RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jauh sebelum motor matic memenuhi jalanan Indonesia, masyarakat lebih akrab dengan motor bebek. Saat itu, motor tanpa tuas kopling dan perpindahan gigi otomatis masih terasa asing.
Di tengah kondisi tersebut, Kymco datang membawa Jetmatic Trend 125 pada 2000. Motor asal Taiwan itu menawarkan transmisi CVT otomatis, bagasi luas, dan desain yang saat itu terlihat berbeda dari kebanyakan motor di jalan.
Kini, motor matic menjadi kendaraan yang sangat umum. Namun nama Kymco justru semakin jarang terdengar.
Baca Juga: 5 Motor Bebek Lawas yang Nasibnya Kalah Populer, Padahal Mesinnya Punya Reputasi Bagus
Lantas, bagaimana merek yang pernah ikut membuka jalan bagi perkembangan skutik di Indonesia itu bisa tenggelam?
Kymco Datang Sebelum Skutik Booming
Perlu diluruskan, Kymco bukan pelopor motor matic pertama di Indonesia. Posisi tersebut lebih tepat diberikan kepada Vespa Corsa 125, yang sudah hadir pada 1991.
Namun, Kymco punya peran berbeda. Merek asal Taiwan tersebut datang pada awal 2000-an ketika skutik modern mulai mencari tempat di pasar Indonesia. Kompas mencatat Kymco menjadi merek motor matic kedua yang hadir di Indonesia pada 2000 melalui Jetmatic.
Kymco bahkan sudah memiliki agen pemegang merek dan kemudian fasilitas perakitan di Cikarang, Jawa Barat. Pada 2002, Kymco juga tercatat menjadi anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Jetmatic Trend 125 bukan sekadar motor tanpa gigi.
Baca Juga: 5 Motor Bebek Paling Irit BBM, Ada yang Bisa Tembus 60 Km per Liter?
Mesinnya berkapasitas sekitar 125 cc dengan transmisi CVT. Motor ini juga memiliki dek rata dan ruang penyimpanan di bawah jok yang cukup besar, konsep yang sekarang justru menjadi ciri umum motor matic skuter.
Bahkan Langsung Membuktikan Ketangguhan
Menariknya, Kymco tidak hanya mengandalkan desain untuk memperkenalkan Jetmatic.
Tak lama setelah diluncurkan pada April 2000, Jetmatic Trend 125 digunakan untuk perjalanan Jakarta-Denpasar pulang-pergi sejauh sekitar 2.900 kilometer. Motor tersebut digeber selama 100 jam dengan mesin tetap menyala dan berhasil mencatatkan rekor MURI.
Langkah tersebut menjadi cara Kymco meyakinkan konsumen bahwa motor dengan transmisi otomatis bukan berarti tidak bertenaga atau tidak tahan dipakai jauh.
Masalahnya, teknologi saja belum cukup.
Datang Ketika Konsumen Belum Siap
Ketika Jetmatic muncul, motor bebek masih menjadi pilihan utama masyarakat. Skutik dengan desain bodi besar dan roda kecil terlihat asing bagi sebagian konsumen.
Baca Juga: 2 Motor Bebek 135 Cc yang Pernah Meramaikan Indonesia Era 2000-an, Sekarang Keduanya Langka
Kymco juga datang dari Taiwan, sementara pada periode yang sama Indonesia sedang dibanjiri berbagai merek motor China. Citra produk non-Jepang akhirnya ikut menjadi tantangan bagi Kymco, meskipun perusahaan tersebut bukan berasal dari China.
Kymco sebenarnya terus mencoba bertahan. Selain Jetmatic Trend 125, ada sejumlah model lain yang diperkenalkan, termasuk Jetmatic Free pada pertengahan 2000-an.
Namun momentum pasar akhirnya berubah.
Ketika Yamaha dan Honda Masuk
Yamaha memperkenalkan Nouvo di Indonesia pada 2002. Setahun kemudian, Yamaha meluncurkan Mio yang desainnya lebih kompak dan lebih dekat dengan konsep skutik yang kemudian diterima pasar secara luas.
Yamaha sendiri mencatat Mio langsung berkembang menjadi salah satu model penting mereka di Indonesia.
Honda kemudian masuk melalui Vario pada 2006. Persaingan dari dua raksasa Jepang membuat pasar skutik berkembang jauh lebih cepat.
Ironisnya, ketika pasar yang dahulu dirintis mulai membesar, Kymco justru kehilangan tempat.
Pada November 2008, Kymco tidak lagi menyetorkan data penjualan kepada AISI. DetikOto mencatat penjualan Kymco pada 2008 mencapai 5.106 unit, sebelum kiprahnya di pasar Indonesia meredup.
Baca Juga: Deretan Motor Bebek Lawas yang Masih Layak Dipakai Harian pada 2026
Pelopor yang Datang Terlalu Cepat
Kisah Kymco menunjukkan bahwa menjadi yang lebih dulu tidak selalu berarti menjadi pemenang.
Jetmatic sudah menawarkan banyak konsep yang sekarang dianggap biasa pada skutik. Namun ketika Kymco datang, pasar belum sepenuhnya siap menerima perubahan tersebut.
Beberapa tahun kemudian, Yamaha dan Honda datang ketika konsumen sudah mulai mengenal dan membutuhkan motor matic. Skutik pun berubah dari kendaraan yang dianggap aneh menjadi pilihan utama.
Kymco mungkin tidak menikmati masa kejayaan skutik seperti Yamaha dan Honda. Namun, melihat kembali sejarahnya, Jetmatic merupakan salah satu motor yang ikut membuka jalan menuju era ketika motor matic akhirnya menguasai jalanan Indonesia. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari