CEPU, Radar Bojonegoro - Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., M.Si. melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Cepu Jumat lalu (13/10). Kunjungan dalam rangka Deklarasi Sekolah Anti Perundungan, Kekerasan Fisik, Kekerasan Psikis, Kekerasan Seksual, Diskriminasi dan Intoleransi serta Kebijakan yang mengandung Kekerasan.
Kacabdin didampingi Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, S.T., M.M.; Camat Cepu, Budiman, S.STP., M.M.; serta Lurah Cepu, Sri Suhartini, S.Pd.
Deklarasi anti kekerasan upaya memberantas kekerasan dan perundungan di sekolah. Terutama di SMA Negeri 1 Cepu. Terdapat enam jenis kekerasan di sekolah, seperti perundungan, kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, diskriminasi, dan intoleransi serta kebijakan yang mengandung kekerasan.
Rangkaian kegiatan dimulai lomba poster dan yel-yel per kelas bertema enam kekerasan di sekolah. Juga kampanye sekolah anti enam kekerasan di sepanjang jalan Kota Cepu membawa poster anti perundungan, kekerasan, dan intoleransi. Di Taman Tuk Buntung dikomando Curva Boys Smansa berorasi dan bernyanyi menggelorakan sekolah menolak keras enam kekerasan.
Deklarasi dipusatkan di SMA Negeri 1 Cepu. Diawali apel pagi dipimpin Kepala SMA Negeri 1 Cepu, Bekti Ratna Timur Astuti, S.Kom., M.Pd., yang membacakan Ikrar Ayo Rukun diikuti seluruh warga sekolah. Dilanjutkan penandatanganan deklarasi menolak enam kekerasan di sekolah sebagai awal komitmen SMA Negeri 1 Cepu memberantas aksi enam kekerasan di lingkungan sekolah.
Lalu, digelar SALLY (Senam Anti Bully) dengan gerakan simbolis anti kekerasan bersama seluruh warga sekolah. Dipandu Muntiati, S.Pd, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Disambung yel-yel anti enam kekerasan dipelopori siswa tergabung suporter Futsal SMA Negeri 1 Cepu atau Curva Boys SMANSA. Penampilan Curva Boys SMANSA diawali mini drama adegan perundungan, dilanjut seluruh peserta serempak mengucapkan yel-yel anti perundungan.
Dilanjutkan sarapan bersama menggunakan daun sebagai wadah makanan. Bertujuan mengurangi limbah plastik, serta bentuk peduli lingkungan. Yanuar Andika S.Pd, Guru PJOK menyampaikan informasi pada seluruh siswa pentingnya sarapan sebelum sekolah dan aktivitas di pagi hari.
“Sekolah tempat kedua para siswa menghabiskan waktu belajar. Sehingga, harus menjadi tempat nyaman, aman, dan menyenangkan kegiatan belajar mengajar. Guna mendapatkan kenyamanan dan keamanan belajar para siswa harus jauh dari perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi,” jelas Kepala SMA Negeri 1 Cepu Ratna.
Kegiatan ditutup penampilan Band Sally serta atraksi Drum Corps Gita Patra Bhakti SMAN 1 Cepu membawakan Mars Ayo Rukun ciptaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd dan beberapa lagu lain. Semoga memotivasi seluruh warga sekolah lebih waspada terhadap perkataan dan tindakan dalam berinteraksi dengan orang lain. Ayo Rukun, Stop Kekerasan, Stop Perundungan dan Enam Jenis Kekerasan di Sekolah. SMA Negeri 1 Cepu, Terdepan Untuk Juara, Ayo Rukun.
“Salah satu upaya menciptakan sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan kami menyelenggarakan Deklarasi Sekolah Anti Enam Kekerasan. Karena semakin marak aksi kekerasan di lingkungan sekolah menimbulkan efek negatif, baik pelaku maupun korban. Mari bebaskan SMA Negeri 1 Cepu dari enam kekerasan di satuan pendidikan. Ayo Rukun,” pesan Ratna. (*/irv)
Editor : Hakam Alghivari