RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Krisis ekonomi 1997-1998 menjadi salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Indonesia. Kejatuhan nilai Rupiah tidak hanya mengguncang sektor keuangan, tetapi juga berkembang menjadi krisis ekonomi, sosial, dan politik yang berujung pada berakhirnya pemerintahan Presiden Soeharto.
Perjalanan tersebut dibahas dalam video YouTube Kamar Film yang menggunakan fluktuasi Rupiah sebagai salah satu cara melihat perjalanan ekonomi Indonesia.
Orde Baru dan Pertumbuhan Ekonomi
Sebelum krisis terjadi, Indonesia di bawah pemerintahan Soeharto mengalami pertumbuhan ekonomi yang relatif pesat. Pemerintah menjadikan stabilitas sebagai fondasi pembangunan dan melibatkan kelompok teknokrat dalam merancang berbagai kebijakan ekonomi.
Kelompok ekonom yang dikenal dengan istilah Mafia Berkeley memiliki peran dalam kebijakan ekonomi Orde Baru.
Indonesia kemudian mengalami pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Investasi masuk, pembangunan infrastruktur berkembang, dan aktivitas industri meningkat.
Baca Juga: Hiperinflasi Era Soekarno: Ketika Rupiah Kehilangan Nilai dan Ekonomi Indonesia Terpuruk
Namun, di balik pertumbuhan tersebut terdapat sejumlah persoalan yang kemudian membuat perekonomian rentan terhadap guncangan.
Kronisme dan Ketergantungan Utang Asing
Dalam video Kamar Film, perekonomian Orde Baru disebut memiliki persoalan berupa kronisme, korupsi, serta ketergantungan terhadap pembiayaan dari luar negeri.
Ketergantungan terhadap utang dalam mata uang asing menjadi persoalan ketika nilai Rupiah mengalami tekanan.
Perusahaan yang memiliki kewajiban dalam dolar AS harus membayar utang dengan jumlah Rupiah yang jauh lebih besar ketika mata uang nasional melemah.
Kondisi tersebut kemudian memperburuk masalah di sektor usaha dan perbankan.
Krisis Finansial Asia
Krisis finansial Asia yang dimulai pada 1997 memberikan tekanan besar terhadap sejumlah negara di kawasan, termasuk Indonesia.
Rupiah mengalami pelemahan tajam. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi dunia usaha dan sektor perbankan.
Beban utang meningkat, perusahaan mengalami kesulitan keuangan, sementara kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia ikut menurun.
Krisis ekonomi akhirnya berdampak pada kehidupan masyarakat. Harga berbagai kebutuhan meningkat dan ketidakpastian ekonomi semakin tinggi.
Krisis Ekonomi Berubah Menjadi Krisis Politik
Tekanan ekonomi kemudian berkembang menjadi persoalan sosial dan politik. Ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi negara meningkat dan demonstrasi terjadi di berbagai daerah.
Baca Juga: Rupiah Kembali Jadi Sorotan di Era Prabowo, Belanja Negara dan Ruang Fiskal Jadi Perhatian
Pada Mei 1998, Soeharto akhirnya mengundurkan diri setelah lebih dari tiga dekade memimpin Indonesia.
Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa persoalan nilai tukar dan stabilitas ekonomi dapat memiliki dampak yang jauh lebih luas.
Ketika krisis ekonomi tidak segera teratasi, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat ikut terguncang.
Habibie Menghadapi Ekonomi yang Terpuruk
Setelah Soeharto mengundurkan diri, BJ Habibie mengambil alih pemerintahan dalam situasi yang sangat sulit.
Salah satu tantangan utama adalah mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan sistem keuangan.
Pemerintah melakukan berbagai langkah reformasi, termasuk restrukturisasi sektor perbankan dan pembenahan ekonomi.
Namun, pemulihan tersebut membutuhkan keputusan yang sulit. Pemerintah harus mengatur ulang berbagai prioritas pembangunan karena ruang fiskal terbatas.
Sejumlah proyek strategis juga harus dikaji kembali, termasuk sektor industri dirgantara yang sebelumnya menjadi salah satu simbol ambisi teknologi Indonesia.
Pelajaran dari Krisis 1998
Krisis 1997-1998 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlihat kuat tidak selalu berarti perekonomian benar-benar kebal terhadap guncangan.
Stabilitas sektor keuangan, tata kelola pemerintahan, struktur utang, serta kepercayaan pasar menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi.
Dari krisis tersebut, Indonesia kemudian memasuki era reformasi dengan sistem ekonomi dan politik yang mengalami perubahan besar. (*)
Sumber: YouTube Kamar Film.
Catatan: Artikel ini merupakan pengembangan dari poin-poin yang dibahas Kamar Film dan tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya interpretasi atas penyebab maupun dampak Krisis 1997-1998.
Editor : Bhagas Dani Purwoko