Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Rehab Gedung Sekolah Dasar Di Lamongan Rerata 80 Persen

Hakam Alghivari • Senin, 2 Oktober 2023 | 20:30 WIB
TERAS DEPAN: SEKOLAH DASAR (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
TERAS DEPAN: SEKOLAH DASAR (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

 

LAMONGAN, Radar Lamongan - Rehab gedung sebanyak 24 sekolah dasar (SD) rerata mencapai 80 persen. Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif menjelaskan, untuk rehab gedung SD ditangani oleh sekolah masing-masing.

Kegiatannya beragam, mulai rehab toilet, perbaikan kelas, hingga pembangunan perpustakaan. Masing-masing kegiatan dikucuri dana maksimal Rp 200 juta, serta beberapa kegiatan nilainya ada yang di bawah itu.

‘’Sistemnya swakelola dilakukan oleh lembaga, sehingga laporannya langsung ke pusat karena bantuan DAK (dana alokasi khusus, Red),” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (1/10).

Munif mengatakan, secara teknis pekerjaan dari lembaga. Kegiatannya rehab sedang dan berat. Sedangkan, untuk rehab ringan bisa menggunakan dana BOS. Rehab ringan misalnya pembaruan cat, atau perbaikan atap yang sekiranya bisa dikaver dengan dana BOS.

Menurut dia, peningkatan infrastruktur SD terus dilakukan dengan harapan minat untuk sekolah ke SD tinggi. Selain itu, untuk rehab yang mendapatkan bantuan pusat biasanya kategori berat. Rerata dari satu lembaga bisa dua hingga tiga kegiatan rehab tapi ketentuannya dari pusat.

‘’Semua sekolah bisa mengusulkan karena secara sistem, kemudian pusat (Kementrian, Red) akan melakukan verifikasi mana yang lebih mendesak,” terangnya.

Munif menuturkan, infrastruktur pendidikan terus diperbaiki. Selain bidang sarana prasarana, juga peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik. Sehingga harapannya ketika 2045 nanti, Lamongan sudah bisa menghasilkan generasi emas yang unggul dan berdaya saing.

Saat ini untuk jumlah lulusan SD masih tinggi sekitar 8.926 siswa. Hal ini berarti angka harapan sekolah masih tinggi, yang dipastikan akan terus tumbuh karena angka putus sekolah juga hampir tidak ada.

‘’Kita ada program beasiswa hingga kejar paket untuk menurunkan angka putus sekolah di Lamongan,” pungkasnya. (rka/ind)  

Editor : Hakam Alghivari
#DAK #SD #rehab #pembangunan #Siswa #Dana BOS #gedung sekolah #Infrastruktur #Sekolah