3 Poin Inti Honda Scoopy Bekas:
-
Rentang Harga Bervariasi: Harga pasaran Scoopy bekas merentang dari Rp5,5 juta untuk tahun 2010 hingga Rp20 juta untuk tahun 2022, yang bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi fisik dan pajaknya.
-
Inspeksi Ketat Sebelum Membeli: Kamu wajib memeriksa nomor rangka, kehalusan mesin, kondisi kelistrikan, hingga keabsahan dokumen penting seperti STNK dan BPKB agar terhindar dari motor bermasalah.
-
Pelopor Skutik Klasik-Modern: Dirilis pertama kali oleh PT Astra Honda Motor (AHM) pada Mei 2010, Scoopy sukses mencuri perhatian lewat desain retro membulat yang konsisten dipertahankan hingga generasi kelimanya pada 2020.
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Motor matic bergaya retro incaran banyak kalangan, Honda Scoopy bekas, kini bisa kamu pinang dengan kisaran harga mulai dari Rp5 jutaan untuk tahun produksi awal seperti 2010 hingga menyentuh angka Rp20 jutaan untuk keluaran tahun 2022, tergantung pada kondisi fisik unit dan kelengkapan surat-suratnya.
Skuter matic berdimensi kompak ini senantiasa menjadi primadona di pasar motor seken berkat kenyamanan berkendara serta karakternya yang lincah dan ikonik.
Rincian Harga Pasaran Honda Scoopy Bekas (2010–2022)
Bagi kamu yang sedang berburu skuter matik bergaya klasik ini, mengetahui patokan harga pasaran sangat penting agar tidak salah dalam menyiapkan budget. Berikut adalah kisaran harga Honda Scoopy bekas dari berbagai tahun pembuatan:
-
Tahun 2010: Rp5,5 juta – Rp6,9 juta
-
Tahun 2011: Rp6 juta – Rp8 juta
-
Tahun 2012: Rp6,5 juta – Rp8,5 juta
-
Tahun 2013: Rp7 juta – Rp9 juta
-
Tahun 2014: Rp8 juta – Rp10 juta
-
Tahun 2015: Rp9 juta – Rp11 juta
-
Tahun 2016: Rp10 juta – Rp12 juta
-
Tahun 2017: Rp10,5 juta – Rp13 juta
-
Tahun 2018: Rp11 juta – Rp15 juta
-
Tahun 2019: Rp12 juta – Rp16 juta
-
Tahun 2020: Rp13 juta – Rp18 juta
-
Tahun 2021: Rp14 juta – Rp19 juta
-
Tahun 2022: Rp15 juta – Rp20 juta
Baca Juga: Cuma Punya Rp3 Jutaan? Ini 6 Motor Matic Bekas 'Anti-Ngos-ngosan' Buat Harianmu!
Catatan: Harga di atas bersifat fluktuatif dan bisa berbeda di setiap wilayah, sangat bergantung pada kondisi fisik, keaslian surat, serta status pajak kendaraan.
Panduan Penting Cek Kondisi Fisik Sebelum Membeli
Jangan langsung tergiur dengan harga murah yang ditawarkan penjual. Pastikan kamu melakukan pemeriksaan menyeluruh agar kendaraan yang kamu bawa pulang benar-benar layak jalan:
-
Cek Rangka: Periksa kondisi fisik rangka secara teliti. Pastikan nomor rangka yang tertera pada bodi benar-benar sama dan sinkron dengan data di BPKB dan STNK untuk menghindari bekas tabrakan parah.
-
Cek Bodi & Cat: Perhatikan panel samping, knalpot, dan bodi keseluruhan. Pastikan warna cat seragam serta bebas dari goresan atau retakan besar yang mencolok.
-
Cek Mesin: Nyalakan mesin dan dengarkan suaranya. Mesin yang sehat akan berputar dengan halus tanpa bunyi mencurigakan, bebas dari asap aneh, serta tidak ada kebocoran cairan atau oli.
-
Cek Kelistrikan: Uji fungsi seluruh komponen kelistrikanmu, mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu sein, hingga klakson.
-
Cek Kaki-kaki & Surat: Pastikan suspensi tidak bocor, ban masih beralur tebal, rem pakem, serta kelengkapan surat seperti STNK dan BPKB sah dengan pajak aktif.
Luangkan waktu untuk melakukan test drive guna merasakan langsung respons tarikan mesin dan kestabilannya di jalan, lalu lakukan negosiasi harga yang wajar berdasarkan temuan pemeriksaanmu.
Sekilas Sejarah Honda Scoopy di Tanah Air
Kehadiran Honda Scoopy di Indonesia dimulai pada bulan Mei 2010 ketika PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan skuter matik berkonsep klasik modern ini.
Di tengah dominasi motor-motor sezaman yang mengusung gaya sporty dan agresif, seperti Yamaha Mio atau Suzuki Spin, Scoopy tampil beda berkat bodi membulat bernuansa retro.
Baca Juga: Jangan Asal Beli Motor Bekas, 7 Bagian Ini Wajib Dicek
Meskipun kompetitor asal pabrikan lain seperti Yamaha Fino baru menyusul masuk ke Indonesia pada tahun 2012, desain unik ala Scoopy terbukti sangat kuat dan terus dipertahankan hingga generasi kelimanya yang dirilis pada tahun 2020. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko