RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program pemerintah makan bergizi gratis (MBG) mulai diluncurkan di Kabupaten Bojonegoro. Sebagai salah satu daerah dari 26 provinsi yang serentak turut meresmikan pelaksanaan program MBG, realisasi program tersebut dimulai di Kabupaten Bojonegoro melalui pembukaan Dapur Sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Taman Rajekwesi Senin pagi (6/1). Dapur SPPG tersebut dapat memasok hingga 3.000 porsi menu untuk pelajar, balita dan ibu hamil.
Pada hari pertama pelaksanaan program MBG, menu yang disediakan dapur SPPG Taman Rajekwesi diantaranya ayam teriyaki, sup makaroni, tahu krispi dan melon. Sesuai dengan rancangan awal program MBG, susu segar menjadi minuman pendamping menu tersebut.
“Dapur Sehat ini akan menyediakan sekitar 3.000 porsi makanan bergizi per hari, khusus untuk pelajar, balita dan ibu hamil,” jelas Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Czi Arief Rochman Hakim yang hadir pada peresmian Dapur SPPG.
Selain di kompleks Taman Rajekwesi yang tidak jauh dari Kodim 0813 Bojonegoro, nantinya direncanakan pula SPPG tambahan yang akan dibangun secara bertahap untuk membantu pelayanan pelaksanaan program MBG.
“Di Bojonegoro sendiri jika siswanya ada 240 ribu sekian, (nantinya) ada 86 titik Dapur Sehat yang tersebar di seluruh kecamatan. Kemudian ada juga tambahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro sebagai upaya penanganan stunting. Untuk itu kita akan menyiapkan 125 titik Dapur Sehat,” lanjut Letkol Arief.
Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Adriyanto menyambut baik pembukaan Dapur SPPG, serta menyatakan siap mendukung pelaksanaan program MBG.
“Pemkab Bojonegoro siap mendukung program Makan Sehat Bergizi, dan siap menyediakan tempat untuk pendirian Dapur Sehat dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan menurunkan stunting,” klaim Adriyanto.
Senada dengan Adriyanto, Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar juga berharap pembukaan Dapur SPPG dan program MBG memberikan solusi tidak hanya untuk penerima program saja, namun juga masyarakat luas.
“Kami berharap selain program ini menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas, program juga akan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Umar. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana