Oleh:
AZIZATUL MAGHFIROH
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei. Tahun ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional jatuh pada Jumat, 2 Mei 2025. Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks dan beragam, yang dapat dilihat dari berbagai perspektif sebagai peluang (emas) atau ancaman (cemas).
Indonesia Emas mengacu pada visi Indonesia sebagai negara yang sejahtera, maju, dan berdaulat. Ini mencakup aspirasi untuk mencapai kemakmuran, keadilan sosial, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Indonesia Cemas, sebaliknya, menggambarkan kondisi di mana tantangan dan hambatan menghalangi perkembangan bangsa. Ini mencerminkan kekhawatiran tentang isu-isu yang dapat mengancam stabilitas dan kemajuan Indonesia.
Ada fenomena yang terjadi di sekolah dasar yang menunjukan penyimpangan dari tujuan Pendidikan karakter. Dalam momen literasi yang seharusnya digunakan untuk menanamkan nilai – nilai kebangsaan melalui lagu nasional atau mars perjuangan,justru diputar lagu viral popular yang berjudul “aku Dah” yang dikenal luas sebagai bagian dari konten hiburan di media sosial Tik tok.
Peristiwa ini melibatkan siswa kelas satu SD yang secara usia masih berada pada tahap awal dalam membentuk identitas dan karakter. Namun,mereka justru diperkenalkan pada budaya populer yang dinilai kurang relevan dengan nilai – nilai Pendidikan dasar.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap arah Pendidikan nasional,khususnya dalam menyongsong visi Indonesia Emas. Dikhawatirkan,tanpa penanaman nilai yang kuat sejak dini,generasi muda dapat kehilangan pijakan dalam membangun jati diri kebangsaan.
Menuju Indonesia Emas atau menghadapi Indonesia Cemas adalah pilihan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Untuk mencapai Indonesia Emas, diperlukan komitmen kolektif untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada dengan cara memperbaiki sistem, meningkatkan integritas, dan memastikan keadilan sosial.
Baca Juga: Opini: Rencana Mengembalikan Penjurusan di SMA, Langkah Bijak atau Kemunduran Pendidikan?
Sebaliknya, jika tantangan ini tidak diatasi, Indonesia berisiko menghadapi kondisi yang dicerminkan dalam Indonesia Cemas, di mana kemajuan terhambat dan stabilitas terancam. Oleh karena itu, upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat mencapai tujuan menjadi bangsa yang sejahtera dan berdaulat
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini harus menjadi momen untuk mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama merefleksikan dan meningkatkan kualitas serta akses pendidikan di Indonesia.
Pendidikan berkarakter harus menjadi fokus utama dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Karakter yang baik, seperti memiliki moral yang tinggi, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sangat penting bagi anak didik dalam membentuk kepribadian mereka. Oleh karena itu, pendidikan berkarakter harus menjadi prioritas bagi para pendidik di Indonesia.
Tidak hanya itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi hal yang sangat penting dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Para guru harus mampu mengadaptasi kurikulum yang relevan dan memenuhi kebutuhan pasar kerja, serta memanfaatkan teknologi dan sumber daya pendidikan yang tersedia dengan baik.
Keterlibatan pemerintah juga sangat penting dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pemerintah harus memberikan perhatian dan dukungan yang cukup bagi pendidikan, menetapkan kebijakan yang jelas dan konsisten.
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, kita harus bersama-sama mengambil peran untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Semoga peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini dapat menjadi awal yang baik bagi upaya-upaya pembenahan pendidikan di Indonesia dan mewujudkan Indonesia Emas melalui pendidikan berkarakter. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana