RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak warga, termasuk di wilayah Jawa Timur, sering mengeluh: "Kondisi ekonomi sulit, tapi kenapa tetangga yang lebih mampu justru dapat bantuan?" Masalah ini biasanya berakar pada satu indikator krusial dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu Angka Desil.
Perlu dipahami, Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan 1–10. Jika sistem mencatat Anda berada di Desil 5 ke atas, maka peluang mendapatkan bantuan seperti PKH atau BPNT akan tertutup. Masalahnya, data ini bisa tidak akurat jika indikator seperti aset, kondisi rumah, atau sumber air tidak diperbarui. Jika Anda merasa data tersebut "melompat" dari kenyataan, saatnya melakukan langkah perbaikan mandiri.
1. Jalur Cepat: Gunakan Fitur "Usul-Sanggah" di HP Anda
Kementerian Sosial kini memberikan akses bagi warga untuk mengoreksi datanya sendiri melalui aplikasi digital.
Baca Juga: Aturan Baru Bansos PKH dan BPNT April 2026: Cek Posisi Desil Sekarang Pakai HP!
-
Langkah-langkah: Unduh aplikasi resmi "Cek Bansos" di Play Store atau App Store. Setelah registrasi dan aktivasi akun, pilih menu Usulan atau Pembaruan Data.
-
Penting: Masukkan data kondisi rumah dan ekonomi Anda yang sebenarnya. Fitur ini memungkinkan sistem melakukan pembaruan status desil berdasarkan input terbaru dari masyarakat.
2. Jalur Formal: Temui Operator SIKS-NG di Kantor Desa
Jika Anda kesulitan menggunakan aplikasi, cara paling efektif adalah melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat. Di setiap kantor desa, terdapat petugas operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation).
-
Prosedur: Bawa KTP dan KK asli. Sampaikan bahwa Anda ingin melakukan pemutakhiran data DTSEN karena kondisi ekonomi yang tidak sesuai dengan data desil saat ini.
-
Peran Pendamping: Anda juga bisa menghubungi pendamping sosial PKH di wilayah Anda untuk membantu memverifikasi kelayakan data Anda di sistem.
3. Persiapan Verifikasi Lapangan: Pastikan Data Jujur
Setelah Anda mengajukan perbaikan, jangan kaget jika ada petugas yang datang ke rumah. Ini adalah tahap Verifikasi dan Validasi (Verval).
-
Survei Langsung: Petugas akan mencocokkan informasi yang Anda ajukan dengan fakta di lapangan, seperti luas bangunan, jenis lantai, hingga kepemilikan kendaraan.
-
Penilaian Ulang: Hasil survei inilah yang nantinya akan menurunkan angka desil Anda secara otomatis di sistem pusat jika kondisi Anda terbukti layak masuk kategori Desil 1-4.
Memahami Mekanisme Verifikasi Data
Perubahan data desil tidak terjadi secara instan. Mengutip prinsip tata kelola data kemiskinan dari Kemenkeu RI, setiap perubahan data harus melewati mekanisme verifikasi berlapis untuk menghindari inclusion error (orang kaya dapat bantuan). Data yang Anda masukkan akan disinkronkan dengan database Dukcapil dan hasil Musyawarah Desa (Musdes) untuk menjamin keadilan bagi seluruh warga.
Risiko Jika Memalsukan Data
Pemerintah mengimbau warga untuk memberikan data yang sejujur-jujurnya. Jika ditemukan manipulasi data (misalnya mengaku miskin padahal mampu), status kepesertaan Anda dapat diblokir secara permanen dari seluruh program bantuan pemerintah di masa depan.
Angka Desil yang tinggi bukan harga mati. Dengan proaktif memperbarui data melalui aplikasi atau kantor desa, Anda membantu pemerintah mewujudkan Bansos yang lebih tepat sasaran. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko