Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Refleksi Hari Kesehatan Nasional 12 November 2025: Investasi Kesehatan

Muhammad Suaeb • Minggu, 16 November 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi kesehatan Ibu.
Ilustrasi kesehatan Ibu.

 

Oleh:
Reyta Noor O.
Analis Kebijakan Ahli Muda

 

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) selalu menjadi momentum penting untuk menggugah kesadaran masyarakat agar mau hidup sehat. Tahun ini dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan ingin lebih menekankan pada pentingnya upaya pencegahan penyakit (promotif dan preventif) daripada pengobatan (kuratif dan rehabilitatif).

Hal ini bukan tanpa alasan, karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi penduduk usia produktif (15-64 tahun) diperkirakan mencapai 69,3 persen dari total populasi pada 2045 mendatang.

Guna mengoptimalkan bonus demografi tersebut, kesehatan menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi unggul untuk mendukung tercapainya Indonesia emas 2045. Hasil Survei Kesehatan Indonesia dan laporan Kementerian Kesehatan 2023 mengungkapkan berbagai tantangan kesehatan di setiap tahapan siklus hidup di antaranya stunting dan wasting pada anak balita; masalah kesehatan mental, merokok dan anemia pada kelompok usia remaja; penyakit diabetes, jantung, hipertensi pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.

Sebagian besar faktor risiko, kondisi pra-penyakit, dan penyakit ini dapat dicegah atau ditangani lebih dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang kesehatan adalah Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang ditujukan untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan, kondisi pra-penyakit, serta penyakit dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup masyarakat.

PKG diberikan kepada seluruh kelompok sasaran melalui berbagai cara yaitu PKG Hari Ulang Tahun dengan sasaran bayi baru lahir dan usia 18 tahun keatas, PKG Sekolah dengan sasaran anak usia sekolah, PKG khusus yang ditujukan bagi ibu hamil, bayi, dan anak hingga usia 6 tahun (balita dan anak prasekolah).

Sejak diluncurkan 10 Februari 2025, Program PKG telah memberikan banyak manfaat. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Kesehatan hingga 25 September 2025, capaian nasional PKG telah mencapai 32.674.235 jiwa dari target 102 juta jiwa. Mengapa pemeriksaan kesehatan ini penting ?

Pertama, kesehatan merupakan pendorong utama pembangunan ekonomi. Investasi pada kesehatan berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup, karena masyarakat yang sehat akan memiliki tingkat produktivitas yang optimal. Dalam jangka panjang, hal ini akan menciptakan efek domino yang positif dengan meningkatkan pendapatan per kapita.

Studi dari World Health Organization (WHO) menunjukkan perusahaan yang berinvestasi dalam program kesehatan karyawan dapat meningkatkan produktivitas hingga dua puluh persen. Hal ini menujukkan bahwa investasi pada upaya pencegahan penyakit berpengaruh pada produktivitas karyawan. Masyarakat yang sehat juga akan mendukung iklim investasi di dalam negeri, karena para investor pastinya akan lebih mudah mendapatkan karyawan dengan produktivitas optimal, dengan demikian pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah juga akan meningkat. Hal ini tentu saja menjadi sebuah peluang bagi terbukanya lapangan kerja.

Kedua, pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit, hal ini dapat menghindari konsekuensi penyakit yang parah dan memerlukan perawatan intensif, serta memastikan keberlanjutan kesehatan jangka panjang. Pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu mencegah perkembangan penyakit dan mengidentifikasi masalah kesehatan sejak dini. Dengan demikian beban pengeluaran untuk pembiayaan pengobatan akan menurun, sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Ketiga, pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu bentuk investasi di bidang kesehatan. Investasi kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek fisik saja, melainkan juga mencakup kesejahteraan mental dan emosional. Menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental menjadi langkah penting untuk menjaga kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.

Generasi sehat menjadi modal dasar dalam membangun masa depan. Manakala anak-anak tumbuh sehat dan mendapatkan gizi yang baik, maka anak-anak akan dapat menerima pelajaran dengan lebih baik di sekolah. Jika banyak anak tumbuh terdidik, maka kondisi ini juga akan berpengaruh kepada kemampuan mereka untuk berkontribusi dalam membangun bangsa ini.

Pendidikan dan kesehatan akan saling berkorelasi positif membentuk siklus yang baik pada anak-anak yang akan menentukan masa depan Indonesia. Mereka bukan hanya semata-mata generasi penerus namun juga menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang produktif, inovatif, tangguh dan berdaya saing. Jadi jangan tunda lagi, mari berinvestasi untuk hidup sehat, karena sehat dimulai dari kita. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sehat #diabetes #jantung #indonesia #Pendidikan #penyakit #kesehatan #merokok #anak #dewasa #remaja #stunting #hari kesehatan nasional #Kesehatan Mental #bonus demografi #Balita #pencegahan penyakit #program kesehatan #PKG #HKN #Bayi