Oleh:
HUSNUL KHOTMAWATI
Guru di SMK Negeri Dander
DI era yang semakin maju, teknologi juga berkembang cepat. Setiap hari, kita sering disuguhi inovasi yang biasanya hanya bisa kita lihat di televisi yang seolah tidak mungkin terjadi, tetapi sekarang ada di dalam dunia nyata. Salah satu perkembangan teknologi yang paling menggemparkan adalah kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kita sering menonton di film tentang robot yang bisa menggantikan pekerjaan manusia, mesin yang dapat mengerjakan pekerjaan tanpa campur tangan manusia, bahkan mobil yang bisa berjalan sendiri di jalan raya tanpa pengemudi. Tentu menimbulkan kekhawatiran, salah satunya adalah, “Apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia?”
Bagi siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), pertanyaan ini menjadi sangat relevan. Selama ini, SMK dikenal dengan keunggulannya dalam mencetak tenaga terampil di berbagai bidang, seperti teknik, otomotif, desain, kesehatan, dan masih banyak lagi. Lantas, bagaimana nasib mereka di tengah kecanggihan AI? Apakah AI akan menggantikan keterampilan yang mereka miliki?
AI Mampu Mengubah Dunia Kerja?
Secara sederhana, AI adalah sistem yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia dalam melakukan berbagai tugas. AI dapat belajar dari data, membuat keputusan, dan bahkan melakukan tindakan tanpa campur tangan manusia. Sudah banyak contoh aplikasi AI yang sudah ada di kehidupan sehari-hari, seperti dalam teknologi otomotif telah muncul mobil yang dapat mengemudi sendiri (self-Driving) menggunakan AI untuk mengenali jalan, objek di sekitarnya, dan membuat keputusan saat berkendara, seperti mobil Tesla dan Waymo.
Dalam bidang farmasi, AI digunakan untuk menganalisis data medis, memberikan rekomendasi pengobatan, membuat obat baru, manajemen stok,bahkan asisten virtual untuk konsultasi pasien. Dalam dunia desain, AI dapat digunakan untuk mendesain produk atau pakaian dengan memprediksi tren fashion, dan mampu menciptakan desain pakaian yang dipersonalisasi.
Kehadiran AI telah mengubah cara kita bekerja, mempermudah banyak tugas, dan mempercepat proses produksi. Namun, di balik kemajuan ini, muncullah pertanyaan: “Apa dampaknya terhadap pekerjaan manusia?” Khususnya, bagi siswa SMK yang mengandalkan keterampilan praktis mereka untuk masuk ke dunia kerja.
Baca Juga: Opini: Sadar Literasi sejak Dini
Namun, meski ada pekerjaan yang terancam bisa digantikan oleh AI, ada pula beberapa profesi yang justru berkembang dengan pesat berkat kehadiran AI antara lain:
Teknisi dan Programmer AI: pekerjaan yang berhubungan dengan pengembangan, pemprograman, dan pemeliharaan sistem AI akan semakin banyak dibutuhkan. Di profesi inilah siswa SMK jurusan teknik komputer dan jaringan atau informatika memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang.
Desainer Produk dan Desainer Busana: dengan adanya AI, desain menjadi lebih canggih, cepat, menarik, dan bisa dipersonalisasi berdasarkan apa yang diinginkan oleh konsumen. Oleh karena itu, desainer yang tahu cara memanfaatkan AI untuk menciptakan produk yang inovatif akan sangat dicari. Di profesi inilah siswa SMK jurusan desain komunikasi visual (DKV) bisa mengambil peluang besar untuk berkarya.
Analis Data: profesi ini bertugas menganalisis data yang dihasilkan oleh AI untuk membuat keputusan strategis bagi perusahaan. Di bidang ini, AI hanya mampu memberikan data dan beberapa alternatif keputusan strategis, tetapi tetap memerlukan kemampuan manusia untuk menganalisis setiap data dan mengambil keputusan yang tepat.
Ahli Robotika: siswa SMK yang mempelajari teknik otomotif atau elektronika bisa beralih menjadi ahli robotika untuk mengembangkan robot-robot yang digunakan dalam berbagai industri.
Ini yang Harus Dilakukan SMK
Ada beberapa langkah yang harus diambil oleh siswa SMK agar tetap relevan di dunia kerja meski AI semakin berkembang.
Pelajari digital skill, siswa SMK perlu mempelajari keterampilan digital yang berhubungan dengan bidang mereka. Misalnya, bagi siswa SMK jurusan teknik otomotif, belajar untuk mengoperasikan alat berbasis AI seperti sensor kendaraan otomatis atau program perawatan mesin berbasis digital sangat penting. Siswa SMK jurusan desain atau busana juga harus menguasai aplikasi desain berbasis AI yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.
Belajar beradaptasi dengan teknologi baru, ketika teknologi baru muncul, yang harus dilakukan bukanlah menolak atau mengabaikan perubahan, tetapi belajar menggunakannya. Siswa SMK harus membuka diri terhadap pembelajaran teknologi baru yang relevan dengan bidang mereka. Jangan sampai siswa SMK justru acuh tak acuh terhadap teknologi dan perubahan karena merasa tidak ada hubungannya dengan jurusan yang diambil.
Kembangkan keterampilan kreatif dan problem solving, meskipun AI sangat pintar dalam menjalankan tugas-tugas teknis, tetapi kreativitas dan kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving) tetap menjadi kekuatan manusia. Siswa SMK harus mengasah keterampilan komunikasi, kreativitas, dan critical thinking agar bisa menghadapi tantangan yang dihadirkan oleh AI.
Baca Juga: Opini: Anak Kita di Simpang Jalan
Ikuti pelatihan terkait AI bisa menjadi cara yang efektif bagi siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman langsung dan memperluas pengetahuan mereka tentang teknologi terbaru. Apalagi, saat ini sudah banyak pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan secara daring sehingga tidak mengganggu kegiata belajar mengajar siswa.
Dengan melakukan empat langkah tersebut dengan konsisten dan sungguh-sungguh, AI bukanlah ancaman bagi siswa SMK, melainkan menjadi sebuah peluang besar. Dengan keterampilan praktis yang dimiliki serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi, siswa SMK memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh teknologi.
AI memang mengubah banyak hal, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan memanfaatkan teknologi dengan bijak untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas diri. Jadi, anak SMK jangan takut dan khawatir dengan AI. Justru, mari kita berkolaborasi dengan teknologi dan menjadi generasi yang memimpin perubahan! (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana