BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Manfaat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro semakin dirasakan mahasiswa. Bahkan, penerima beasiswa mengalami kenaikan setiap tahun. Meliputi, beasiswa sepuluh sarjana perdesa, scientist, dan beasiswa tugas akhir.
Berdasar data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, serapan beasiswa yang disediakan oleh Pemkab Bojonegoro mengalami kenaikan setiap tahun. Di antaranya, pada 2020 serapan beasiswa hanya sekitar Rp 1 miliar. Naik menjadi Rp 1.2 miliar pada 2021. Kemudian, menjadi Rp 4.9 miliar pada 2022. Mengalami kenaikan cukup drastis pada 2023 sebanyak Rp 13.4 miliar. Dan, kembali mengalami kenaikan per-September tahun ini sudah sekitar Rp 18.6 miliar beasiswa pemkab yang terserap.
‘’Sekarang lebih banyak yang mengakses, dibanding tahun sebelumnya. Bahkan Rp 18,6 miliar ini akan bertambah karena masih ada pencairan di 2-b (tahap dua),’’ ujar Sekretaris Disdik Bojonegoro Lukiswati.
Dia menyampaikan, berbeda dengan tahun sebelumnya, pencairan beasiswa hanya dilakukan dua kali dalam satu tahun. Pada tahun ini, pencairan beasiswa dilakukan selama empat kali dalam satu tahun.Yakni, setiap semester dilakukan dua tahap pencairan. Meliputi, pencairan 1-a, 1-b, 2-a, dan 2-b.
‘’Dibuat seperti itu karena setiap perguruan tinggi tidak sama dalam penerbitan KHS. Sehingga, yang sudah mengumpulkan bisa dicairkan lebih dulu. Sedangkan, yang belum bisa pada tahap dua. Jadi, yang sudah ada KHS tidak lama menunggu. Semuanya demi pelayanan,’’ jelasnya.
Dia berharap, tersedianya beasiswa dari Pemkab Bojonegoro ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagi para penerima juga diharap dapat menggunakan beasiswa dengan sepatutnya. Kuliah dan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
‘’Program beasiswa masih ada, monggo dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin,’’ tuturnya.
Cantika mahasiswa Universitas Bojonegoro merasa, senang dan bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk mendapat beasiswa dari Pemkab Bojonegoro hingga saat ini. Terlebih, mengingat jumlah pendaftar saat ini jauh lebih banyak dibanding sebelumnya.
‘’Saya mendapat beasiswa sesuai dengan UKT, yakni sekitar Rp 3,9 juta. Senang dan bersyukur karena dapat meringankan beban orang tua dalam membayar UKT,’’ katanya. (*/ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana