Jangan Asal Beli Motor Bekas, 7 Bagian Ini Wajib Dicek

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:54 WIB
Motor bekas (PINTEREST/RADAR BOJONEGORO)
Motor bekas (PINTEREST/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Membeli motor bekas bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, jangan hanya terpaku pada tampilan atau harga yang murah.

Kondisi motor bekas sangat bergantung pada pemakaian dan perawatan pemilik sebelumnya. Karena itu, calon pembeli perlu melakukan pemeriksaan sebelum memutuskan untuk membayar.

Ada beberapa bagian penting yang sebaiknya tidak dilewatkan saat melihat motor bekas. Berikut tujuh di antaranya.

1. Cek Kondisi Mesin

Mesin menjadi bagian paling penting. Nyalakan motor dalam kondisi mesin dingin dan perhatikan suara yang muncul.

Mesin yang sehat umumnya memiliki suara yang relatif halus dan putaran langsam stabil. Waspadai suara kasar, ketukan atau getaran yang tidak biasa.

Periksa juga apakah terdapat kebocoran oli di sekitar mesin.

Baca Juga: Pilihan Motor Bekas Rp15 Jutaan: Ada NMAX hingga Honda Beat!

2. Periksa Asap Knalpot

Setelah mesin menyala, perhatikan gas buang dari knalpot.

Asap yang sangat tebal dan terus-menerus, terutama jika berwarna putih atau kebiruan, dapat menjadi tanda adanya masalah pada ruang pembakaran atau komponen mesin tertentu.

Namun, pemeriksaan ini sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan warna asap. Kondisi mesin saat dingin dan jenis mesin juga perlu diperhatikan.

3. Periksa Rangka

Jangan lupa melihat bagian rangka motor.

Perhatikan apakah terdapat bekas las, penyok, perubahan bentuk atau cat yang tampak berbeda pada bagian tertentu. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda motor pernah mengalami benturan atau kecelakaan.

Pastikan posisi roda depan dan belakang juga terlihat sejajar ketika motor berjalan lurus.

4. Cek Kondisi Ban dan Pelek

Ban dapat memberikan gambaran mengenai kondisi motor dan biaya yang harus dikeluarkan setelah pembelian.

Periksa kedalaman alur ban, retakan pada dinding ban dan tanda keausan yang tidak merata.

Pelek juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak peyang atau mengalami kerusakan.

Baca Juga: Pelaku Percobaan Pencurian Motor di SMK YPM, Terekam CCTV, Ada Bekas Kunci T

5. Periksa Rem dan Suspensi

Tekan tuas rem depan dan injak rem belakang untuk memastikan responsnya masih baik.

Selanjutnya, periksa suspensi dengan menekan bagian depan atau belakang motor. Suspensi yang bermasalah dapat terasa terlalu keras, terlalu lembek atau menghasilkan suara aneh.

Untuk motor dengan rem cakram, periksa pula kondisi cakram dan kampas rem.

6. Cek Kelistrikan

Nyalakan lampu utama, lampu rem, lampu sein, klakson dan starter elektrik jika tersedia.

Pastikan seluruh perangkat bekerja normal.

Periksa pula kondisi aki dan kabel-kabel yang terlihat. Instalasi listrik yang tidak rapi atau banyak sambungan tambahan perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan adanya modifikasi sebelumnya.

7. Cocokkan Nomor Mesin dan Rangka

Ini bagian yang tidak boleh dilewatkan.

Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin pada motor dengan dokumen kendaraan seperti STNK dan BPKB.

Pastikan data kendaraan sesuai dan dokumen yang diberikan penjual lengkap. Jangan tergoda harga murah jika identitas kendaraan tidak jelas.

Baca Juga: Jadi Buruan, Motor Bekas Cocok untuk Pehobi Modifikasi

Jangan Lupa Test Ride

Setelah pemeriksaan fisik, lakukan test ride jika memungkinkan dan di tempat yang aman.

Rasakan respons mesin, perpindahan gigi, pengereman, kemudi dan kestabilan motor. Untuk motor bebek, perhatikan apakah perpindahan gigi terasa normal dan rantai tidak menimbulkan suara berlebihan.

Jika tidak memahami kondisi mekanis motor, membawa mekanik atau orang yang berpengalaman bisa menjadi pilihan lebih aman.

Membeli motor bekas bukan hanya soal mendapatkan harga murah. Kondisi mesin, rangka, kelistrikan dan kelengkapan dokumen jauh lebih penting agar motor tidak justru membutuhkan biaya besar setelah dibeli. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
motor bekas KONDISI MESIN kelistrikan