Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Opini: Mengakselerasi Program Cek Kesehatan Gratis

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 16 Februari 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi foto dunia kesehatan.
Ilustrasi foto dunia kesehatan.

 

Oleh:
Oryz Setiawan
Koordinator Bidang Advokasi Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Cabang Bojonegoro

 

Di tengah penerapan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 untuk semua Kementerian/Lembaga Negara dan Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota). Pemerintah berupaya merealisasikan tujuh Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Quick Wins (Program 100 hari) Kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Salah satunya Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program CKG sebagai kado ulang tahun dari negara kepada masyarakat. Direncanakan dimulai pada 10 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah.

Serta, sebagai bentuk komitmen pemerintah memastikan seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat mengakses pemeriksaan kesehatan secara gratis. Selain itu, Program CKG hadir sebagai upaya preventif terhadap berbagai penyakit yang banyak terjadi di Indonesia sekaligus didesain sebagai hadiah atau surprise ulang tahun untuk masyarakat.

Program CKG ini juga diharapkan bisa memberikan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia. Harus diakui, bahwa kesehatan adalah salah satu anugerah terbesar, layanan mendasar dan investasi masa depan yang bersifat promotif dan preventif.

Pemeriksaan kesehatan ini akan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya serta dapat mengurangi beban biaya kesehatan kuratif. Dari sisi kualitas pelayanan kesehatan, program ini juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, menjadikannya sejajar dengan negara maju lainnya dalam menyediakan layanan kesehatan yang setara bagi seluruh warganya.

Secara program dipetakan pada beban penyakit berdasar siklus hidup masyarakat Indonesia. Mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Program ini mengacu pada siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan.

CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita. Jenis pemeriksaan dalam CKG sangat bervariasi. Mulai dari skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gizi, telinga, mata, dan tekanan darah. Bagi usia dewasa dan lansia fokus pemeriksaan mencakup risiko stroke, jantung, kanker, serta kesehatan mental dan fisik.

CKG sebagai Early Warning

Pemeriksaan kesehatan atau biasa disebut medical check-up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang dilakukan di rumah sakit atau laboratorium atau layanan kesehatan yang terstandar. Tujuan utama melakukan MCU adalah sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit.

Harapannya dengan MCU rutin akan membantu menemukan suatu kondisi sedini mungkin. Sehingga, dapat diobati seawal mungkin. Saat peluang kesembuhan masih sangat baik. Idealnya, setiap orang sebaiknya melakukan MCU setahun sekali.
Namun, frekuensinya bisa jadi lebih banyak bagi mereka yang sudah punya kondisi kronis atau berkembangnya faktor usia memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap ancaman penyakit yang timbul.

Sementara, dari sisi besaran anggaran, pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp 3,2 triliun untuk sasaran 52,2 juta orang. Dalam konteks medis secara umum setidaknya terdapat tiga jenis pemeriksaan kesehatan yaitu: pertama, pemeriksaan tanda vital yang meliputi: tekanan darah, detak jantung per menit, tingkat respirasi (pernapasan), dan suhu tubuh.

Kedua, pemeriksaan fisik: mulai dari tinggi badan dan berat badan yang dilanjutkan dengan melihat kondisi fisik yang bisa menjadi pertanda kondisi tertentu seperti pemeriksaan kondisi rongga mulut (tenggorokan), pemeriksaan bagian dalam telinga, pemeriksaan kelenjar getah bening dan pemeriksaan kulit.

Ketiga, pemeriksaan penunjang meliputi: pemeriksaan darah, biasanya meliputi hitung darah lengkap, gula darah puasa, kolesterol (HDL, LDL, trigliserida), fungsi hati (SGOT dan SGPT), fungsi ginjal, pemeriksaan urine, rontgen, yang biasanya berupa rontgen thorax (rontgen dada), pemeriksaan jantung (EKG dan treadmill), dan pemeriksaan tes pap smear.

Khusus perempuan untuk memeriksa risiko kanker serviks serta pemeriksaan prostat bisa berupa tes PSA (Prostate-Specific Antigen) guna mengukur kadar protein PSA dalam darah. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#CKG Khusus #indonesia #cek kesehatan #Quick Wins #Ulang Tahun #apbd #penyakit #kesehatan #pemerintah #Medical Check-up #CKG Ulang Tahun #ibu hamil #program 100 hari #biaya kesehatan #Balita #AP #Efisiensi Belanja 2025 #hadiah #PHTC #MCU 2024 #CKG Sekolah #Instruksi presiden #Pemeriksaan Kesehatan #CKG #cek kesehatan gratis #Lansia #Bayi