BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Minat kuliah di kampus lokal dinilai belum mengalami peningkatan signifikan. Rerata lulusan sekolah menengah pertama (SMA) sederajat lebih memilih melanjutkan kuliah ke luar kota. Atau lulusan memilih bekerja.
Sementara di Bojonegoro terdapat 15 kampus lokal. Kampus-kampus berharap semua pihak, terutama pemkab memaksimalkan peran membantu minat kuliah calon mahasiswa di kampus lokal. Tergantung tren. Tidak semua calon mahasiswa minat kuliah di kampus lokal,” tutur Ketua Yayasan Widya Gara Bojonegoro Sukarni, Kamis (6/7).
Dia mengatakan, semakin lama minat kuliah di Bojonegoro mengalami kenaikan sekitar 25 persen. Hanya, dinilai belum signifikan. Karena 40 persen dari lulusan SMA sederajat lebih memilih melanjutkan pendidikan atau berkuliah di luar kota. Sedangkan, 60 persen lainnya bekerja,” klaim pimpinan Universitas Terbuka (UT) Bojonegoro tersebut.
Sehingga peluang kampus lokal menarik mahasiswa dianggap minim. Hanya di beberapa kampus swasta di Bojonegoro dianggap sebagai jujugan pertama. Apabila pendidikan masyarakat tinggi dan pola pikir terbentuk, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Berkaitan indeks pembangunan manusia (IPM),” ujarnya.
Beragam beasiswa dari APBD Bojonegoro, setidaknya bisa memacu lulusan SMA sederajat kuliah. Bahkan, semakin ramai dan tingginya minat calon mahasiswa berkuliah lokal dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Mulai tempat kos, rumah amakan, hingga warung kopi. Tentunya perputaran ekonomi kembali lagi di masyarakat dan menguntungkan,” jelasnya. (yna/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto