RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Motor bebek memang tidak lagi mendominasi jalan raya seperti era 2000-an. Skuter matik kini jauh lebih mudah ditemui, tetapi motor dengan transmisi semiotomatis ini masih memiliki penggemar, terutama karena dikenal praktis, ringan, mudah dirawat dan relatif hemat bahan bakar.
Bagi pengguna yang setiap hari mengandalkan sepeda motor untuk bekerja, sekolah, berdagang atau bepergian jarak jauh, konsumsi BBM menjadi salah satu pertimbangan utama. Menariknya, sejumlah motor bebek masih mampu mencatat konsumsi bahan bakar di atas 50 kilometer per liter.
Bahkan, ada model yang berdasarkan hasil pengujian tertentu mampu menembus lebih dari 60 km per liter. Lantas, motor bebek apa saja yang dikenal irit BBM?
Baca Juga: 7 Motor Bebek Paling Bandel Era 2000–2010, Mesinnya Dikenal Awet hingga Sekarang
1. Suzuki Smash FI
Nama Suzuki Smash sudah lama dikenal sebagai salah satu motor bebek yang mengutamakan efisiensi. Pada generasi Smash FI, sistem injeksi menjadi salah satu faktor yang mendukung konsumsi bahan bakarnya. Hasil pengujian New Smash FI oleh GridOto menggunakan metode full-to-full dalam penggunaan perkotaan mencatat rata-rata sekitar 42,8 km per liter. Namun, dengan gaya berkendara lebih santai, konsumsi bisa mencapai sekitar 50 km per liter.
Sementara itu, pengujian lain mencatat angka yang jauh lebih tinggi. MUF Online Autoshow mencantumkan konsumsi New Smash FI mencapai 66,7 km per liter, sedangkan sumber Suzuki di Filipina mencantumkan hasil pengujian World Motorcycle Test Cycle sebesar 68 km per liter. Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa konsumsi BBM sangat bergantung pada metode pengujian dan kondisi berkendara. Karena itu, angka 66-68 km per liter tidak bisa dianggap sebagai konsumsi harian pasti.
Meski begitu, Suzuki Smash FI tetap menarik bagi pengguna yang mencari motor bebek ringan dengan karakter mesin sederhana dan efisien. Suzuki sendiri membekali Smash FI dengan mesin 113 cc fuel injection serta tangki BBM 3,7 liter.
2. Honda Revo X
Baca Juga: 5 Motor Terbaru 2026 yang Bikin Penasaran, Ada Skutik Kawasaki hingga MX King Edisi Terbatas
Honda Revo X menjadi salah satu nama yang paling menarik ketika membahas motor bebek irit BBM. Berdasarkan data yang dipublikasikan Wahana Honda, Revo X mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 59,8 km per liter. Angka tersebut diperoleh dengan metode pengujian ECE R40.
Dengan mesin 110 cc dan teknologi PGM-FI, Revo X memang dirancang sebagai motor yang mengutamakan efisiensi sekaligus kepraktisan. Hasil pengujian tersebut juga pernah diuji kembali dalam penggunaan jalan raya dengan gaya eco riding. Revo X dikenal cocok untuk kebutuhan mobilitas harian karena bobotnya relatif ringan dan karakter mesinnya sederhana.
Tak heran jika motor ini masih menarik perhatian pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari dengan biaya operasional relatif rendah.
3. Honda Supra X 125 FI
Nama Honda Supra X sudah sangat identik dengan motor bebek di Indonesia. Meski kapasitas mesinnya lebih besar dibanding Revo, Supra X 125 FI tetap menawarkan konsumsi BBM yang cukup efisien.
Honda Supra X 125 FI tercatat mampu mencapai 57,2 km per liter berdasarkan metode ECE R40 Euro 3. Angka tersebut merupakan hasil pengujian yang diklaim oleh Honda.
Motor ini menggunakan mesin 124,89 cc SOHC dengan teknologi PGM-FI. Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 9,9 dk pada 8.000 rpm dengan torsi maksimum 9,3 Nm pada 4.000 rpm.
Selain konsumsi BBM, Supra X 125 FI juga menawarkan sejumlah fitur praktis untuk penggunaan harian, termasuk bagasi dan soket pengisian daya ponsel.
Dengan angka konsumsi di atas 57 km per liter, Supra X 125 FI masih menjadi salah satu motor bebek yang menarik bagi konsumen yang ingin mendapatkan perpaduan antara performa, kepraktisan dan efisiensi.
4. Yamaha Vega Force
Yamaha juga memiliki motor bebek yang dikenal cukup irit, salah satunya Vega Force. Berdasarkan hasil pengujian yang dikutip dari sumber otomotif, Yamaha Vega Force mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 56,5 km per liter. Angka tersebut menempatkannya di jajaran motor bebek dengan efisiensi bahan bakar yang cukup tinggi.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Honda Grand Astrea: Motor Bebek Lawas yang Kini Jadi Buruan Kolektor
Vega Force menggunakan mesin 114 cc dengan sistem fuel injection. Berdasarkan spesifikasi resmi Yamaha, motor ini memiliki tenaga maksimum 6,41 kW pada 7.000 rpm dan torsi 9,53 Nm pada 5.500 rpm. Kapasitas tangkinya mencapai 4 liter. Karakter Vega Force yang ramping dan ringan membuatnya cukup relevan sebagai kendaraan untuk mobilitas sehari-hari.
Bagi pengguna yang lebih mengutamakan fungsi daripada fitur berlimpah, motor bebek seperti Vega Force masih memiliki daya tarik tersendiri.
5. Yamaha Jupiter Z1
Jupiter Z1 menjadi nama lain yang tidak bisa dilewatkan ketika membahas motor bebek irit. Motor ini menggunakan mesin 113,7 cc SOHC satu silinder dengan sistem injeksi. Dalam sejumlah data pengujian yang beredar, Jupiter Z1 mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 55 km per liter.
Angka tersebut memang berada di bawah Revo X maupun Supra X 125 FI, tetapi masih tergolong tinggi untuk sebuah motor yang digunakan sebagai kendaraan harian. Jupiter Z1 juga memiliki sejarah panjang di pasar motor bebek Indonesia. Karakter sporty dan mesin yang relatif sederhana membuat namanya tetap dikenal meski popularitas motor bebek secara umum sudah menurun dibandingkan era sebelumnya.
Angka di Jalan Bisa Berbeda
Perlu dicatat, angka konsumsi BBM bukanlah patokan mutlak untuk penggunaan sehari-hari.
Konsumsi bahan bakar dapat berubah tergantung gaya berkendara, kecepatan, kondisi jalan, beban, tekanan ban, kondisi mesin, kualitas bahan bakar hingga seberapa sering motor berhenti dan kembali berakselerasi. Karena itu, angka 60 km per liter atau lebih sebaiknya dipahami sebagai hasil pengujian dalam kondisi tertentu, bukan jaminan bahwa motor akan selalu menempuh jarak tersebut untuk setiap liter bensin.
Meski demikian, data tersebut menunjukkan bahwa motor bebek masih memiliki satu keunggulan yang sulit diabaikan: efisiensi bahan bakar. Di tengah kebutuhan masyarakat untuk menekan biaya transportasi harian, karakter tersebut membuat motor bebek tetap relevan, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan sederhana untuk bekerja dan beraktivitas setiap hari. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko