RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nama Irjen Pol Dekananto Eko Purwono kembali menjadi perhatian publik setelah dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur. Perwira tinggi Polri asal Kabupaten Bojonegoro tersebut mendapat amanah baru menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.
Dilansir dari laman JawaPos.com, penunjukan Dekananto sebagai Kapolda Jawa Timur tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, pada Jumat (2/10). Dalam rotasi tersebut, Irjen Pol Nanang Avianto mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Kembalinya Dekananto ke Jawa Timur menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, jenderal bintang dua tersebut bukan sosok baru di lingkungan Polda Jatim. Sebelum menjalankan sejumlah tugas strategis di Jakarta, ia pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jawa Timur.
Pengalaman panjang di bidang intelijen dan keamanan menjadi salah satu bekal penting bagi Dekananto dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Jatim. Ia sebelumnya telah berpengalaman menangani berbagai dinamika keamanan, sosial, politik, hingga potensi konflik yang berkembang di masyarakat.
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Ia dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang Intelijen dan Keamanan (Intelkam).
Sebelum dipercaya menjadi Kapolda Jatim, Dekananto telah melewati berbagai penugasan strategis di lingkungan Polri. Salah satunya adalah ketika dirinya dipercaya menjadi Kapolres Tabanan, Polda Bali pada tahun 2012.
Baca Juga: Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, Dekananto Jadi Kapolda Jatim
Kariernya kemudian berkembang di lingkungan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. Ia pernah menduduki posisi Kasubdit Kehidupan Bernegara Ditsosbud Baintelkam Polri pada tahun 2018.
Dekananto kemudian kembali ke Jawa Timur dan dipercaya menjadi Dirintelkam Polda Jatim pada periode 2022-2024. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur.
Salah satu langkah yang cukup mendapat perhatian adalah penertiban tugu perguruan silat yang dinilai berpotensi memicu gesekan antarkelompok. Sebanyak 686 tugu silat di sejumlah wilayah Jawa Timur dibongkar dan dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meredam potensi konflik sekaligus mendorong persatuan di tengah masyarakat. Selain itu, Dekananto juga dikenal aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola di Jawa Timur.
Dikutip dari laman Times Indonesia, pada tahun 2024 Dekananto melanjutkan karirnya ke Ibu Kota untuk menjabat sebagai Dirintelkam Polda Metro jaya. Setahun berselang, Dekananto kembali melesatkan karirnya, tepatnya pada tahun 2025, ia dipercaya menduduki posisi Direktur Politik Baintelkam Polri guna mengawal dinamika politik nasional.
Tak butuh waktu lama, pada Agustus 2025, Dekananto dilantik menjadi Wakapolda Metro Jaya menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Karier Dekananto semakin meningkat setelah dirinya mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.
Kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 82/POLRI/TAHUN 2026, Selasa(1/9). Upacara kenaikan pangkat Dekananto digelar di Mabes Polri pada Rabu (2/9).
Tidak lama setelah menyandang pangkat jenderal bintang dua, Dekananto kembali mendapatkan amanah besar. Kali ini ia ditunjuk untuk memimpin Polda Jawa Timur.
Penunjukan tersebut sekaligus membawa dirinya kembali ke daerah asalnya. Sebagai putra Bojonegoro, pengalaman Dekananto di Jawa Timur menjadi salah satu modal dalam memahami karakteristik wilayah dan dinamika masyarakat setempat. (*)