5 Motor Sport Era 2000-an yang Dikenal Irit, Cocok untuk Harian

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi motor standing di jalanan Indonesia. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi motor standing di jalanan Indonesia. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Motor sport identik dengan mesin berkapasitas besar dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dibanding motor bebek. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya berlaku untuk semua model.

Sejumlah motor sport yang populer pada era 2000-an justru dikenal cukup hemat bahan bakar untuk kelasnya. Beberapa model menawarkan kapasitas mesin dan performa yang masih masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: 5 Motor Sport 2-Tak dengan Suara Mesin Paling Khas, dari RX-King hingga Ninja

Efisiensi tersebut dipengaruhi oleh kapasitas mesin, bobot kendaraan, karakter mesin, sistem bahan bakar hingga gaya berkendara pemilik.

Berikut lima motor sport era 2000-an yang dikenal cukup irit dan masih menarik digunakan untuk kebutuhan harian.

1. Suzuki Thunder 125

Suzuki Thunder 125 menjadi salah satu nama yang paling mudah dikaitkan dengan motor sport irit pada era 2000-an.

Mengusung mesin 125 cc satu silinder, Thunder memiliki karakter yang tidak mengejar performa tinggi. Mesin tersebut lebih diarahkan untuk penggunaan santai dan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Kapasitas tangki bahan bakarnya yang besar juga menjadi salah satu keunggulan. Pengguna tidak perlu terlalu sering berhenti untuk mengisi bensin ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Karakter mesinnya yang sederhana membuat Thunder 125 hingga sekarang masih menarik bagi orang yang mencari motor laki lawas dengan biaya operasional relatif terjangkau.

Baca Juga: 6 Tips Membersihkan Injektor agar Motor Tidak Brebet, Performa Mesin Tetap Prima

2. Honda MegaPro

Honda MegaPro merupakan salah satu motor sport yang cukup populer di Indonesia pada awal 2000-an.

Mesin 150 cc yang digunakan memberikan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi. Motor ini tidak hanya digunakan oleh anak muda, tetapi juga banyak dimanfaatkan sebagai kendaraan sehari-hari.

Salah satu alasan MegaPro memiliki reputasi ekonomis adalah karakter mesinnya yang relatif sederhana dan tidak terlalu berorientasi pada performa tinggi.

Karena populasinya besar, perawatan dan pencarian komponen juga relatif mudah dibandingkan sejumlah motor sport lawas lainnya.

3. Yamaha Vixion

Yamaha Vixion memiliki posisi berbeda karena merupakan salah satu motor sport 150 cc yang mulai membawa teknologi injeksi ke segmen tersebut di Indonesia.
Model generasi awalnya meluncur pada 2007 dan menggunakan sistem bahan bakar fuel injection.

Baca Juga: 7 Motor Bebek Paling Bandel Era 2000–2010, Mesinnya Dikenal Awet hingga Sekarang

Penggunaan injeksi membuat suplai bahan bakar dapat dikontrol secara lebih presisi dibandingkan sistem karburator, meskipun konsumsi nyata tetap dipengaruhi gaya berkendara dan kondisi mesin.

Vixion kemudian dikenal sebagai salah satu motor sport 150 cc yang memiliki kombinasi performa dan efisiensi cukup baik.

Tidak mengherankan jika model ini menjadi salah satu motor sport yang sangat populer pada akhir 2000-an.

4. Honda Tiger

Honda Tiger mempunyai kapasitas mesin yang lebih besar dibandingkan MegaPro dan Thunder 125.

Baca Juga: Para Kaum Cewek Merapat! Inilah Akibat Bila Motor Maticmu Tidak Rutin Ganti Oli

Karena itu, menempatkannya dalam daftar motor sport irit harus dilihat berdasarkan kelas dan kapasitas mesinnya, bukan disamakan dengan motor 110–125 cc.

Mesin 200 cc Tiger dirancang dengan karakter yang lebih cocok untuk perjalanan jauh dan touring.

Dengan teknik berkendara yang efisien serta kondisi mesin yang sehat, Tiger masih dapat digunakan untuk perjalanan sehari-hari tanpa konsumsi bahan bakar yang berlebihan untuk ukuran motor 200 cc.

Reputasinya sebagai motor touring juga membuat aspek efisiensi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi penggunanya.

5. Yamaha Scorpio

Yamaha Scorpio merupakan motor sport 225 cc yang memiliki karakter mesin berbeda dari MegaPro maupun Vixion.

Mesinnya dikenal mempunyai torsi besar, tetapi konsumsi bahan bakarnya masih cukup rasional untuk ukuran motor seperempat liter.

Scorpio banyak digunakan untuk kebutuhan harian sekaligus perjalanan jarak jauh. Tangki bahan bakar yang relatif besar juga mendukung pengguna yang tidak ingin terlalu sering berhenti di SPBU.

Baca Juga: 5 Hewan Peliharaan yang Cocok untuk Lansia, Bisa Jadi Teman di Masa Tua

Namun, seperti Tiger, Scorpio tidak tepat disebut irit jika dibandingkan motor berkapasitas 110 atau 125 cc. Predikat tersebut lebih tepat diberikan jika dibandingkan dengan motor sport berkapasitas mesin sekelasnya.

Irit Tidak Selalu Berarti Konsumsi Paling Sedikit

Istilah “irit” pada motor sport perlu dipahami berdasarkan kelasnya.

Motor 125 cc secara alami mempunyai peluang konsumsi bahan bakar lebih rendah dibanding motor 200–225 cc. Karena itu, membandingkan Thunder 125 dengan Scorpio 225 hanya berdasarkan jumlah kilometer per liter tidak sepenuhnya adil.

Kondisi kendaraan juga memiliki pengaruh besar. Karburator yang tidak disetel dengan baik, filter udara kotor, tekanan ban kurang, oli yang tidak sesuai hingga gaya berkendara agresif dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Motor lawas juga memiliki tantangan tersendiri. Kondisi mesin dan sistem bahan bakarnya harus dipastikan sehat sebelum menjadikan angka konsumsi bahan bakar sebagai patokan. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
penghobi motor sport era 2000-an irit