Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Opini: Ramadan Level-Up

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 2 Maret 2025 - 23:00 WIB
Ilustrasi Bulan Ramadan
Ilustrasi Bulan Ramadan

 

Oleh:
Suprapto
Dosen STIE Cendekia Bojonegoro

 

Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa dan dirindukan, bulan yang penuh berkah dan menjadi ladang pahala bagi setiap Muslim. Di bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, doa lebih mudah diijabah, dan kesalahan diampuni. Ramadan juga menjadi kesempatan emas untuk "level up" atau meningkatkan kualitas diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam satu bulan ini, kita diajak untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan diri sendiri melalui amalan-amalan utama.

Berpuasa misalnya, ia bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak pahala, seperti ghibah (menggunjing), dengki, dan hal-hal tidak bermanfaat lainnya. Dengan berpuasa secara sungguh-sungguh, kita dapat melatih kesabaran dan meningkatkan kemuliaan akhlak.

Selain itu, Ramadan disebut sebagai bulan Alquran karena pada bulan ini kitab suci diturunkan. Oleh karenanya dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran, dengan menargetkan khatam minimal sekali dalam sebulan ini atau setidaknya meningkatkan interaksi dengannya. Setiap huruf yang dibaca akan mendatangkan pahala, dan jika dilakukan dengan pemahaman yang mendalam, tadarus bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Salat juga harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Selain shalat wajib lima waktu, kita dapat menambah pahala dengan shalat sunnah seperti Tarawih, Tahajud, dan Witir. Jika biasanya shalat dilakukan sekadar menggugurkan kewajiban, maka bulan Ramadan ini adalah momen yang tepat untuk meningkatkan kekhusyukannya. Amalan utama lainnya yang sangat dianjurkan di bulan mulia ini adalah bersedekah. Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah bisa berupa memberi makanan berbuka, membantu sesama, atau berbagi ilmu yang bermanfaat. Bersedekah itu di samping dapat membantu mereka yang membutuhkan, juga dapat membersihkan harta kita dan melatih hati kita untuk lebih ikhlas. Rasulullah SAW adalah contoh pribadi yang sangat dermawan, terutama di bulan Ramadan.

Menjaga lisan dan perilaku adalah tantangan besar saat berpuasa. Jangan sampai kita menahan lapar dan haus tetapi tetap suka marah, menghina, adu domba, ucapan kasar, ujaran kebencian, atau menulis dan menyebarkan berita bohong (hoaks). Ramadan harus menjadi momentum untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Puasa mengajarkan kita tentang pengendalian diri, dan rasa syukur atas nikmat yang sering kita anggap biasa saja, bahkan kita lalaikan.

Di samping itu, memperbanyak doa dan istighfar sangat dianjurkan karena Ramadan adalah bulan di mana doa-doa dikabulkan. Berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat serta ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat agar hati menjadi lebih bersih dan jiwa menjadi lebih tenang.

Ramadan juga bulan yang tepat untuk meningkatkan hubungan sosial, mempererat hubungan dengan keluarga, teman, dan tetangga. Berbuka puasa bersama keluarga, berkumpul dengan orang-orang terdekat dapat mempererat tali kasih sayang, saling berbagi, dan memperkuat kebersamaan. Saling memaafkan, membantu saudara yang membutuhkan, dan menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama adalah amalan yang sangat dianjurkan. Pada 10 malam terakhir, juga disarankan untuk melakukan i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah. Di malam-malam ini, terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja.

Manfaatkan waktu luang di bulan Ramadan untuk bersilaturrahim, menyapa orang-orang yang mungkin sudah lama tidak terhubung. Mengirim pesan singkat, telepon, atau mengunjungi mereka jika memungkinkan. Selain dapat memperbaiki hubungan, silaturrahim juga akan menambah keberkahan hidup.

Jangan lupa untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri, terutama di penghujung Ramadan. Adakah perubahan positif yang kita rasakan? Apakah kita telah berhasil mengendalikan emosi lebih baik? Apakah hubungan dengan Allah semakin dekat? Evaluasi ini penting agar kita tidak cuma menjalani ibadah tanpa refleksi. Jangan buat Ramadan hanya menjadi bulan perubahan sementara, tetapi jadikan sebagai awal dari transformasi jangka panjang.

Dengan menjalankan amalan-amalan utama ini, Ramadan bisa menjadi momentum luar biasa untuk “level-up”, manfaatkan bulan penuh berkah ini sebaik-baiknya agar kita keluar dari Ramadan sebagai pribadi yang lebih taat, lebih peduli, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Jadikan Ramadan sebagai batu loncatan untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Ingat, perubahan besar itu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Selamat menjalankan ibadah puasa! (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ramadan #lailatul qadar #pahala #muhasabah #Khatam #berpuasa #muslim #tarawih #Kebaikan #alquran #stie cendekia bojonegoro #ibadah puasa #Rasulullah SAW #puasa #bulan ramadan #Allah SWT #hoaks