RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tidak semua motor bebek yang pernah dijual di Indonesia berakhir sebagai model legendaris.
Ada yang sempat ramai di jalanan, tetapi kemudian tenggelam setelah pabrikan menghentikan produksinya. Ada pula yang sejak awal kalah populer karena desain atau strategi pemasarannya.
Padahal, beberapa motor tersebut justru memiliki mesin yang dikenal tangguh dan karakter berkendara yang menarik.
Baca Juga: Deretan Motor Bebek Lawas yang Masih Layak Dipakai Harian pada 2026
Berikut lima motor bebek yang namanya tidak sepopuler Honda Supra, Yamaha Jupiter atau Suzuki Smash, tetapi menarik untuk dilirik pencinta motor lawas hari ini:
1. Honda Kirana
Honda Kirana menjadi salah satu contoh paling jelas.
Motor ini diluncurkan sekitar 2002 dan membawa mesin 125 cc. Namun, desainnya masih mempertahankan garis motor bebek Honda generasi sebelumnya ketika pasar mulai bergerak menuju desain yang lebih sporty.
Kirana akhirnya hanya bertahan sekitar tiga tahun dan dihentikan pada 2004. Salah satu persoalannya adalah desain yang dianggap kurang mengikuti selera pasar ketika itu. Selain itu, rem tromol dan ketersediaan suku cadang yang mulai sulit juga menjadi catatan.
Baca Juga: Honda Kirana, Motor Bebek Lawas yang Namanya Redup tetapi Mesinnya Diakui Mekanik
Ironisnya, mesin Kirana justru menjadi salah satu bagian yang membuatnya masih dibicarakan pencinta motor lawas.
Kini, keberadaannya jauh lebih jarang dibanding Supra atau keluarga Honda bebek lainnya.
2. Suzuki Shogun 125
Shogun sebenarnya bukan motor yang gagal sejak awal. Justru nama Shogun pernah menjadi salah satu tulang punggung Suzuki.
Masalahnya muncul ketika Suzuki mengubah Shogun 110 menjadi Shogun 125 pada 2004. Saat itu, pasar mulai dikuasai motor seperti Yamaha Jupiter Z dan Honda Karisma. Catatan Otomotifnet menyebut Shogun 125 sempat kewalahan menghadapi persaingan tersebut.
Meski begitu, reputasi mesinnya tetap kuat.
Dalam penelusuran Otomotifnet, pemilik dan pedagang motor bekas menyebut mesin Shogun sebagai salah satu yang bandel. Bahkan kualitasnya dinilai masih mampu bersaing dengan merek lain.
Kini, Shogun 125 lebih sering dicari sebagai motor lawas murah daripada sebagai produk utama Suzuki.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Honda Grand Astrea: Motor Bebek Lawas yang Kini Jadi Buruan Kolektor
3. Kawasaki Kaze R
Nama Kawasaki identik dengan motor sport. Namun sebelum fokus ke segmen tersebut, pabrikan ini cukup lama bermain di motor bebek.
Kaze R merupakan salah satunya.
Motor ini memiliki karakter yang berbeda dari sebagian pesaingnya. Otomotifnet mencatat bodinya tergolong kuat dan handling-nya mantap. Bahkan menurut mekanik yang diwawancarai saat itu, mesin Kaze dengan sistem filter oli ganda tergolong bandel.
Masalahnya bukan semata kemampuan mesin.
Baca Juga: Mengenal Motor Astrea: Legenda Motor Bebek yang Tak Lekang oleh Waktu
Kaze R kalah dalam persaingan popularitas. Okezone bahkan mencatat penjualan Kaze R pada eranya tergolong lemah.
Kini, nama Kaze R semakin jarang terdengar, meski karakter mesinnya masih punya penggemar.
4. Kawasaki Blitz
Blitz hadir sebagai motor bebek yang lebih sederhana dan terjangkau. Kawasaki memperkenalkannya untuk menghadapi persaingan motor murah yang sangat ketat pada era tersebut.
Mesinnya memang hanya sekitar 100 cc, tetapi reputasinya tidak buruk. Sebuah penelitian mengenai motor bebek 100-110 cc bahkan mencatat Kawasaki Blitz sebagai salah satu model yang dinilai memiliki mesin tangguh, akselerasi gesit, serta cukup dapat diandalkan.
Sayangnya, Blitz tidak pernah mendapatkan posisi sekuat motor bebek Honda, Yamaha, atau Suzuki.
Sekarang, namanya lebih sering muncul ketika membahas motor Kawasaki yang pernah mengisi segmen bebek.
Baca Juga: 5 Motor Bebek Paling Irit BBM, Ada yang Bisa Tembus 60 Km per Liter?
5. Suzuki Arashi 125
Suzuki Arashi menjadi contoh lain motor bebek yang kini cukup jarang terlihat.
Motor ini diproduksi di Indonesia mulai 2006 setelah sebelumnya dikenal di Thailand sebagai Katana 125. Mesin yang digunakan berkapasitas 124,1 cc dan tersedia dalam pilihan semiotomatis maupun kopling.
Arashi memiliki bodi ramping dengan desain belakang yang cukup agresif. Performanya juga menarik untuk ukuran bebek 125 cc pada masanya.
Namun, populasinya tidak sebanyak motor bebek Suzuki lainnya. Bahkan hingga pasar bekas, Arashi dikenal sebagai salah satu motor yang jarang ditemukan.
Bukan Selalu Soal Mesin
Kelima motor tersebut menunjukkan satu hal, mesin bagus tidak otomatis membuat sebuah motor sukses di pasaran.
Desain, harga, tren, jaringan penjualan, ketersediaan suku cadang hingga selera konsumen ikut menentukan umur sebuah model.
Karena itu, tidak mengherankan jika beberapa motor yang dulu kalah populer justru mulai menarik perhatian setelah puluhan tahun berlalu.
Bagi pencinta motor lawas, kelangkaan tersebut malah menjadi daya tarik tersendiri. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari