BAGI penderita Diabetes mellitus (penyakit gula), cokelat dan gula merupakan makanan harus dihindari. Ternyata tidak semua cokelat dan gula berbahaya bagi penderita penyakit gula. Misalnya, cokelat hitam gula aren. Bahkan makanan bisa menjadi cemilan sehat bagi mereka.
Cokelat salah satu jenis makanan paling digemari di dunia karena memiliki tekstur lembut, krimi, mudah meleleh di mulut, dan aftertaste rasa manis menyenangkan. Cokelat umumya dibuat dengan pasta ditambah gula pasir, lemak cokelat, susu dan bahan-bahan lain (flavoring agent, kacang-kacangan, pasta kopi, dan sebagainya).
Salah satu jenis cokelat cukup banyak diteliti dan dikembangkan adalah cokelat hitam (dark chocolate) sebagai makanan fungsional memiliki manfaat kesehatan terbaik dibanding produk olahan cokelat lain.
Menurut konsensus The First International Conference on East-West Perspective on Functional Foods 1996, pangan fungsional adalah pangan karena kandungan komponen aktifnya memberi manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat diberikan oleh zat-zat gizi terkandung di dalamnya. Makanan fungsional bukan termasuk produk obat-obatan (produk farmasi) sehingga dikonsumsi sebagaimana umumnya. Tentu, makanan fungsional harus memiliki karakteristik sensori (citarasa, warna, dan tekstur) menarik agar diterima konsumen.
Cokelat hitam dianggap makanan fungsional karena memiliki kandungan antioksidan tinggi. Terutama senyawa fenolik menjadi salah satu sumber antioksidan alami disebut flavonoid. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa flavonoid bermanfaat meningkatkan imunitas dan pengendalian terhadap beberapa penyakit seperti diabetes mellitus, kanker, dan penyakit cardiovaskuler. Serta, flavonoid berperan menjaga kondisi psikologis seperti mood dan fungsi kognitif.
Cokelat hitam biasanya disajikan bentuk cokelat batang (chocolate bar) manis atau semimanis. Jarang bentuk plain (tanpa gula) karena memiliki aftertaste rasa pahit dan sepat (astringent) kurang diminati konsumen. Terkait rasa manis biasanya ditambah gula pasir dalam formulasinya. Penambahan gula pasir membuat cokelat hitam memiliki citarasa menyenangkan. Namun, memiliki potensi memicu obesitas dan munculnya berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, kanker, dan penyakit jantung koroner. Hal ini disebabkan gula pasir memiliki kalori dan index glikemik (GI:70) tinggi
Saat ini telah muncul kesadaran masyarakat menjalankan pola hidup sehat mengurangi konsumsi gula pasir dalam diet sehari-hari. Memilih makanan rendah gula atau bebas gula. Hal ini mendorong munculnya berbagai studi tentang pemanis alternatif mengganti atau mensubstitusi gula pasir menciptakan produk pangan rendah kalori. Salah satu gula alternatif saat ini banyak diteliti adalah gula aren (Arenga pinnata).
Baca Juga: Ikan dan Masa Depan
Manfaat substitusi gula aren ke dalam formulasi cokelat hitam dapat meningkatkan kualitas nutrisi. Gula aren mengandung banyak protein, vitamin, mineral, enzim, dan mikronutrien esensial dibutuhkan tubuh. Gula aren memiliki index glikemik rendah (GI:43).
Serta mengandung berbagai serat kompleks seperti inulin berperan probiotik menjaga kadar gula darah tetap rendah. Substitusi gula aren dapat memodifikasi rasa pahit dan cita rasa cokelat hitam secara keseluruhan. Sehingga tercipta produk konfeksioneri (jajanan manis) rendah kalori, nikmat, sehat, dan aman bagi konsumen termasuk para penderita diabetes mellitus. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana