LAMONGAN, Radar Lamongan – Tumpukan kayu berukuran sedang tertata rapi di halaman salah satu bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda di Desa/Kecamatan Ngimbang. Bangunan dua lantai yang lokasinya lebih tinggi dibandingkan rumah – rumah warga setempat itu disering disebut Omah Dhuwur.
Ada beberapa ruas jalan menuju ke Omah Dhuwur. Di sela-sela jalan yang belum beraspal tersebut, ditempatkan tumpukan kayu. Dengan beberapa pohon berukuran besar, yang memerindah estetika lokasinya.
Tak heran, Omah Dhuwur sangat familier bagi pecinta fotografi. Ketika wartawan koran ini berkunjung ke sana, terlihat gerombolan muda-mudi hunting foto di lokasi tersebut.
‘’Ada banyak spot yang ditawarkan. Jadi lokasi ini menjadi tempat wajib hunting foto,’’ tutur Tiara, pengunjung asal Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Minggu (7/11).
Dengan memegang kamera DSLR, Tiara menjepret rekannya yang tengah berpose di setiap sudut tumpukan kayu dan pepohonan besar. Pengunjung yang masih duduk di bangku SMP tersebut mengaku rela menyewa kamera DSLR agar bisa mendapatkan gambar foto yang ciamik.
‘’Kalau pakai HP kurang bagus. Lebih baik keluar uang sedikit, tapi hasil fotonya indah,’’ ucap cewek berjilbab tersebut.
Bangunan Omah Dhuwur tak lepas menjadi obyek Tiara dan kawan-kawannya. Kebetulan cuaca saat itu sedang mendung. Tiara puas karena foto yang dihasilkan lebih bagus, minim backlight. Tiara mengatakan, dirinya hampir sebulan sekali hunting foto di sejumlah lokasi menarik di Ngimbang, termasuk Omah Dhuwur.
‘’Hunting pas waktu hari libur saja,’’ katanya sembari melihat hasil foto di layar kamera DSLR yang digenggamnya.
Pengunjung lainnya asal Desa Katar, kecamatan setempat, Denis, mengaku dirinya mengagumi keindahan di setiap sudut Omah Dhuwur. Terutama bangunan kuno, yang memberikan nuansa klasik.
‘’Paling suka pose duduk di depan bangunan,’’ ucap cewek 13 tahun tersebut.
Omah Dhuwur bukan hanya idola bagi fotografer newby (pemula). Juga tempat favorit bagi fotografer wedding di Lamongan. Mayoritas fotografer wedding pasti pernah eksplore foto di Omah Dhuwur.
‘’Pernah sekitar lima kali melakukan pemotretan pre-wed di Omah Dhuwur,’’ terang salah satu fotografer wedding di Lamongan, Rochmat Setiawan.
Jimbun, sapaan akrabnya, menuturkan, Omah Dhuwur merupakan bangunan haritage (warisan) yang originalitasnya masih cukup kaya. Menurut dia, lokasi tersebut menjadi salah satu ikonik peninggalan bersejarah di Lamongan.
‘’Kalau dibuat foto masih oke banget, masih instagramable banget. Terutama kalau wedding, biasanya tema gaun-gaun gitu, atau pakaian adat Jawa juga masih oke,’’ tuturnya.