nanti selesai,’’ ujarnya.
Menurutnya, untuk siswa SMAN 2 Taruna Pamong Praja ini tidak mengenal zona atau domisili. Sehingga, bebas dari warga manapun, bisa masuk.
Tidak dibatasi hanya untuk masyarakat Bojonegoro saja. Sekolah ini akan mulai efektif pada tahun ajaran 2025, yakni sekitar Maret-April mulai menerima siswa baru.
‘’Namanya sekarang bukan lagi penerimaan siswa didik baru (PPDB), tapi berubah menjadi seleksi penerimaan murid baru (SPMB),’’ tandasnya.
Sama seperti sekolah pada umumnya, masa pembelajaran di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Bojonegoro ini juga selama tiga tahun.
Dia menyampaikan, poin plusnya hanya pada kemitraan. Untuk pengasuh dan pelatih sementara dengan TNI AD.
‘’Pada 27 Februari ini insya Allah akan menyusun perjanjian kerjasama (PKS) dengan TNI AD. Cuma TNI AD menunjuk dengan yang mana, kodim, korem, itu belum,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana