RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Motor yang biasanya irit tetapi tiba-tiba lebih sering mengisi bensin tentu membuat pengeluaran bertambah. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya komponen yang perlu diperiksa. Namun, motor boros bensin tidak selalu berarti mengalami kerusakan serius.
Konsumsi bahan bakar dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi mesin, komponen pendukung, kondisi ban hingga gaya berkendara. Karena itu, penting mengetahui penyebabnya sebelum melakukan penggantian komponen.
1. Filter udara kotor
Filter udara memiliki fungsi menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang pembakaran. Jika terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu dan membuat proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal.
Pada motor injeksi, kondisi sistem pemasukan udara juga berkaitan dengan kerja sistem pengaturan bahan bakar. Karena itu, filter udara perlu diperiksa dan dibersihkan atau diganti sesuai jadwal perawatan kendaraan.
Baca Juga: 5 Motor Terbaru 2026 yang Bikin Penasaran, Ada Skutik Kawasaki hingga MX King Edisi Terbatas
2. Tekanan ban kurang
Ban yang kekurangan tekanan membuat bidang kontak ban dengan permukaan jalan menjadi lebih besar. Akibatnya, hambatan gulir meningkat dan mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan motor.
Pengendara sebaiknya memeriksa tekanan ban secara rutin dan menyesuaikannya dengan rekomendasi pabrikan.
3. Busi sudah aus atau kotor
Busi berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. Busi yang kondisinya sudah menurun dapat membuat proses pembakaran tidak optimal.
Selain konsumsi bensin yang meningkat, masalah pada busi biasanya dapat disertai gejala seperti mesin sulit dinyalakan, langsam tidak stabil atau performa motor menurun.
4. Injektor atau throttle body kotor
Pada motor injeksi, kondisi injektor dan throttle body juga perlu diperhatikan. Kotoran yang menumpuk dapat mengganggu sistem pemasukan udara maupun penyemprotan bahan bakar.
Jika motor mulai terasa kurang responsif sekaligus lebih boros, pemeriksaan sistem injeksi dapat menjadi salah satu langkah yang dilakukan.
Baca Juga: 6 Motor Sport Legendaris Era 2000-an Awal yang Namanya Masih Dikenang hingga Sekarang
5. Oli mesin sudah menurun kualitasnya
Oli membantu mengurangi gesekan antar komponen di dalam mesin. Jika oli sudah terlalu lama digunakan atau volumenya tidak sesuai, kerja mesin dapat menjadi kurang optimal.
Karena itu, penggantian oli sebaiknya mengikuti interval yang dianjurkan dalam buku manual atau rekomendasi pabrikan
Selain lima faktor tersebut, motor yang mendadak sangat boros juga bisa mengalami masalah pada sensor, sistem pengapian atau komponen mesin lainnya. Jika konsumsi BBM berubah drastis tanpa perubahan pola penggunaan, pemeriksaan di bengkel dapat dilakukan untuk mengetahui sumber masalah.
Dengan perawatan rutin dan gaya berkendara yang lebih efisien, pemilik motor dapat membantu menjaga performa mesin sekaligus mengendalikan pengeluaran untuk bahan bakar. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko