RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kondisi mesin mobil tidak hanya dipengaruhi oleh usia kendaraan atau jarak tempuh. Kebiasaan pengemudi saat menggunakan mobil sehari-hari juga dapat menentukan seberapa awet komponen mesin.
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali dapat membuat komponen mesin bekerja lebih berat. Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penurunan performa hingga kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan cukup besar.
Baca Juga: Mesin Motor Sering Overheat ? Ini 7 Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Berikut lima kebiasaan pengemudi yang sebaiknya dihindari agar mesin mobil tetap terjaga:
1. Sering Menginjak Pedal Gas Secara Mendadak
Menginjak pedal gas dalam-dalam secara tiba-tiba, terutama ketika mesin belum mencapai suhu kerja optimal, dapat membuat mesin bekerja lebih keras.
Kebiasaan ini juga membuat komponen mesin mengalami perubahan beban secara mendadak. Sebaiknya pengemudi meningkatkan kecepatan secara bertahap dan memberikan waktu bagi mesin untuk bekerja secara optimal.
2. Mengabaikan Jadwal Ganti Oli
Oli memiliki peran penting dalam melumasi sekaligus membantu mengurangi gesekan antar-komponen mesin. Ketika oli sudah terlalu lama digunakan, kualitasnya dapat menurun sehingga kemampuan pelumasannya tidak lagi optimal.
Karena itu, penggantian oli sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan, baik berdasarkan jarak tempuh maupun periode waktu.
3. Sering Membiarkan Tangki Bahan Bakar Hampir Kosong
Kebiasaan berkendara dengan bahan bakar yang selalu berada di level sangat rendah sebaiknya dihindari. Pada kondisi tertentu, hal tersebut dapat membuat sistem bahan bakar bekerja lebih keras.
Selain itu, pengemudi juga berisiko kehabisan bahan bakar di perjalanan. Mengisi bahan bakar sebelum indikator menunjukkan kondisi sangat minim merupakan kebiasaan yang lebih aman.
4. Mengabaikan Lampu Indikator di Dashboard
Lampu indikator pada dashboard bukan sekadar hiasan. Kemunculan indikator tertentu dapat menjadi tanda adanya masalah pada mesin atau sistem kendaraan.
Menunda pemeriksaan ketika indikator menyala dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius. Jika muncul indikator yang tidak biasa, sebaiknya segera periksa kendaraan di bengkel.
Baca Juga: Adu Mekanik Motor Bebek Sport Kesayangan Tongkrongan: CS1 vs Satria FU vs Jupiter MX, Mana Jagoanmu?
5. Tetap Memaksa Mobil ketika Mesin Mengalami Masalah
Sebagian pengemudi memilih tetap menggunakan mobil meskipun sudah muncul gejala seperti mesin pincang, suara tidak normal, suhu mesin meningkat, atau performa menurun.
Memaksakan kendaraan dalam kondisi tersebut justru berpotensi memperparah kerusakan. Jika muncul gejala yang tidak biasa, sebaiknya mobil segera diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Menjaga Kebiasaan Berkendara
Merawat mesin mobil tidak hanya dilakukan ketika kendaraan sudah mengalami kerusakan. Kebiasaan berkendara yang lebih halus, melakukan servis secara berkala, menggunakan oli sesuai spesifikasi, serta tidak mengabaikan tanda-tanda kerusakan dapat membantu menjaga performa mesin.
Dengan perawatan dan cara berkendara yang tepat, potensi kerusakan mesin dapat diminimalkan sekaligus membantu memperpanjang usia pakai kendaraan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko