RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Motor terasa berat saat diajak berakselerasi tidak selalu berarti mesinnya bermasalah. Dalam banyak kasus, tenaga mesin sebenarnya masih bekerja normal, tetapi tidak tersalurkan secara optimal ke roda.
Keluhan ini bisa muncul pada motor matik maupun bebek dan sport. Penyebabnya pun cukup beragam, mulai dari tekanan ban, sistem pemindah tenaga hingga komponen yang mengalami keausan. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan mesin harus dibongkar ketika tarikan mulai terasa berat.
Baca Juga: 5 Motor Lawas 150 Cc dengan Teknologi Canggih pada Zamannya, Ada Sejak 2000-an
Tekanan Ban Kurang Bisa Membuat Motor Terasa Berat
Hal paling sederhana justru sering terlewat, yakni tekanan ban. Ban yang kekurangan angin membuat hambatan gulir meningkat sehingga motor membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak.
Yamaha juga menjelaskan bahwa tekanan ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi respons kendaraan, termasuk membuat kemudi terasa lebih berat ketika tekanan terlalu rendah. Karena itu, sebelum mencari masalah yang lebih rumit, periksa tekanan ban dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
Pada Motor Matik, Cek CVT
Jika motor matik tiba-tiba terasa berat, sistem CVT menjadi salah satu bagian yang patut diperiksa. CVT bertugas meneruskan tenaga mesin ke roda belakang sekaligus mengubah rasio secara otomatis.
Debu dan sisa material kampas dapat menumpuk di dalam rumah CVT. Roller yang aus, v-belt yang mulai menurun kondisinya atau kampas kopling yang permukaannya bermasalah juga bisa membuat akselerasi melemah. Gejalanya antara lain tarikan awal berat, getaran, suara dari area CVT atau putaran mesin naik tetapi laju motor tidak sebanding.
Baca Juga: 5 Motor Bebek yang Sebenarnya Eksperimen Berani Pabrikan
Pada kondisi seperti ini, mesin belum tentu bermasalah. Tenaganya bisa saja tetap tersedia, tetapi transmisi tidak mampu menyalurkannya secara optimal.
Rantai dan Gir Juga Bisa Membuat Tarikan Berat
Untuk motor bebek dan sport, perhatian perlu dialihkan ke rantai serta gir. Rantai merupakan bagian yang menyalurkan tenaga dari transmisi menuju roda belakang. Jika kondisinya terlalu kendor, terlalu kencang, kering atau sudah aus, penyaluran tenaga dapat terganggu.
Suzuki menyebut rantai yang terlalu kendur dapat membuat tenaga terasa berkurang. Sebaliknya, rantai yang terlalu kencang juga meningkatkan tekanan dan mempercepat keausan komponen.
Karena itu, jangan hanya melihat apakah rantai masih bisa digunakan. Kondisi pelumasan, ketegangan dan gir juga perlu diperiksa bersama.
Filter Udara dan Pembakaran Jangan Diabaikan
Mesin membutuhkan udara dan bahan bakar dalam jumlah yang tepat untuk menghasilkan tenaga. Filter udara yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara, sementara gangguan pada sistem bahan bakar atau pembakaran juga dapat membuat respons gas menurun.
Jika tarikan berat disertai gejala lain seperti mesin tersendat, putaran tidak stabil atau sulit mencapai putaran tinggi, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada sistem penggerak. Filter udara, busi dan sistem bahan bakar juga perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan.
Baca Juga: 5 Motor Bebek Lawas yang Mesinnya Terkenal Halus Tarikannya Spontan
Beban Motor Juga Berpengaruh
Tarikan motor memang akan terasa berbeda ketika membawa penumpang atau barang lebih banyak, terutama saat melewati tanjakan. Ini bukan selalu tanda kerusakan.
Semakin besar beban yang harus digerakkan, semakin besar pula torsi yang dibutuhkan. Yamaha menjelaskan bahwa motor dengan kapasitas tertentu memiliki batas kemampuan dalam menghasilkan torsi, sehingga tambahan beban secara alami membuat akselerasi dan kemampuan menanjak terasa lebih berat.
Karena itu, penting membedakan antara tarikan yang memang berat karena kondisi penggunaan dengan tarikan yang berubah dibandingkan biasanya.
Jangan Langsung Menuduh Mesinnya Rusak
Jika sebelumnya motor terasa ringan tetapi tiba-tiba menjadi berat, pemeriksaan sebaiknya dimulai dari bagian yang paling sederhana. Cek tekanan ban, kondisi rem, lalu lihat rantai dan gir pada motor manual atau CVT pada motor matik.
Setelah itu, periksa komponen perawatan seperti filter udara dan busi. Jika tarikan tetap berat atau muncul suara aneh, getaran berlebihan, mesin cepat panas atau putaran mesin naik tanpa diikuti laju yang sebanding, motor sebaiknya diperiksa di bengkel.
Jadi, tarikan berat tidak otomatis berarti mesin rusak. Sering kali persoalannya justru berada pada bagian yang bertugas menyalurkan tenaga mesin hingga menjadi gerakan di roda. Mengenali gejalanya sejak awal bisa membantu pemilik menentukan bagian mana yang perlu diperiksa, sekaligus mencegah kerusakan kecil berkembang menjadi lebih besar. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari