RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Beberapa tahun terakhir, layar sentuh berukuran besar menjadi simbol modernitas dalam industri otomotif. Semakin minimalis tombol di dasbor, semakin futuristis citra sebuah mobil. Hampir semua fungsi dipindahkan ke layar digital, mulai dari pengaturan AC, audio, navigasi, hingga mode berkendara.
Namun tren itu perlahan mulai berubah.
Sejumlah produsen mobil dunia kini mulai kembali menghadirkan tombol fisik di dalam kabin kendaraan mereka. Bukan karena teknologi layar sentuh gagal berkembang, melainkan karena semakin banyak kritik muncul terkait aspek keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.
Baca Juga: 7 Furnitur Terbaik untuk Membuat Teras Rumah Terasa Lebih Cozy
Fenomena ini menjadi menarik karena bertolak belakang dengan arah industri otomotif selama satu dekade terakhir yang berlomba menghadirkan interior serba digital.
Layar Besar Mulai Dinilai Mengganggu Konsentrasi
Pada awal kemunculannya, layar sentuh dianggap sebagai representasi mobil masa depan. Tampilan dasbor terlihat bersih, modern, dan premium. Banyak produsen bahkan menjadikan ukuran layar sebagai nilai jual utama kendaraan mereka.
Tetapi dalam praktiknya, penggunaan layar sentuh ternyata tidak selalu nyaman saat mobil sedang berjalan.
Baca Juga: Harga Motor Listrik Honda 2026 Terbaru, Mana yang Paling Worth It?
Banyak pengemudi mengeluhkan fungsi sederhana justru menjadi lebih rumit. Mengatur suhu AC, mengganti mode kipas, atau sekadar mengecilkan volume audio kini harus dilakukan melalui beberapa menu di layar.
Hal ini berbeda dengan tombol fisik yang dapat dioperasikan tanpa harus terlalu lama mengalihkan pandangan dari jalan.
Di sinilah masalah mulai muncul.
Beberapa studi keselamatan berkendara menunjukkan bahwa layar sentuh dapat meningkatkan distraksi pengemudi karena membutuhkan perhatian visual lebih tinggi dibanding tombol konvensional. Pengemudi harus melihat layar untuk memastikan posisi menu atau ikon yang ditekan, sementara tombol fisik bisa dikenali melalui sentuhan dan memori otot.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko hilangnya fokus saat berkendara, terutama di jalan padat atau kecepatan tinggi.
Baca Juga: Update Harga Motor Listrik Honda 2026: Intip Spesifikasi dan Varian Termurah
Euro NCAP Mulai Soroti Penggunaan Touchscreen
Perubahan arah desain interior mobil juga mulai dipengaruhi lembaga keselamatan kendaraan.
Euro NCAP, salah satu lembaga pengujian keselamatan kendaraan paling berpengaruh di Eropa, belakangan mulai mendorong produsen agar tidak terlalu bergantung pada layar sentuh untuk fungsi-fungsi penting kendaraan.
Beberapa fungsi dasar seperti:
-
lampu hazard
-
klakson
-
wiper
-
hingga pengaturan darurat tertentu
dinilai sebaiknya tetap menggunakan tombol fisik agar lebih cepat dijangkau pengemudi.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa keselamatan kini mulai kembali menjadi prioritas utama dibanding sekadar tampilan futuristis.
Sebab pada akhirnya, teknologi kendaraan tidak hanya harus terlihat modern, tetapi juga harus mudah digunakan dalam situasi nyata.
Produsen Mobil Mulai Berubah Arah
Perubahan tren ini mulai terlihat di sejumlah merek otomotif global.
Beberapa produsen yang sebelumnya agresif menggunakan layar sentuh besar kini perlahan menghadirkan kembali tombol dan kenop fisik untuk fungsi tertentu. Bahkan ada desainer otomotif yang mulai mengakui bahwa pendekatan “semua harus touchscreen” ternyata tidak selalu ideal.
Konsumen modern memang menyukai teknologi, tetapi mereka juga menginginkan kemudahan penggunaan.
Di sinilah keseimbangan mulai dicari.
Produsen kini mencoba memadukan tampilan digital modern dengan ergonomi yang tetap nyaman digunakan saat berkendara. Akibatnya, interior mobil generasi terbaru mulai menampilkan kombinasi layar digital dan tombol fisik dalam porsi yang lebih seimbang.
Semakin Digital Belum Tentu Semakin Praktis
Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi otomotif tidak selalu bergerak lurus menuju digitalisasi penuh.
Dalam beberapa kasus, teknologi justru perlu “mundur sedikit” agar kembali relevan dengan kebutuhan manusia.
Baca Juga: LCGC Masih Dominasi Pasar Mobil Bekas Bojonegoro
Layar sentuh memang menawarkan tampilan modern dan fleksibilitas fitur yang luas. Namun ketika seluruh fungsi dipindahkan ke sistem digital, pengalaman berkendara justru bisa menjadi lebih rumit dan melelahkan.
Karena itu, banyak pengemudi mulai menyadari bahwa tombol fisik bukanlah teknologi kuno. Sebaliknya, tombol fisik justru dianggap lebih intuitif, cepat, dan aman digunakan saat kendaraan sedang bergerak.
Industri otomotif kini tampaknya mulai memahami satu hal penting: mobil modern bukan hanya soal layar paling besar atau interior paling futuristis, tetapi juga soal bagaimana teknologi dapat membantu pengemudi tanpa mengurangi fokus di jalan.
Dan di tengah era kendaraan serba digital, tombol fisik diam-diam mulai menemukan tempatnya kembali. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari