RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi calon pembeli sepeda motor, memilih kendaraan tidak hanya soal desain, kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, atau fitur hiburan. Sistem pengereman juga menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengendara.
Dua teknologi pengereman yang cukup banyak digunakan pada sepeda motor saat ini adalah CBS (Combi Brake System) dan ABS (Anti-lock Braking System). Keduanya sama-sama dirancang untuk membantu meningkatkan keamanan saat melakukan pengereman, tetapi memiliki cara kerja dan kemampuan yang berbeda.
Apa Itu CBS?
CBS atau Combi Brake System merupakan teknologi yang menghubungkan kerja rem depan dan rem belakang. Ketika pengendara menekan salah satu tuas rem, sistem dapat membantu mengaktifkan kedua rem dengan pembagian gaya pengereman tertentu.
Teknologi ini bertujuan membuat pengereman lebih seimbang, terutama bagi pengendara yang belum terbiasa mengatur penggunaan rem depan dan belakang secara bersamaan.
Salah satu kelebihan CBS adalah membantu mengurangi risiko pengereman yang hanya bertumpu pada satu roda. Namun, CBS tidak dirancang untuk mencegah roda terkunci ketika pengendara melakukan pengereman keras.
Baca Juga: Motor Bebek vs Motor Matic, Mana yang Lebih Cocok untuk Aktivitas Harian?
Apa Itu ABS?
Berbeda dengan CBS, ABS atau Anti-lock Braking System memiliki fungsi utama mencegah roda terkunci ketika terjadi pengereman mendadak atau pengereman keras.
Sistem ABS menggunakan sensor untuk memantau kecepatan putaran roda. Jika sistem mendeteksi adanya potensi roda terkunci, ABS akan mengatur tekanan rem secara cepat sehingga roda tetap dapat berputar dan pengendara memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan kendali terhadap motor.
Fitur ini sangat berguna ketika pengendara harus melakukan pengereman darurat, terutama pada kondisi jalan tertentu yang memiliki tingkat cengkeraman rendah.
Perbedaan CBS dan ABS
Secara sederhana, perbedaan utama keduanya terletak pada fungsi dan cara kerja.
CBS berfokus pada pembagian pengereman, sehingga rem depan dan belakang dapat bekerja secara lebih seimbang. Sementara itu, ABS berfokus pada mencegah roda terkunci saat pengereman keras.
Dengan demikian, CBS lebih berkaitan dengan distribusi gaya pengereman, sedangkan ABS memiliki sistem kontrol yang lebih kompleks untuk menjaga roda tidak terkunci.
Mana yang Lebih Aman?
Jika berbicara mengenai kemampuan teknologi pengereman, ABS memiliki keunggulan dalam menghadapi situasi pengereman mendadak karena dapat membantu mencegah roda terkunci.
Namun, keberadaan ABS maupun CBS bukan berarti motor dapat berhenti secara instan. Jarak pengereman tetap dipengaruhi oleh kecepatan, kondisi ban, kondisi jalan, beban kendaraan, serta kemampuan pengendara.
Pengendara juga tetap harus menggunakan rem dengan benar dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
Jangan Hanya Melihat Harga Saat Membeli Motor
Bagi calon pembeli motor, memahami sistem pengereman menjadi hal penting sebelum menentukan pilihan. Motor dengan CBS bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan sistem pengereman kombinasi dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Baca Juga: Jangan Cuma Dengarkan Suara Mesin, 5 Tanda Motor Bebek Bekas Pernah Turun Mesin
Sementara itu, motor dengan ABS dapat menjadi pertimbangan bagi pengendara yang mengutamakan fitur keselamatan tambahan, khususnya untuk menghadapi kondisi pengereman darurat.
Pada akhirnya, CBS dan ABS bukan teknologi yang sama dan tidak bisa dianggap memiliki fungsi identik. Karena itu, sebelum membeli motor, pastikan memahami fitur pengereman yang ditawarkan dan sesuaikan dengan kebutuhan, kondisi penggunaan, serta kemampuan berkendara.
Keselamatan tetap menjadi prioritas. Sebagus apa pun teknologi yang digunakan pada motor, cara berkendara yang aman dan bertanggung jawab tetap menjadi faktor utama untuk menghindari kecelakaan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko