Baterai Motor Listrik Bisa Awet Berapa Tahun?

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Motor listrik ICON E dari Honda jadi pilihan ideal? (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Motor listrik ICON E dari Honda jadi pilihan ideal? (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Baterai menjadi salah satu komponen yang paling sering dipertanyakan calon pembeli motor listrik.

Wajar, sebab komponen ini merupakan sumber tenaga utama sekaligus salah satu bagian penting yang menentukan biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Mau Beli Motor Listrik? Kenali Perbedaan Sewa, Beli, dan Swap Baterai untuk Pekerja hingga Ojol

Lantas, baterai motor listrik bisa bertahan berapa tahun?

Jawabannya, tidak bisa dipukul rata. Perkembangan teknologi baterai membuat usia pakai tidak cukup ditentukan hanya berdasarkan hitungan tahun. Kondisi baterai, jarak tempuh, pola penggunaan, hingga sistem pengelolaan baterai ikut menjadi pertimbangan.

Produsen motor listrik di Indonesia bahkan kini mulai menggunakan kapasitas kesehatan baterai atau State of Health (SoH) sebagai salah satu acuan untuk menentukan kondisi baterai.

Baca Juga: 7 Motor Touring Paling Nyaman untuk Perjalanan Jauh: Bebas Pegal Melibas Ratusan Kilometer!

ESDM Pernah Menyebut 4-5 Tahun

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pernah memberikan gambaran mengenai usia baterai motor listrik pada 2017.

Saat itu, ESDM menyebut baterai yang digunakan pada motor listrik Viar Q1 dapat bertahan sekitar 4 sampai 5 tahun.

Namun, angka tersebut sudah berusia hampir satu dekade sehingga tidak tepat jika langsung dijadikan patokan untuk seluruh motor listrik yang beredar pada 2026.

Teknologi kendaraan listrik dan baterai telah berkembang sejak saat itu, termasuk dari sisi kapasitas, sistem manajemen baterai dan perlindungan terhadap baterai.

Teknologi Sekarang Punya Perlindungan Lebih Panjang

Gambaran yang lebih baru dapat dilihat dari produk motor listrik yang dipasarkan di Indonesia.

ALVA, misalnya, saat ini memberikan garansi baterai untuk kepemilikan pribadi selama 3 tahun atau 25.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu.

Khusus ALVA N3 Next Gen, garansi baterai diperpanjang menjadi 4 tahun atau 50.000 kilometer. Ketentuan tersebut tercantum dalam informasi garansi ALVA yang diperbarui pada Juni 2026.

Baca Juga: 5 Motor Sport 250 CC Paling Buas di Aspal, Mana Pilihanmu?

Garansi tersebut tentu bukan berarti baterai hanya bisa digunakan selama empat tahun. Garansi merupakan periode perlindungan produsen terhadap komponen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Namun, angka tersebut setidaknya memberikan gambaran bahwa produsen saat ini memberikan perlindungan baterai yang cukup panjang kepada konsumen.

Kondisi Baterai Lebih Penting daripada Usia

Perkembangan lain terlihat dari cara produsen menentukan kondisi baterai.

Dalam kontrak skema baterai sewa ALVA, misalnya, terdapat ketentuan mengenai State of Health (SoH).

Baca Juga: 5 Fakta Insentif Motor Listrik Prabowo

ALVA menyatakan baterai dapat diganti tanpa biaya tambahan dalam kondisi tertentu apabila SoH berada di bawah 80 persen dari kapasitas awal, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pelanggan.

Ini menunjukkan bahwa pertanyaan mengenai umur baterai tidak cukup dijawab dengan berapa tahun.

Baterai yang sudah digunakan beberapa tahun belum tentu memiliki kondisi yang sama dengan baterai lain pada usia serupa. Sebaliknya, baterai yang mengalami penurunan kapasitas juga tidak otomatis berarti sudah rusak total.

Jadi, Baterai Motor Listrik Bisa Bertahan Berapa Lama?

Untuk motor listrik yang beredar saat ini, tidak ada satu angka umur baterai yang dapat diberlakukan untuk semua merek dan model.

Data ESDM pada 2017 memberikan gambaran 4-5 tahun untuk baterai Viar Q1 pada masa tersebut. Sementara produk yang lebih baru menunjukkan adanya garansi baterai hingga empat tahun atau 50.000 kilometer pada model tertentu.

Karena teknologi terus berkembang, angka lama tidak sebaiknya digunakan sebagai batas pasti umur baterai motor listrik masa kini.

Baca Juga: Honda Kirana, Motor Bebek Lawas yang Namanya Redup tetapi Mesinnya Diakui Mekanik

Bagi calon pembeli, justru lebih penting memperhatikan jenis baterai, garansi, sistem manajemen baterai, batas SoH, pola pemakaian, serta layanan penggantian baterai yang diberikan produsen.

Dengan demikian, baterai motor listrik bukan komponen yang bisa dinilai hanya dari pertanyaan "awet berapa tahun". Kondisi dan kapasitas baterai yang tersisa menjadi indikator yang jauh lebih penting untuk mengetahui apakah performanya masih baik. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
baterai motor listrik berapa tahun awet