RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pratikno resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat (2/10). Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) tersebut kini dipercaya memimpin lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden.
Dalam susunan kepengurusan Wantimpres yang dilantik, Pratikno menjabat sebagai ketua merangkap anggota. Sementara itu, Hatta Rajasa ditunjuk sebagai wakil ketua merangkap anggota dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris merangkap anggota.
Pelantikan tersebut juga menyertakan Rocky Gerung dalam jajaran anggota Wantimpres. Kehadiran pengamat politik dan filsuf tersebut menjadi salah satu perhatian dalam susunan baru lembaga penasihat presiden.
Baca Juga: Rocky Gerung Dilantik Jadi Anggota Wantimpres, Pratikno Ketua dan Hatta Rajasa Wakil Ketua
Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Para pejabat yang dilantik berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
"Saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, kepada bangsa dan negara dalam bakti dharma saya kepada bangsa dan negara," demikian petikan sumpah jabatan tersebut.
Baca Juga: Bojonegoro Masih Panas hingga Oktober, Kapan Hujan Mulai Turun?
Mereka juga berkomitmen menjunjung tinggi etika jabatan serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.
Pratikno bukan sosok baru dalam pemerintahan. Pria asal Bojonegoro itu pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Presiden Joko Widodo selama dua periode, yakni 2014–2024. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Menko PMK dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan jabatan barunya sebagai Ketua Wantimpres, Pratikno kini mengemban tugas memimpin lembaga yang memberikan masukan kepada presiden dalam berbagai persoalan pemerintahan dan kenegaraan. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari