3 Poin Inti QJMotor SRK 250 RA:
-
Sensasi Balap Rasa Skutik: Berkat transmisi tipe balap AMT, motor ini menghilangkan tuas kopling dan pedal persneling, lalu memindahkan fungsi rem belakang ke tuas tangan sebelah kiri.
-
Kaki-Kaki & Desain Khas Moge Eropa: Tampil sangat eksklusif dengan Single Sided Swing Arm (mono arm), suspensi depan Upside-Down (USD), serta winglet aerodinamis yang jarang ditemui di kelas 250 cc.
-
Performa & Fitur Elektronik Premium: Menggendong mesin 2 silinder segaris (249 cc), panel instrumen TFT 5 inci full color, Launch Control, hingga sensor tekanan ban real-time (TPMS).
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 baru saja diguncang oleh kehadiran penantang baru di kelas 250 cc, yakni QJMotor SRK 250 RA.
Menariknya, motor sport full fairing yang dibanderol seharga Rp74,99 juta (OTR Jakarta) ini sukses mendobrak dominasi pabrikan Jepang lewat teknologi Automated Manual Transmission (AMT) 6-percepatan.
Artinya, kamu bisa merasakan sensasi ngebut ala motor sport dua silinder bertenaga 35,4 hp, tetapi dengan kemudahan operasional mutlak tanpa tuas kopling dan persneling layaknya mengendarai skuter matik.
Desain Agresif dan Ergonomi yang Bersahabat
Secara tampilan, QJMotor SRK 250 RA memancarkan aura motor gede (moge) yang sangat kuat. Fasad depannya mengusung empat proyektor LED berpadu dengan DRL berbentuk alis tajam, windshield mungil, dan spion model baplang. Kehadiran winglet di sisi fairing bukan sekadar pemanis kosmetik, melainkan komponen fungsional penambah stabilitas di kecepatan tinggi.
Di bagian buritan, daya tarik utamanya terletak pada penggunaan mono arm yang membuat pelek belakang terekspos penuh, ditambah knalpot underbelly yang bersembunyi rapi di bawah mesin. Dari segi ergonomi, tinggi joknya menyusut ke angka 785 mm saat diduduki, membuat kakimu lebih mudah menapak. Kapasitas tangki 16 liter dan posisi setang under yoke yang tidak terlalu merunduk bikin motor ini sangat bersahabat buat diajak komuter harian atau touring santai menyusuri rute antarkota di kawasan Bojonegoro dan sekitarnya tanpa bikin pinggang cepat pegal.
Mesin Bertenaga dengan Transmisi Cerdas AMT
Di sektor dapur pacu, motor ini dibekali mesin 249 cc, 2 silinder segaris, DOHC 8 katup berpendingin cairan. Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimum 35,4 hp pada 12.750 rpm dan torsi puncak 23 Nm di 9.750 rpm.
Baca Juga: Gila! 5 Motor Sport 2-Tak Ini Dulu Raja Jalanan, Sekarang Harganya Tembus Ratusan Juta!
Inovasi paling revolusioner tentu ada pada transmisi AMT-nya. Kamu bisa memilih dua mode berkendara:
-
Mode Drive (D): Gigi berpindah secara otomatis mengikuti putaran mesin hanya dalam waktu 0,1 detik, menghasilkan laju yang mulus tanpa hentakan kasar.
-
Mode Manual (M): Kamu bisa mengontrol perpindahan gigi secara presisi melalui tombol (+/-) di sakelar kiri. Sistem cerdasnya akan mencegah gigi berpindah jika putaran mesin belum ideal demi menjaga keawetan komponen.
Buat kamu yang suka akselerasi instan, fitur Launch Control siap memanjakanmu. Cukup tahan rem, putaran mesin akan tertahan otomatis di 8.000 rpm, dan motor siap melesat sempurna sesaat setelah tuas rem kamu lepas.
Kaki-Kaki Mewah dan Fitur Elektronik Melimpah
Bicara soal pengereman dan kaki-kaki, spesifikasinya terbilang mewah untuk kelas 250 cc. Menggunakan pelek dual tone berbalut ban radial Maxxis Supermaxx, motor ini ditopang suspensi depan USD berdiameter besar dan monoshock dengan setelan preload di belakang. Pengeremannya dikawal cakram depan 320 mm semi floating dengan kaliper radial monoblock 4 piston, ditambah fitur pengereman ABS Dual Channel dan Traction Control System (TCS) untuk keamanan ekstra.
Area kokpit tak kalah modern dengan sematan layar TFT 5 inci yang menampilkan indikator lengkap termasuk suhu mesin dan TPMS. Untuk kebutuhan mobilitas masa kini, tersedia juga colokan fast charging USB Type-C dan Type-A.
Hadir dalam dua pilihan warna elegan (Vitality Red dan Day & Night Black), QJMotor SRK 250 RA adalah paket super lengkap yang sangat layak dipertimbangkan jika kamu mendambakan motor sport futuristis tanpa mau repot memikirkan tarikan kopling manual. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko