RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebelum motor matik mendominasi jalanan Indonesia, motor bebek menjadi pilihan utama untuk berbagai kebutuhan. Pada era 2000 awal hingga 2010, persaingan tidak lagi hanya soal irit bahan bakar dan harga terjangkau.
Sejumlah pabrikan mulai menghadirkan motor bebek dengan kapasitas mesin lebih besar dan desain yang semakin sporty. Salah satu kelas yang menarik perhatian adalah 130 cc hingga mendekati 135 cc.
Di kelas tersebut, ada dua motor yang kini justru semakin jarang terlihat, yakni Yamaha Jupiter MX 135 dan Kawasaki ZX130.
Baca Juga: 5 Motor Terbaru 2026 yang Bikin Penasaran, Ada Skutik Kawasaki hingga MX King Edisi Terbatas
Keduanya memang tidak memiliki kapasitas mesin persis sama. Jupiter MX menggunakan mesin 134,4 cc, sedangkan ZX130 memiliki kapasitas 130,1 cc.
Penyebutan 135 cc pada artikel ini mengacu pada kelas kapasitas mesin, bukan berarti keduanya sama-sama 135 cc.
Yamaha Jupiter MX 135, Bebek dengan Mesin Besar
Yamaha Jupiter MX menjadi salah satu motor bebek paling mencolok pada pertengahan 2000-an.
Motor ini diluncurkan di Indonesia pada 2005 sebagai bagian dari keluarga Yamaha T135. Mesin yang digunakan berkapasitas 134,4 cc, satu silinder, SOHC empat katup, serta sudah menggunakan pendingin cairan.
Spesifikasi tersebut membuat Jupiter MX berbeda dari motor bebek harian yang umumnya masih mengandalkan mesin 110-125 cc.
Baca Juga: Honda Karisma 125, Motor Bebek Lawas yang Mulai Dilupakan tetapi Punya Kelebihan Ini
Desainnya pun dibuat lebih agresif. Posisi berkendara, monoshock, transmisi manual, serta karakter mesin membuat Jupiter MX lebih dekat dengan konsep sport underbone dibanding bebek konvensional.
Yamaha bahkan membawa T135 ke arena balap. Model tersebut digunakan dalam ajang Yamaha ASEAN Cup pada pertengahan 2000-an, memperkuat citranya sebagai motor bebek berperforma.
Jupiter MX 135 kemudian menjadi salah satu model yang dikenang ketika membicarakan era bebek sport Indonesia. Setelah itu, keluarga MX berkembang menuju kapasitas 150 cc.
Kini, unit generasi 135 cc semakin menarik bagi pencinta motor lawas karena model tersebut sudah tidak lagi menjadi bagian dari lini produk Yamaha Indonesia.
Kawasaki ZX130, Bebek Unik yang Dijuluki Baby Ninja
Jika Jupiter MX dikenal karena performanya, Kawasaki ZX130 justru memiliki cerita lain.
Motor ini diperkenalkan Kawasaki di Indonesia pada 2005. Sesuai namanya, kapasitas mesinnya sekitar 130 cc. Sumber otomotif mencatat kapasitas sebenarnya mencapai 130,1 cc dari bore 53 mm dan stroke 59,1 mm.
Baca Juga: Deretan Motor Bebek Lawas yang Masih Layak Dipakai Harian pada 2026
Yang membuat ZX130 menarik adalah desainnya.
Kawasaki menempatkan lubang pengisian bahan bakar di bagian depan. Konsekuensinya, area bawah jok dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan yang cukup besar.
Panel instrumennya juga sudah dilengkapi takometer. Pada masa ketika motor bebek umumnya masih menggunakan desain yang sederhana, fitur tersebut membuat ZX130 terlihat lebih sporty.
Desain lampu depan yang meruncing ikut memperkuat kesan tersebut. Kawasaki bahkan mempromosikannya dengan konsep motor bebek, rasa Ninja, sehingga kemudian muncul julukan Baby Ninja.
Baca Juga: 6 Tips Membersihkan Injektor agar Motor Tidak Brebet, Performa Mesin Tetap Prima
Namun, perjalanan ZX130 tidak berlangsung panjang. Model yang diperkenalkan pada 2005 tersebut berhenti diproduksi sekitar 2011.
Populasinya sekarang pun tergolong sedikit. Kompas.com pada 2021 menyebut ZX130 sudah cukup langka terlihat di jalan. Dalam pantauan saat itu, hanya ditemukan empat unit yang ditawarkan di salah satu situs jual beli online, sementara sejumlah listing lainnya justru berupa suku cadang.
Sama-Sama Langka, tetapi Ceritanya Berbeda
Jupiter MX 135 dan Kawasaki ZX130 sama-sama muncul ketika motor bebek masih menjadi kekuatan utama pasar roda dua Indonesia.
Jupiter MX datang membawa mesin 134,4 cc dan karakter sport yang kuat. Sementara ZX130 menawarkan mesin 130,1 cc dengan desain serta fitur yang tidak lazim untuk sebuah motor bebek.
Keduanya memang tidak bisa disebut sebagai motor 135 cc secara persis. Namun, keduanya menunjukkan bagaimana pabrikan pada era 2000-an berani membawa mesin berkapasitas lebih besar ke motor bebek.
Kini, ketika motor bebek semakin tersisih oleh skutik, kedua model tersebut justru berubah menjadi bagian menarik dari sejarah otomotif Indonesia. Bukan lagi motor yang mudah ditemukan di setiap sudut jalan, melainkan bebek lawas yang perlahan menjadi langka. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari